
Raka dan Naya akhirnya kembali ke hotel tempat mereka menginap.
Jam menunjukkan pukul 10 malam, Naya dan Raka sudah mandi. Kini mereka sedang duduk di atas ranjang tempat tidur.
Naya terdiam, otaknya terus di kelilingi muda-mudi yang tadi sedang ehem-ehem di pinggiran pantai.
"Aish, sungguh otakku sudah rusak," batin Naya dalam hatinya.
Raka dengan canggung melihat ke arah Naya, dia menatap Naya diam-diam.
"Dia sangat cantik, bahkan dia sangat polos." Batin Raka dalam hatinya.
"Nay, sudah malam tidurlah!" Suruh Raka dengan nada lembut.
Naya membaringkan tubuhnya, Raka juga melakukan hal yang sama. Kini mereka berdua sudah sama-sama masuk ke dalam selimut.
Raka memejamkan matanya, tapi di saat mata itu mulai terpejam. Otak Raka mulai traveling kemana-mana, bahkan saat ini Raka sedang membayangkan muda-mudi yang sedang ehem-ehem di pinggiran pantai tadi.
"Raka, sadarlah beri Naya sedikit waktu." Batin Raka dalam hatinya.
Rasa kantuk mulai menyelimuti diri Naya, hingga Naya memejamkan matanya dan tertidur begitu lelap.
Raka tersenyum, lalu membelai hidung Naya dengan tangannya. "Istriku, kenapa kamu begitu menggemaskan?" Tangan Raka mulai membelai pipi Naya.
Raka mencium pipi Naya dengan lembut, kini jari-jarinya memainkan bibir mungil Naya.
"Bibirmu begitu manis, ingin rasanya aku merasakannya."
__ADS_1
"Nay, aku akan selalu memberikan kebahagiaan buat kamu."
"Aku tidak akan menyakiti hatimu dan setiap hari hanya akan memberi cinta untuk kamu."
Raka mendekatkan bibirnya akhirnya "Cupp" sebuah kecupan lembut mendaratkan di bibir Naya.
Raka tersenyum setelah mencium bibir Naya, entahlah walupun hanya sekedar ciuman tapi itu membuat Raka sangat bahagia.
Raka perlahan memejamkan matanya, tangannya mulai memeluk Naya dengan penuh kehangatan.
*****
Di kediaman Reza, Reza tampak gusar dia ingin memejamkan matanya tapi wajah cantik Naya terus terbayang-bayang di matanya.
Reza masih tidak percaya kalau yang menikah dengan bosnya itu adalah gadis yang pernah ada di dalam hatinya.
"Eza, sadarlah! Sekarang Naya adalah istri bos kamu."
"Nay, kenapa di saat takdir kembali mempertemukan kita. Tapi dengan keadaan seperti ini?"
"Andai aku bertemu denganmu lebih dulu, pasti semuanya tidak akan seperti ini."
Reza berbicara sendiri, kali ini dia tidak tahu perasaan apa yang sedang dia rasakan? Yang dia tahu Naya pernah singgah di hatinya tapi Reza tidak pernah mengungkapkan perasaan hatinya itu selama ini.
Ada kejadian beberapa tahun yang lalu, yang selama ini Reza rahasiakan dalam hatinya. Tentunya bukan Reza yang mau tapi waktu itu keadaan yang membuat Reza harus membawa hati dan perasaannya begitu saja, tanpa memberitahu Naya terlebih dahulu.
"Reza, lupakan semuanya dan biarkan Naya bahagia bersama Bos Raka!" Reza berusaha meyakinkan hatinya.
__ADS_1
Dia ingin menyimpan semuanya sendiri, dia tidak mau perasaan yang selama ini dia pendam dalam hatinya menjadikan sebuah persaingan yang nyata.
*****
Setelah beberapa hari akhirnya Raka dan Naya pulang dari bulan madu mereka. Dan hari ini adalah hari pertama Naya membuatkan sarapan untuk suaminya.
Di dapur Naya terlihat bingung, apa yang harus dia masak? Karena adanya makanan siap saji akhirnya Naya hanya membuat roti bakar dengan isi selai coklat dan dua gelas susu untuk dirinya dan sang suami.
"Mas, sarapan dulu!" Naya sedang menata roti bakar dan susu di atas meja makan.
Raka menarik kursi meja makan lalu dia mendaratkan pantatnya di kursi itu. "Iya sayang, kamu juga sarapan ya." Raka memakan roti bakarnya.
Naya terlihat bahagia, biarpun hanya roti bakar tapi Naya merasa senang karena Raka memakannya dengan penuh nikmat.
"Maaf ya mas, hanya roti bakar saja dan susu saja. Tadi aku lihat di kulkas tidak ada apa-apa," jelas Naya dengan nada lembut.
"Iya sayang tidak apa-apa, maklum mas ini seorang duda jadi jarang makan di rumah, Art mas juga hanya bersih-bersih terus pulang," sahut Raka yang masih terus menikmati roti bakar buatan Naya.
"Mulai sekarang Naya yang akan mengurus semua keperluan mas, jadi mas tidak perlu kawatir!" Tutur Naya, biarpun Naya masih berusia belasan tahun tapi Naya akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Raka.
Raka tersenyum lalu dengan lembut Raka mengacak-acak rambut Naya penuh kasih sayang.
"Mas berangkat kerja dulu ya, kamu hati-hati di rumah." Kata Raka, dengan lembut Raka mencium kening Naya dengan penuh kehangatan.
"Iya mas hati-hati ya!" Naya mencium punggung tangan suaminya.
Setelah berpamitan dengan Naya, Raka berangkat ke kantor dan Naya menyibukkan dirinya di rumah sendirian.
__ADS_1
BERSAMBUNG 🤗
Terimakasih para pembaca setia 😘