Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Membawa rasa kecewa


__ADS_3

"Kalian sedang apa disini?" Tanya Tania dengan raut wajah terkejut.


Bian dan Evan sama-sama menatap Tania secara bersamaan, tatapan Bian dan Evan sama-sama begitu tulus pada Tania.


Tapi Tania malah menatap mereka berdua dengan tatapan bingung, apalagi melihat Bian dan Evan sama-sama membawa buket bunga mawar hanya bedanya Evan membawa buket bunga mawar merah sedangkan Bian membawa buket bunga mawar putih.


"Aku tidak sedang berulang tahun loh, tapi kenapa kalian membawa buket bunga?" tanya Tania, senyumnya begitu manis membuat Evan dan Bian meleleh menikmati senyum manis Tania.


"Tania, aku ingin menyatakan perasaanku padamu!" Jawab Bian dan Evan dengan kompak.


Tania tertawa, apakah kedua laki-laki yang ada di hadapannya ini? Janjian sampai-sampai mereka begitu kompak seperti ini.


"Kalian kompak sekali, haruskah aku menerima kalian berdua secara bersamaan?" Tanya Tania dengan nada meledek.


"Jangan, aku mau kamu pilih salah satu dari kita!" Kata Evan dengan tegas.


"Iya Nia, kamu harus pilih salah satu di antara kami!" Kali ini Bian sependapat dengan Evan.


Tania terdiam, siapa yang akan dia pilih di antara mereka berdua?


"Sejak pertama kali aku bertemu dengan Evan aku memang sudah menyukai Evan, tapi Bian aku hanya menganggap kamu sebagai sahabat aku saja," batin Tania dalam hatinya.

__ADS_1


"Baiklah, Bian aku minta maaf sebelumnya karena selama ini aku hanya menganggap kamu sebagai sahabatku saja tidak lebih, jika kamu menyukaiku selama ini, aku minta maaf karena aku tidak suka dengan kamu," jawab Tania tanpa basa-basi, sebagai seorang wanita yang sudah cukup usianya untuk menikah Tania hanya bersikap tegas karena tidak mau memberikan harapan palsu pada Bian.


Bian terlihat kecewa bahkan dia menjatuhkan buket mawar putih yang dia bawah di tangan dia. Sungguh hatinya saat ini hancur begitu hancur, cinta Tania yang selama ini dia nanti ternyata Tania hanya menanggap Bian sebagai sahabatnya saja.


Evan tersenyum, kali ini hatinya sedikit tenang. Tapi Evan juga takut di tolak oleh Tania, bisa hancur seperti Bian nanti.


"Nia, lalu bagaimana apakah kamu menerimaku?" tanya Evan dengan penuh keberanian.


Tania mengangguk pelan. "Iya aku menerima kamu Van, karena aku memang sudah menyukai kamu dari awal kita ketemu," jawab Tania yang lagi-lagi tanpa basa-basi, karena Tania berpikir kalau dirinya bukan anak kecil lagi.


Evan tersenyum bahagia, dia memberikan bunga mawar merah yang dia bawa pada Tania, Tania menerima bunga mawar merah itu.


Bian menyaksikan ini semua dengan tatapan tidak suka, sungguh kenapa harus Evan yang di terima?


Akhirnya Evan dan Tania resmi jadian hari ini. Evan langsung mengajak Tania untuk bertemu Raka dan Naya, kali ini Evan mau memamerkan kalau dirinya sudah resmi berpacaran dengan Tania.


Dengan raut wajah yang masih malu-malu, Evan mengandeng Tania menuju ke mobil dia untuk pergi ke kantor Raka.


Sesampainya di kantor Raka, Evan mengandeng tangan Tania dengan begitu mesra.


"Haruskah kita bertemu Raka dan Naya sekarang?" Tanya Tania dengan tatapan penuh keraguan.

__ADS_1


"Iya, mereka harus tahu tentang hubungan kita." Jawab Evan dengan begitu bahagia.


Sesampainya di depan ruangan kerja Raka, Evan mengetuk pintu ruangan Raka dengan tidak sabar.


"Tok...tok...tokkk...." suara ketukan pintu.


Raka berdecak kesal, baru saja mau membuka resleting celananya ini sudah ada yang mengetuk pintu ruangannya.


Buru-buru Raka membenarkan celananya, Naya juga langsung membenarkan pakainya yang sudah di acak-acak oleh Raka dari tadi.


"Iya sebentar!" Sahut Raka dari dalam ruangannya.


"Sedang apa sih, Raka ini?" Kata Evan tidak sabaran.


"Ceklek....." suara gagang pintu.


Melihat ternyata yang datang kakak iparnya bersama Tania, Raka agak mendengus kesal.


"Kalian di saat yang tidak tepat," batin Raka dalam hatinya.


"Tumben kak datang ke kantor, ada apa?"

__ADS_1


BERSAMBUNG 😂


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2