
"Sayang, mas mau bicara." Kata Raka, kali ini tatapan matanya begitu dalam.
"Katakan saja ada apa?" Jawab Naya dengan begitu cuek.
Raka paham pasti istrinya masih marah padanya, apalagi masalahnya menyangkut mantan istrinya. Bodohnya Raka saja yang kadang terlalu memikirkan egonya sendiri bahkan istrinya saja dia buat marah hanya karena mantan istrinya, entah Raka itu terlalu baik atau bagaimana Raka itu kadang berpikir hanya ingin bisa membantu Elina tapi dia suka lupa kalau di sampingnya sudah ada sang istri yang tentunya akan marah.
"Masih marah pada mas?"
"Haruskah bertanya? Perlukah aku menjawabnya?"
"Mau sampai kapan, mas salah mas minta maaf."
"Bahkan aku sendiri juga tidak tahu sampai kapan? Mas salah, mas minta maaf, aku tidak membutuhkan semua itu mas."
Naya hendak beranjak dari tempat duduknya, tapi dengan cepat Raka menarik tangan Naya sambil menatap Naya dengan tatapan penuh cinta.
"Apalagi mas? Bukankah, kamu lebih mentingin mantan istri kamu," kata Naya tatapan matanya terlihat berkaca-kaca. Hatinya meronta-ronta karena merasa tidak rela, jika Raka terlalu perduli dengan mantan istrinya.
"Lepaskan tangan aku!"
Naya hendak menepis tangan Raka, tapi sebelumnya Naya melakukan hal itu Raka langsung menarik tangan Naya hingga jatuh tepat di pangkuannya.
Kini mata mereka saling menatap penuh cinta, tapi buru-buru Naya mengalihkan tatapannya itu.
"Masih berani Mas Raka menatapku seperti itu, dasar laki-laki." Batin Naya dalam hatinya.
__ADS_1
"Apaan sih mas? Jangan mencari-cari kesempatan," omel Naya dan Naya langsung beranjak dari pangkuan Raka.
Raka malah tersenyum mesum pada Naya, membuat Naya menatapnya dengan kesal.
"Dasar laki-laki plin-plan," cibir Naya dan dia memilih pergi meninggalkan Raka begitu saja.
Tapi Raka tidak habis akal, dia langsung mengejar istrinya dan kini dia mengekor di belakang istrinya.
"Plin-plan juga kamu cinta kan," canda Raka dengan jail.
Naya hanya jalan, dia enggan mengurusi suaminya yang semakin gila mungkin gara-gara mantan istrinya.
"Sayang."
"Ainaya Putri."
"Kamu begitu menggemaskan sekali saat sedang marah seperti ini."
"Sayang marah saja terus, sampai kuncing tetangga melahirkan."
Naya mendengus kesal, tapi dia tetap bersikap cuek pada suaminya. "Dasar, untuk apa juga bawa-bawa kucing tetangga yang mau melahirkan," batin Naya dalam hatinya.
Karena sudah tidak sabar, dengan kasar Raka meraih tangan Naya, lalu menarik Naya masuk ke dalam pelukannya.
Naya terdiam, kini Raka mendudukkan Naya di tepi ranjang, Raka juga sudah berjongkok di hadapan Naya sambil memegang tangan Naya dengan erat.
__ADS_1
"Mas minta maaf, mas tidak menerima Elina bekerja di kantor mas, mas sadar mas sudah salah. Maafkan, mas ya sayang." Kata Raka, tatapan matanya terlihat begitu tulus.
"Baguslah, setidaknya dia tidak menganggu keluarga kecil kita," jawab Naya terdengar sinis tapi dalam hatinya Naya merasa lega.
"Maafkan mas, mas janji tidak akan mengulanginya lagi." Kata Raka, tapi Naya malah menatap Raka dengan tatapan sinis.
Namanya laki-laki hari ini minta maaf, tapi kita tidak tahu besok dan seterusnya, apakah kesalahan yang sama itu akan terulang kembali? Itu yang ada di otak Naya saat ini.
"Jangan pernah berjanji! Nyatanya mantan istri mas itu masih sering datang ke mas, jika dia membutuhkan sesuatu." Sindir Naya, dan itu benar adanya.
Raka tersenyum, dia tahu kesalahan dirinya begitu banyak.
"Baiklah, yang penting kamu maafin mas ya! Hati mas tidak tenang jika kamu marah pada mas," kata Raka sorot matanya menunjukkan kalau dirinya tidak sedang berbohong.
Baru dicuekin Naya saja, Raka sudah tidak tenang. Hati dan pikirannya terus berperang melawan satu sama lain.
"Naya maafin, mas." Jawab Naya singkat, tapi sangat tulus dari dalam hatinya.
Raka tersenyum senang, lalu dia menyodorkan tangannya pada Naya. Naya menantap Raka dengan tatapan bingung.
"Kenapa?" Celetuk Naya.
"Cium tangan mas, kan kamu sudah memaafkan mas!" Kata Raka, membuat Naya tersenyum tipis tapi dia melakukan apa yang suaminya suruh.
Akhirnya setelah melewati perang dingin beberapa hari ini, Raka dan Naya berbaikan.
__ADS_1
BERSAMBUNG 🤣
Terimakasih para pembaca setia 😊