
Sesampainya di rumah sakit, Reza dan Evan langsung mengajak istri-istri mereka pulang sedangkan Raka kembali menjaga Naya yang masih tertidur pulas.
Raka terdiam menatap cantiknya wajah Naya saat sedang terlelap.
"Sayang, mas sangat mencintai kamu, mas sudah mengurus Hellen dengan baik, mas tidak mau wanita sejahat Hellen berkeliaran lagi."
"Anak papa, kamu harus kuat ya nak di dalam perut mama, papa sangat mengharapkan ke hadiran kamu nak."
"Sabar ya nak, sebentar lagi kita akan berjumpa di dunia!"
Tatapan mata Raka begitu lembut, tangannya mengelus lembut perut Naya berharap anak yang ada di dalam perut istrinya ini bisa merasakan belaian kasih sayangnya.
Raka menyandarkan kepalanya di pinggiran dekat Naya tidur, bahkan tangannya tidak melepaskan tangan Naya sama sekali hingga Raka tertidur nyenyak.
Reza dan Amel baru saja sampai di hotel, mereka sama-sama duduk di tepi ranjang tempat tidur, Amel terlihat agak sedih dan Amel dari tadi hanya menundukkan wajahnya, membuat Reza menghela nafas pelan.
"Pasti Amel masih kepikiran kejadian tadi," batin Reza dalam hatinya.
Reza mengangkat dagu Amel dengan kedua tangannya, lalu mengarahkan wajah Amel agar menatap manik matanya.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" tanya Reza, terlihat matanya penuh dengan ketulusan.
"Mas, aku takut Hellen akan berbuat lebih, aku tahu tujuan dia adalah aku tapi tadi Naya dan anaknya hampir saja menjadi korban," jawab Amel dan air mata Amel menetes begitu saja.
Reza menarik Amel masuk ke dalam pelukannya, dengan lembut Reza mengusap rambut panjang Amel.
"Itu tidak akan terjadi sayang, Bos Raka sudah mengurus semuanya." Reza berusaha menenangkan Amel.
"Tapi tetap saja mas, Amel tidak tenang, banyak orang-orang yang tersakiti karena ulah Hellen demi menyingkirkan aku," sahut Amel dengan perasaan tidak tenang, Amel merasakan ketakutan di dalam hatinya.
Reza terdiam, dia mencium kening Amel dengan lembut.
Seketika Amel tersenyum kecil, suaminya ini padahal lagi capek, panik, bahkan kawatir dan perasaannya sedang tidak jelas tapi masih ingat unboxing saja.
"Mas, jangan malam ini ya..." bisik Amel dengan nada lembut.
Reza mengangguk, dia mengerti mungkin saat ini Amel belum siap atau mungkin karena kejadian tadi Amel juga masih belum tenang.
"Baiklah sayang, malam ini kita istirahat saja ya! Besok pagi pasti semuanya sudah baik-baik saja!" jawab Reza, lalu mencium bibir Amel dengan lembut.
__ADS_1
Amel tersenyum, beruntung punya suami yang sangat perhatian dan sayang pada dirinya, akhirnya malam ini mereka langsung tidur tanpa melakukan apapun, unboxing juga di tunda oleh dua sejoli ini.
*****
Malam semakin larut Evan sudah tertidur nyenyak karena sangat kelelahan tapi Tania dari tadi tidak bisa tidur dengan tenang, entah Tania ini kenapa? Ada saja yang di ributkan dari tadi.
"Mas bangun, ganti baju tidur kamu, aku tidak suka kamu memakai baju tidur ini!" celoteh Tania, sambil menggoyang-goyangkan tubuh Evan agar terbangun.
Evan agak mendengus kesal, kenapa istrinya ini? Bukankah baju tidur yang di pakai oleh dirinya ini tadi yang menyiapkan Tania, tapi tiba-tiba Tania menyuruh ganti baju.
"Sayang, ini baru saja ganti....masa ganti lagi...?" keluh Evan, hari ini begitu lelah tapi istrinya malah bertingkah aneh.
Tania memanyunkan bibirnya, bahkan menatap Evan dengan kesal, membuat Evan akkhirnya terbangun dan segera mengganti baju tidurnya sesuai dengan kemauan sang istri tercinta.
"Iya mas ganti sekarang," jawab Evan biarpun kesal karena mengantuk tapi tetap saja patuh pada istrinya.
Seketika Tania tersenyum senang melihat Evan berganti baju tidur, setelah Evan berganti baju tidur akhirnya mereka tidur nyenyak.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia