Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Suami siaga


__ADS_3

Dengan penuh rasa kawatir, cinta dan kasih sayang, Raka menunggu Naya terbangun dari tidurnya.


Setelah beberapa lama akhirnya Naya perlahan-lahan membuka matanya, Naya terlihat kebingungan matanya melirik kesana-kemari dan tatapannya juga masih samar-samar tidak jelas.


"Mas, aku dimana?" tanya Naya, terdengar suaranya masih sangat lemas.


"Sayang kamu sudah bangun, kamu ada di rumah sakit," jawab Raka melihat istrinya bangun dari tidurnya rasanya lega sekali.


Raka menggenggam erat tangan Naya, lalu mencium punggung tangan Naya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Apa masih sakit?" tanya Raka dan di jawab oleh Naya dengan gelengan kepala.


"Kamu istirahat saja, jangan banyak bergerak ya, kalau ada yang sakit kamu harus katakan pada mas!" mata Raka terlihat kawatir dan tatapan matanya begitu penuh cinta.


Naya mengangguk hatinya begitu senang, apalagi melihat suaminya begitu kawatir pada dirinya, terlihat dari mata Raka.


"Mas, dari tadi tidak tidur?" tanya Naya, terdengar masih lemas suaranya, matanya juga masih terlihat sayup.


"Bagaimana mas bisa tidur? Mas tidak tega melihat kamu terbaring lemah seperti ini, lain kali kamu tidak boleh kecapean sayang, mas tidak mau kamu kenapa-kenapa." Raka lagi-lagi berceloteh seperti burung beo, iya wajar sebagai seorang suami Raka begitu kawatir pada istrinya yang sedang hamil.

__ADS_1


Naya mengangguk karena tidak mau mendengarkan suaminya terus-terusan bawel, akhirnya Naya memejamkan matanya agar tidur.


Raka hanya diam sambil menatap istrinya dengan tatapan lembut, lalu dia merebahkan kepalanya di dekat Naya, Raka akhirnya tertidur dengan posisi duduk dan tangannya terus menggenggam tangan Naya.


*****


Pagi yang cerah akhirnya datang Reza sudah berada di kantor, tapi dari tadi dia melihat ruangan Raka sepertinya belum terbuka sama sekali.


"Apa Bos Raka, belum datang?"


"Tumben sekali, biasanya sudah datang."


Reza terus berbicara sendiri, dia menuju ke ruangan Raka dan membuka pintunya tapi disana belum ada Raka.


Reza akhirnya duduk di sofa dia menunggu Raka datang, tapi belum sempat duduk tiba-tiba ponsel Reza berdering dan ternyata itu telpon dari Raka.


"Panjang umur.... baru di omongin, sudah menelpon saja Bos Raka." Kata Reza dan dia langsung mengangkat telpon dari Raka.


"Hallo bos..."

__ADS_1


"Reza, hari ini aku tidak masuk kantor, istriku sedang di rawat di rumah sakit. Oh iya untuk meeting hari ini kamu yang urus ya!"


Reza mencerna kata-kata Raka dengan baik dan dia mengerti.


"Siap bos, tapi Nyonya Naya sakit apa bos?"


"Naya kelelahan dan harus di rawat dirumah sakit."


"Mudah-mudahan Nyonya Naya cepat sembuh ya bos, saya tutup dulu telponnya ya bos, saya mau langsung pergi ke ruang meeting."


Reza menutup saluran telponnya, Raka sangat tenang menyerahkan semua pekerjaan kantor pada Reza, apalagi Reza adalah sekarang sudah menjadi orang kepercayaan, biarpun dulu sempat ada persaingan cinta di antara mereka tapi Reza tidak mau menjadi orang ketiga dan Reza juga ingin melihat Naya hidup bahagia bersama Raka.


Kini Reza sibuk di ruang meeting bahkan hari ini Reza melakukan meetingnya dengan baik.


Sedangkan Raka sibuk mengurus Naya yang masih berada dirumah sakit, Raka adalah laki-laki terbaik dan selalu siap siaga menjaga istri tercintanya itu.


Bersambung


terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2