Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Saingan datang tiba-tiba


__ADS_3

"Evan, aku mau, tapi....." Jawab Tania, lalu menghentikan kata-katanya membuat Evan gemetaran.


"Tapi apa, Tania?" tanya Evan.


"Tapi kamu serius atau hanya untuk main-main saja?" di benak mata Tania terlihat keraguan.


Evan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, sungguh apa Tania meragukan hati dan perasaannya selama ini? Biarpun mereka menjalin hubungan belum lama, tapi Evan juga tidak mau mempermainkan hati wanita.


"Sayang, tentu saja serius!" Evan menyakinkan Tania dengan tatapan mata begitu dalam.


Raka berjalan menghampiri Tania, dia berdiri di sebelah Tania. "Nia, Kak Evan pasti akan serius pada kamu, jika tidak maka dia akan menjadi bujang lapuk sungguhan," bisik Raka dengan jail.


"Raka menjauh lah! Kamu berdirinya jangan-jangan dekat calon istriku!" Evan mengomeli Raka yang berdiri di sebelah Tania, Evan juga merasa kesal karena Raka main bisik-bisikan pada Tania.


..."Apa yang Raka bisikin pada Tania? Awas saja jika dia membisikkan macam-macam, akan aku cakar-cakar nanti sampai rumah," batin Evan dalam hatinya....


...Raka mundur teratur, dia menjauhkan dirinya dari Tania....


Dalam hati Raka, aish kakak ipar main sebut Tania dengan sebutan calon istri, jelas-jelas Tania juga belum menerima lamarannya.


Evan kembali fokus menatap Tania, kali ini tatapan itu meminta jawaban pada Tania.


"Nia, bagaimana? Apakah kamu mau menerima lamaranku, jadilah calon istriku!" Kata Evan, dia terlihat agak lemas karena takut Tania akan menolak di hadapan banyak orang.


"Dokter Nia...!!"

__ADS_1


"Terima saja Dok!"


"Kalau Dokter Nia masih ragu, biar saya saja yang menggantikan Dokter Nia."


Bian yang dari tadi hatinya meronta-ronta melihat pemandangan di hadapannya ini, sungguh rasanya ingin sekali berusaha untuk mendapatkan Tania, tapi entahlah atau ini masih mungkin?


"Tania, jika kamu tidak mau dengan cecungguk itu, sama aku saja Tania, aku siap untuk hidup bersamamu selamanya." Bian mendekati Tania dan Evan, kali ini tatapan Evan begitu kesal pada Bian. "Aish untuk apa Dokter Bian s*al*n itu datang lagi?" batin Raka dalam hatinya.


"Saingan datang, pasti akan seru." Celetuk Raka sambil tersenyum penuh arti, Naya juga ikut tersenyum.


"Lihat saja mas, bagaimana akhirnya!" Sahut Naya, kali ini akankah kakaknya kembali patah hati lagi seperti dulu?


"Lihat, akan terjadi perang!" Raka semakin tidak sabar dengan apa yang akan terjadi selanjutnya dan tentunya pasti akan seru.


"Dokter Bian," sapa Tania dengan nada lembut.


"Jika kamu tidak mau dengan cecungguk ini, aku siap untuk menjadi pendamping hidup kamu untuk selamanya," tatapan mata Bian begitu yakin.


Evan terdiam, apalagi melihat senyum Tania begitu tulus pada Bian.


"Apakah harapanku akan pupus lagi? Karena Tania akan memilih Bian?" batin Evan dalam hatinya.


Tania terus senyam-senyum pada Bian, membuat Evan juga merasa gimana gitu, perasaan Evan menjadi sulit untuk di jelaskan untuk saat ini.


"Raka, sepertinya aku harus kecewa." Evan melihat Raka, tatapan matanya terlihat begitu sedih.

__ADS_1


"Maka kamu pulang saja kak! Mungkin Tania bukan takdir kamu kak," sahut Raka dengan begitu santai.


"Tunggu, jangan pulang! Dokter Tania, kamu harus bersikap tegas, siapa yang akan kamu pilih? Kak Evan atau Dokter itu?" tegas Reza, dia tidak ingin perjuangan Evan sia-sia.


Rasanya Tania ingin sekali tertawa melihat Evan dengan raut wajah yang begitu sedih.


"Iya kamu pilih siapa? Jangan plin-plan, kasian Kak Evan sudah menyiapkan semuanya," kata Raka sambil menatap Tania dengan tatapan lembut.


"Evan, kamu mau kemana?" tanya Tania yang melihat Evan hendak berlalu pergi.


"Aku mau pulang." Jawab Evan singkat, dia berpikir kalau Tania akan lebih memilih Bian, apalagi dari tadi Tania terus senyam-senyum begitu manis pada Bian.


"Kalau kamu pulang, lalu bagaimana denganku?" tanya Tania, Evan langsung menghentikan langkah kakinya.


"Kamu...." Evan menatap Tania begitu dalam.


"Aku memilih kamu Mas Evan....!!" Kata Tania sambil tersenyum.


Evan yang tadinya terlihat sedih, dia langsung tersenyum dan berlari memeluk Tania dengan erat.


Akhirnya lamaran Evan di terima oleh Tania.


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2