
Kini Raka dan yang lainnya langsung pergi ke ruang rawat Naya.
Akhirnya Naya melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki.
Raka terlihat sangat bahagia, dengan hati-hati Raka mengusap pipi Naya dengan lembut.
Naya duduk di ranjang pasien sambil memangku putra kecilnya yang baru saja dilahirkan beberapa jam lalu.
"Terimakasih istriku," kata Raka. Hatinya begitu bahagia, apalagi melihat istri dan anaknya selamat.
"Iya mas, aku yang harusnya berterima kasih pada mas karena mas sudah memberikan anak yang begitu tampan," jawab Naya sambil tersenyum lembut.
Melihat putra kecilnya yang saat ini ada di pangkuannya istrinya rasanya sangat bahagia sekali, bersyukur sekali setelah penantiannya yang cukup lama akhirnya bayi kecil yang begitu tampan lahir ke dunia ini.
"Sama-sama sayang, ini karena kerja keras kita berdua setiap malam," bisik Raka dengan begitu jail.
"Apa sih mas? Jangan jail ih ada mama, Kak Evan dan Kakak ipar malu tahu." Naya balas berbisik di telinga Raka.
Dasar Raka sudah punya anak tapi m*s*mnya tidak sembuh juga.
__ADS_1
"Kalian terus mengobrol, Raka, Naya mama juga pingin gendong cucu mama," kata Ratih, lalu Ratih mengambil alih bayi tampan itu dari pangkuan Naya.
"Kalian, mau memberikan nama anak kalian siapa?" tanya Ratih, dengan penuh kasih sayang Ratih mencium pipi cucu pertamanya dengan lembut. "Cucu nenek sayang," gumam Ratih dengan senyuman di sudut bibirnya.
Naya terdiam, sungguh sangat bersyukur karena mamanya begitu menyayangi putra kecilnya.
"Mas, mau di kasih nama siapa?" tanya Naya pada Raka.
"Riko Putra Kumara, itu nama anak kita sayang," tutur Raka dan Naya mengangguk setuju. "Riko," gumam Naya pelan.
"Ponakan tante, kamu tampan sekali, siapa namamu kamu sayang?" tanya Tania, Tania merasa gemas melihat bayi kecil yang ada di gendongan mama mertuanya.
"Riko, kamu tampan sekali," sambung Evan sambil menyentuh pipi Riko dengan lembut.
Semua yang ada di ruangan itu bahagia melihat kehadiran Riko Putra Kumara di dunia ini.
Tawa canda di antara mereka terdengar begitu lepas, Tania juga berharap jika bayi yang ada di kandungannya sehat selalu.
Raka juga tidak lupa memberikan kabar pada Reza dan Amel atas kelahiran putra pertama nya, Reza dan Amel juga sangat bahagia mendengar kabar bahagia ini, mereka juga langsung buru-buru pergi ke Mall untuk membeli kado untuk Riko.
__ADS_1
Kini Reza dan Amel sudah berada di mall, mereka asik memilih-milih kado yang cocok untuk Riko.
"Mas lihat baju-baju bayi ini begitu lucu, aku kapan ya mas dapat bayi?" tanya Amel, raut wajahnya terlihat begitu menggemaskan.
Reza tersenyum kecil, dasar istrinya ini ada-ada saja padahal di tempat umum tapi bicara asal jeplak saja.
"Sabar sayang, kita kan sedang berusaha," jawab Reza sambil memilih-milih baju-baju bayi juga. "Rasanya ingin segera punya anak, mudah-mudahan Amel cepat hamil, apa aku yang tidak subur ya?" batin Reza dalam hatinya.
Amel mengangguk, kini mereka kembali melanjutkan belanja mereka dengan antusias dan tentunya mereka juga tidak sabar ingin segera mendapatkan bayi kecil di dalam perut Amel yang masih kosong.
Di rumah sakit, kini tinggal Raka dan Naya saja, Ratih, Evan dan Tania juga sudah pulang, Riko juga sedang di bawa ke ruang bayi oleh suster.
"Mas, kamu sudah memberikan kabar pada kedua orang tua kamu?" tanya Naya, rasanya ingin sekali bertemu dengan kedua mertuanya.
"Sudah sayang, mereka pasti akan datang, kamu tunggu saja ya!" jawab Raka, lalu memeluk Naya dengan penuh kasih sayang.
Kini Naya dan Raka sama-sama saling menatap, lalu mereka saling berciuman, sungguh dua sejoli ini memang sangat bahagia, apalagi sekarang mereka sudah menjadi orang tua, rasanya bahagianya itu lebih sekali.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia