Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Fitting vs cari kado


__ADS_3

Pagi yang begitu cerah Reza sudah berdandan rapi dan tentunya wangi, Amel yang baru saja keluar dari dalam kamar, dia menatap Reza tanpa berkedip sama sekali.


"Mas, mau kemana?" tanya Amel, exfresi Amel kali ini sulit di artikan.


Reza menghela nafas kesal, dasar calon istrinya ini. Padahal semalam Reza sudah bilang mau mengajaknya fitting baju pengantin tapi ini malah bertanya mau kemana?


"Sayang, hari ini kita fitting baju pengantin, kenapa kamu masih memakai pakaian tidur?" Reza berdecak kesal tapi tetap berusaha sabar dan tidak mau sampai marah pada Amel.


Amel tersenyum kecil, kenapa bisa lupa? Tanpa menjawab pertanyaan dari Reza, Amel buru-buru masuk ke dalam kamar untuk segera mandi dan berdandan cantik.


"Hellen, aku tidak perduli dengan ancaman kamu. Jadi jangan harap aku akan menyerah begitu saja," batin Amel dalam hatinya.


Amel masuk ke dalam kamar mandi dia langsung bergegas untuk mandi, karena tidak mau membuat Reza sampai marah dan kecewa pada dirinya.


Reza geleng-geleng kepala, lalu dia berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Amel.


Reza pagi ini membuatkan roti selai coklat dan segelas susu putih untuk sarapan Amel.


Sungguh Reza ini adalah salah satu laki-laki yang begitu hangat dan tentunya sangat perhatian pada pasangannya.


Setelah beberapa lama Amel selesai dan dia keluar dari dalam kamar, dia melihat Reza sudah duduk manis di kursi meja makan.


"Mas..." sapa Amel dengan nada lembut.


"Duduklah, kamu sarapan dulu, mas tidak mau kalau kamu sampai sakit," pinta Reza dengan senyum manis di sudut bibirnya.


Amel duduk, sungguh hatinya pagi ini berbinar senang melihat Reza begitu perhatian pada dirinya.


Setelah selesai sarapan, mereka berdua langsung menuju ke butik untuk fitting baju pengantin.

__ADS_1


Sesampainya di butik Reza dan Amel langsung melakukan fitting, karena masih ada yang harus di urus lagi.


*****


Di sebuah pusat perbelanjaan Raka, Naya, Tania dan Evan, mereka sedang sibuk mencari kado pernikahan untuk Amel dan Reza.


"Raka, bagaimana kalau kita kasih kado Reza ini saja?" tanya Evan, dia menunjukkan salah baju tidur seksi untuk wanita.


"Kak, itu boleh juga. Biar Reza makin semangat kerja kerasnya di malam pertama nanti," jawab Raka sambil tersenyum licik.


"Haruskah aku memberikan Reza obat kuat biar tahan sampai pagi? Aish aku rasa milik Reza tidak sekuat milikku." Raka cengar-cengir dalam hatinya.


Aish kebiasaan buruk Raka, dia suka sekali memikirkan hal m*s*m.


"Mas Evan, sungguh menyebalkan...." geram Tania, tapi Naya hanya tertawa kecil.


Iya mereka sedang berada di sebuah toko baju tidur wanita, padahal Tania yang memberikan ide memberikan kado baju tidur seksi untuk Amel tapi Tania yang malah kesal sendirian melihat suaminya memegang-megang baju tidur seksi wanita.


Tania yang merasa kesal tiba-tiba berjalan menghampiri Evan, kemudian Tania menjewer telinga Evan dengan kuat.


"Auh...sakit sayang, kamu kenapa?" tanya Evan, sambil memegangi telinganya yang saat ini sedang di jewer oleh istrinya.


"Mas, aku tidak suka mas menyentuh-nyentuh baju tidur seksi wanita." Omel Tania, dan Evan hanya bisa menghela nafas pelan.


"Baiklah sayang, tapi lepaskan dulu tangan kamu, telinga mas sakit." Pinta Evan dengan nada lembut.


Tania akhirnya melepaskan tangannya dari telinga Evan tapi raut wajah Tania masih terlihat kesal.


"Nay, kakak ipar kenapa?" tanya Raka, dia sudah berdiri di samping Naya karena tidak mau melihat dua sejoli yang sedang bertengkar itu.

__ADS_1


"Entahlah, tiba-tiba Kak Nia merasa kesal padahal jelas-jelas tadi yang mengajak kita ke toko baju tidur seksi ini Kak Nia, tapi ya entah lah mas, apa maunya wanita itu?" jawab Naya, dia terlalu malas memikirkan kakak dan kakak iparnya.


Evan berusaha membuat Tania agar tidak kesal lagi.


"Sayang, apa mas salah?" tanya Evan dengan nada lembut.


"Nia kesal sama mas, Nia mau cari kado yang lain saja! Nia tidak mau mas menyentuh-nyentuh baju tidur seksi itu!" tandas Tania, dan akhirnya mereka pergi dari toko itu.


Kini mereka berempat kembali berjalan dan tentunya mencari kado yang cocok untuk pernikahan Amel dan Tania.


Bahkan mereka sudah berjalan cukup lama tapi belum ada yang cocok juga, apalagi dari tadi Tania juga bawaannya tidak jelas, bahkan Tania juga suka tiba-tiba kesal dengan Evan membuat Evan bingung.


Akhirnya Raka menghentikan langkah kakinya di sebuah sorum mobil, membuat semuanya kaget dan tentunya terkejut.


"Raka, kamu....?!"


"Ini kado yang cocok untuk Reza dan Amel, sungguh aku sudah sangat lelah mengitari mall ini kak...." keluh Raka, akhirnya Raka mengajak semuanya masuk ke sorum mobil itu.


Naya sebagai istri hanya diam saja, dia setuju dengan apa saja yang suaminya lakukan, iya termasuk memberikan kado pernikahan mobil untuk Reza dan Amel, itu juga tidak menjadi masalah untuk Naya.


Raka membeli satu mobil baru warna hitam untuk kado pernikahan Reza dan Amel.


Sedangkan Evan belum sempat membeli apa-apa karena dari tadi istrinya begitu rewel dan tentunya tidak jelas membuat Evan sangat pusing sekali tapi tidak bisa marah pada Tania.


Setelah selesai akhirnya Raka dan Naya pulang sedangkan Evan dan Tania juga langsung pulang ke rumah mereka.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2