Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Erin panen duit


__ADS_3

"Mama.... 5 Miliar?!" Amel terkejut, lalu dia melihat ke arah Reza.


"Bagaimana, apa kamu sanggup?" tanya Erin dengan raut wajah meremehkan.


Reza mengangguk, dalam hatinya yang penting Amel bisa terlepas dari ibu tirinya yang kejam ini.


"Saya sanggup, tapi setelah saya memberikan uang itu, apakah anda mau berjanji pada saya?" tanya Reza dengan tatapan tajam, Erin yang begitu sombong dan jahat, Reza juga bisa melakukan hal yang sama.


"Katakan!" Pinta Erin, dia menyalahkan r*k*k yang sudah dia pegang di tangannya.


Amel menghela nafasnya dalam-dalam, entah darimana papanya ini bertemu dengan wanita seperti Erin ini? Selain Erin suka membawa laki-laki pulang kerumahnya kalau tidak ada papanya Amel, Erin juga ternyata mer*k*k dan meminum alkohol juga.


"Kita buat surat perjanjian, tanda tangan di atas materai!" tawar Reza, dia begitu santai tapi sangat tegas juga.


"Untuk apa?" Erin menatap Reza dengan tatapan tidak suka.


"Karena saya tidak mau anda menganggu Amel lagi," jawab Reza dengan tegas.


Reza langsung menulis surat perjanjian dengan syarat-syarat untuk Erin.


Jangan pernah ganggu Amel lagi.


Setelah Amel menikah denganku itu artinya Amel sudah tidak ada urusan lagi denganmu.

__ADS_1


Jangan pernah menghubungi Amel saat ada apa-apa atau butuh sesuatu!


Jika anda melanggar salah satu perjanjian ini makan anda harus siap mendekam di penjara.


Reza memberikan perjanjian tertulis itu, lalu memberikannya pada Erin.


"Tanda tangani ini, ingat jangan pernah macam-macam! Karena saya tahu semua keburukan anda dan tentang Hans." Tandas Reza, membuat Erin ternganga tidak percaya.


"Hans, siapa mas?" tanya Amel, yang memang tidak tahu tentang Hans.


"Bukan siapa-siapa sayang, sudah kamu jangan pikirkan semua itu! Selama kamu ada di dekat aku, wanita ini tidak akan pernah berani kepada kamu sayang," jawab Reza dengan begitu santainya.


Erin berdecak kesal dalam hatinya, sungguh dia berpikir darimana Reza tahu tentang Hans? Padahal kan Reza saja baru pertama kali bertemu dengan dirinya.


Hingga bapaknya Amel akhirnya menebus Erin dari bar itu, lalu menikahi Erin padahal waktu itu mama kandung Amel sedang sakit tapi bapaknya Amel juga tidak perduli, dia lebih memilih Erin bahkan dihari kematian mama kandungnya Amel, bapak Amel juga tidak ke pemakamannya dan memilih pergi berlibur bersama Erin ke luar kota.


Setelah mama kandungnya Amel pergi untuk selamanya, Amel tidak punya pilihan lain karena waktu itu Amel juga masih kecil makanya Amel menurut saja waktu diajak oleh papanya untuk tinggal bersama istri barunya yang tidak lain adalah Erin.


Tapi setelah kepergian mamanya juga Amel tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari sang papa dan papanya juga lebih percaya dengan Erin. Amel mengadu kalau Erin jahat pada dirinya, suka mukulin sang papa saja tidak percaya, hingga Amel hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang malang.


Erin terus menatap Reza dengan tatapan tidak suka. "Ternyata dia bukan orang sembarangan, bahkan dia bisa tahu tentang Hans," batin Erin dalam hatinya.


Erin akhirnya menandatangani perjanjian itu, bagi Erin yang penting bisa dapat uang 5 miliar dari Reza. "Biarkan gadis j*l*ng itu pergi dari sini yang penting aku panen duit," Erin tertawa dalam hatinya.

__ADS_1


"Sudah aku tanda tangani, mana berikan uangnya!" Erin menyerahkan kertas itu pada Reza.


"Tenang saja, akan saya berikan!" Reza menyakinkan Erin.


Erin tersenyum penuh kemenangan, lalu menatap Amel dengan tatapan sulit di artikan.


"Gadis j*l*ng, terimakasih sudah menghasilkan banyak uang untukku," kata Erin dengan judes.


Amel hanya diam, Reza tersenyum kali ini dia menatap Erin dengan tatapan yang sulit di artikan juga, entahlah Reza punya rencana apalagi?


"Mana....


"Tidak usah kawatir, saya akan siapkan cek dengan nominal 5 miliar," sambung Reza dan dia langsung memberikan cek itu pada Erin.


Erin begitu girang menerima cek dari Reza, Amel menatap Reza, rasanya ingin sekali menangis lagi-lagi dia melihat Reza seperti pahlawan bagi dirinya.


"Mas, ini terlalu banyak." Kata Amel dengan nada lembut.


"Tidak usah kawatir sayang, aku hanya ingin memberikan wanita itu pelajaran saja!" Bisik Reza, membuat Amel tidak mengerti apa yang di maksud oleh Reza?


Setelah urusannya selesai, Reza langsung mengajak Amel pulang ke rumahnya.


BERSAMBUNG 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 🙏


__ADS_2