
Setelah Amel pergi, Reza diam-diam memperhatikan Amel, entah apa yang akan terjadi?
Reza terus melihat Amel, mata Hellen juga akhirnya mengikuti arah mata Reza.
"Za, siapa yang kamu lihat?" tanya Hellen.
"Dari tadi Reza terus memperhatikan gadis cleaning servis itu, apa hebatnya dia? Padahal dia hanya seorang cleaning servis doang," batin Hellen dalam hatinya.
Hellen terlihat tidak suka karena dari tadi Reza terus memperhatikan Amel yang sedang duduk hingga berjalan pergi, Hellen tidak tahu saja kalau cleaning servis cantik itu adalah calon istrinya Reza.
"Dia salah satu cleaning servis di kantor ini, dia cantik ya." Jawab Reza, terukir senyum tulus di sudut bibir Reza yang begitu sulit di artikan oleh Hellen.
"Cantik darimana nya sih?" tanya Hellen ketus, tatapan wajahnya juga terlihat tidak senang saat Reza memuji kecantikan cleaning servis itu yang tidak lain adalah Amel.
__ADS_1
"Cantik dari semuanya," sahut Reza.
Sekita mood Hellen semakin jelek, bahkan dia juga merasa kesal pada Reza, padahal jelas kalau mereka itu hanya seorang teman tapi Hellen seperti menunjukkan rasa cemburunya pada Reza.
"Sudahlah, jangan membahas cleaning servis itu, lagian tidak penting sekali," celetuk Hellen dengan kesal.
Reza hanya tersenyum, mungkin bagi Hellen cleaning servis itu tidak lah penting, apalagi Hellen adalah gadis yang sombong dan dia juga terhitung suka memandang rendah orang lain, apalagi Amel yang hanya seorang cleaning servis pasti itu sangat rendah di mata Hellen dan tentunya Hellen menganggap gadis itu tidak akan cocok dengan Reza.
"Dia sangat penting bagiku." Reza tersenyum, tapi senyumannya itu tidak bisa di artikan oleh Hellen. "Maksudnya apa? Sangat penting, hanya seorang cleaning servis," batin Hellen dalam hatinya.
Raka dan Naya sama-sama geleng-geleng kepala ternyata mereka sudah berdiri lama dan tentunya mendengarkan obralan Hellen dan Reza biarpun tidak semuanya tapi yang paling belakang itu mereka mendengarnya.
Tiba-tiba Raka dan Naya sama-sama ikut bergabung di meja tempat Hellen dan Reza sedang makan siang bersama.
__ADS_1
"Apa ada yang salah dengan profesi sebagai cleaning servis? Lalu kamu bilang kalau Reza tidak pantas dengan gadis itu? Nona Hellen, lalu bagaimana dengan saya yang seorang bos perusahaan besar dan menikah seorang gadis biasa yang hanya berjualan kue, apakah itu tidak pantas juga?" tanya Raka, karena menurut Raka Hellen itu sangat keterlaluan.
Naya tersenyum dia tidak malu kalau suaminya mengatakan yang sebenarnya, lagian sebagai gadis penjual kue Naya juga tidak marah dan memang benar adanya.
"Nona Hellen, cinta itu tidak memandang harta dan tatah, apapun profesinya jika saling cinta maka mereka akan menerimanya apa adanya," sambung Naya dengan nada lembut.
Reza tersenyum sungguh bosnya dan istrinya ini memang benar cinta itu tidak memandang harta dan tatah.
"Tetap saja Reza tidak pantas dengan gadis cleaning servis itu, lagian kan Reza bisa mencari yang lain yang lebih pantas seperti aku ini, pasti aku akan cocok dengan Reza." Hellen dengan tidak tahu malunya mengatakan seperti itu di hadapan semuanya.
Reza hanya tersenyum, apalah dia yang hanya sekertaris? Tidak mungkin juga suka dengan Hellen, apalagi Reza tahu seperti apa keluarga Hellen? Jika ada laki-laki miskin yang mendekati Hellen itu pasti mereka tidak akan suka sama sekali dan pasti akan berusaha memisahkan Hellen dengan laki-laki yang dekat dengan dirinya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia