Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Siapa dalangnya?


__ADS_3

Reza dan Evan sibuk mengecek CCTV yang ada di hotel.


Mata Reza dan Evan sama-sama fokus ke CCTV yang ada di hadapan mereka.


"Siapa dalang dari semua ini, hampir saja adikku dan bayinya celaka," gerutu Evan terlihat matanya seperti sorot mata macan yang sedang menahan amarahnya.


"Aku yakin kak, tujuan dari orang ini bukanlah Naya atau Bos Raka, melainkan Amel yang dia incar kak," sahut Reza dengan raut wajah yang sama-sama berusaha menahan amarah yang ada di dalam hatinya.


"Hellen, aku yakin ini adalah ulahmu tapi jika aku tidak bisa membuktikan ini ulahmu maka kamu akan mengelak," batin Reza dalam hatinya.


Sedang fokus dengan CCTV tiba-tiba ponsel milik Evan berdering, Evan mengambil ponsel miliknya dari dalam saku celananya. "Raka, menelpon..." gumam Evan dengan pelan.


"Angkat kak, pasti Bos Raka..." belum sempat Reza melanjutkan kata-katanya, Evan sudah mengangkat telpon dari Raka.


"Hallo Ka, bagaimana keadaan Naya?"


Evan sangat kawatir pada Naya, beruntung malam hari ini mamanya tidak hadir di acara pernikahan Reza dan Amel, mungkin jika hadir mamanya juga akan sangat kawatir pada Naya.


"Naya, masih di periksa oleh Dokter kak, belum tahu keadaanya seperti apa."


"Oh iya kak, aku yakin semua ini pasti sudah di rencanakan, kakak dan Reza harus cari tahu siapa dalang dari semua ini!"


Suara Raka terdengar begitu tegas, dia tidak ingin orang yang hampir mencelakai istri dan anaknya itu keluyuran dimana-mana.


"Iya Raka, kita sedang mengecek CCTV hanya saja orang itu terlalu pintar, bahkan rekaman CCTV tidak belum menunjukkan hasil." jawab Evan, terdengar suaranya agak lemas.


"Pak Reza, sebagian rekaman CCTV tidak ada gambarnya," kata Ari, yang tidak lain adalah petugas penjaga CCTV di hotel milik Raka.

__ADS_1


Raka yang mendengar suara Ari, sungguh rasanya sangat marah, kali Raka semakin yakin kalau ini adalah sebuah rencana yang sudah disusun dengan rapi.


"Sungguh?" tanya Reza memastikan, Ari mengangguk pelan.


Reza dan Evan sama-sama menghela nafas berat, bagaimana cara mereka mencari bukti dari kejadian malam ini, jika CCTV sudah di rusak dan gambarnya tidak ada sama sekali?


"Kak Evan, pergi ke kamar hotel khusus yang selalu aku tempati saat datang ke hotel, Ari tahu minta di antar saja sama Ari! Di sana ada CCTV rahasia yang menyambung ke semua ruangan, kakak dan Reza bisa melihat rekaman CCTV di kamar khusus!" jelas Raka dengan tegas.


"Baiklah Raka, kita akan urus semuanya, kamu jangan kawatir, kamu jaga Naya baik-baik saja!" pesan Evan, lalu dia mematikan saluran telponnya.


Raka menghela nafas berat, mana Dokter belum kunjung keluar, rasanya semakin tidak tenang.


"Pak Raka...." panggil sang Dokter, yang baru saja keluar dari ruangan pemeriksaan.


Raka beranjak dari tempat duduknya, lalu dia segera menghampiri Dokter itu.


Dokter Han adalah Dokter kenalan Raka dan kebetulan Dokter Han praktek di rumah sakit dekat hotel milik Raka.


"Semuanya baik-baik saja, untung saja Pak Raka langsung membawanya ke rumah sakit, jika terlambat sedikit saja mungkin fatal pak," jawab Dokter Han. Membuat Raka semakin marah, hampir saja anaknya kenapa-kenapa.


"Terimakasih Dok, saya bisa temui istri saya Dok?" tanya Raka.


"Boleh Pak, tapi istri bapak sedang tidur karena pengaruh obat," jawab Dokter Han.


Raka mengangguk, lalu dia berpamitan pada Dokter Han dan langsung masuk ke dalam ruangan Naya di rawat. Sedangkan Dokter Han kembali sibuk dengan pekerjaannya.


Melihat Naya terbaring lemah, rasanya Raka tidak tahan dan akhirnya menangis.

__ADS_1


"Sayang, belum lama kamu masuk rumah sakit dan sekarang kamu harus di rawat lagi, yang kuat ya istriku, mas akan mencari tahu siapa dalang kejadian di acara pernikahan Reza dan Amel," batin Raka dalam hatinya.


Raka duduk di kursi di samping Naya, tangannya menggenggam tangan Naya dengan erat.


Sedangkan di hotel Reza dan Evan masih sibuk melakukan penyelidikan, aturan Reza melakukan malam pertamanya sebagai pengantin baru tapi apalah karena ada masalah yang harus di selesaikan, jadi Reza dan Amel sama-sama menunda malam pertama mereka.


Kini Reza, Evan dan Ari sedang melihat rekaman CCTV yang ada di kamar khusus.


Mata Evan dan Reza terus fokus dengan rekaman yang ada di hadapan mereka.


"Pak, geser ke sebelah kiri, perbesar gambarnya!" pinta Reza, Ari melakukan apa yang di perintahkan oleh Reza.


Setelah gambar itu di perbesar, Reza mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, rasanya ingin sekali melampiaskan amarah yang ada di hatinya saat ini.


"Hellen, dasar wanita setan...." batin Reza dalam hatinya.


"Kamu kenal siapa wanita itu, Za?" tanya Evan, yang melihat wanita itu melakukan sendiri saat memotong kabel agar lampu itu jatuh tepat di tubuh Amel. Bahkan terlihat di rekaman itu Hellen senyam-senyum penuh kemenangan. "Mampus Kamu gadis udik, Reza akan menjadi milikku," terdengar suara Hellen begitu jelas.


"Kenal kak, bahkan dia adalah salah satu kliennya Bos Raka," jelas Reza dan Reza juga menceritakan siapa itu Hellen? Pada Evan, Evan pun akhirnya mengerti dengan cerita yang Reza ceritakan.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan pada wanita jahat ini?" tanya Evan dengan begitu penuh amarah.


"Kita temui Bos Raka, lalu serahkan semuanya padanya saja kak!" jawab Reza, karena menurut Reza, Raka yang lebih pantas memberikan hukuman pada Hellen, apalagi Hellen hampir saja mencelakai istrinya dan bayinya.


Evan mengangguk setuju, entah apa yang akan di lakukan oleh Raka, setelah tahu kalau dalang di balik semua ini adalah Hellen?


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2