Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Puasa berat


__ADS_3

Sesampainya di rumah Raka mengetuk pintu rumahnya tapi yang membukakan pintu bukan Naya melainkan salah satu Art baru di rumahnya.


"Pak Raka..." sapanya dengan sopan.


"Iya Lastri, saya masuk dulu ya," pamit Raka dan langsung berlalu pergi meninggalkan Lastri yang masih berdiri di dekat pintu.


Lastri mengangguk, biarpun baru beberapa hari kerja dirumah Raka, Lastri paham kalau Raka itu sangat bucin pada istrinya.


Lastri menutup pintu rumah, lalu dia kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.


Sesampainya di depan pintu kamarnya, Raka langsung membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, karena ingin membuat Naya terkejut.


Raka membuka pintu kamarnya dengan hati-hati agar tidak bersuara, lalu kembali menutup pintu kamarnya dengan hati-hati lagu.


Naya yang sedang fokus dengan buku novelnya, dia tidak sadar kalau pintu kamar terbuka, dia malah senyam-senyum karena sangking menghayati bacaan demi bacaan yang dia sedang baca.


"Laki-laki di novel ini sangat romantis."


"Lihat, dia memperlakukan wanitanya dengan begitu manis."


Naya berbicara sendiri, sungguh karena membaca novel membuat Naya seperti orang yang tidak waras.


"Tapi di novel ini laki-lakinya tidak sebucin Mas Raka kan...." celetuk Raka, yang sudah berbaring di belakang Naya sambil memeluk Naya dengan lembut.


Merasakan sentuhan tangan suaminya, Naya langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke Raka, kini mata keduanya saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


"Mas Raka, kok sudah pulang?" tanya Naya, terlihat matanya berbinar senang.


"Sayang, kamu bilang kamu merindukan mas, jadi mas langsung pulang." Jawab Raka, mata Raka menatap Naya dengan lembut, lalu bibir sexynya itu mencium kening Naya pelan.


"Kan bisa pulang nanti mas, kalau sudah waktunya pulang." Naya mengelus pipi Raka dengan tangannya.


Raka hanya tersenyum kecil, bagaimana bisa dia pulang nanti-nanti apalagi di saat sang istri sudah mengatakan kata-kata rindu, jadi biarpun harus terbang dari Kutub Utara pasti Raka akan terbang.


"Tidak ada nanti sayang, kamu sudah makan?" tanya Raka, sambil membelai-belai pipi Naya dengan jari-jarinya.


Naya mengangguk pertanda dia sudah makan, senyum Raka seketika menjadi m*s*m.


Tiba-tiba Raka mencium pipi Naya dengan lembut, lalu beralih ke bibir mungil Naya, Naya masih diam saja tapi berusaha menikmati sentuhan demi sentuhan dari suaminya.


"Inilah, kalau aku bilang rindu pasti ujung-ujungnya di garap juga," batin Naya dalam hatinya.


Naya menggelidik jijik tapi inilah suaminya, bucinnya akut, m*s*mnya juga jangan di tanyakan lagi.


"Ini masih jam berapa mas? Tunggu malam saja," tawar Naya. Senyumnya merayu tapi Raka menggelengkan kepalanya.


"Mas...."


"Nay, setelah kamu melahirkan nanti mas akan menjalani puasa yang sangat berat jadi mas...."


"Tunggu mas, puasa yang berat, maksudnya puasa gimana?" tanya Naya, kebiasaan lemot Naya kumat.

__ADS_1


"Setelah kamu melahirkan nanti, mas harus menahan nafsu, mas harus sering berperang sendirian di dalam kamar mandi, mas harus jauh-jauh dari kamu agar mas tidak hilaf dan mas pasti tidak tahu akan kuat atau tidak?" jelas Raka, Naya hanya mengangguk entah Naya itu mengerti atau tidak penjelasan dari suaminya itu?


"Aku baca novel setelah melahirkan laki-laki akan berpuasa 40 hari, itu berati Mas Raka juga akan melakukan puasa itu," batin Naya dalam hatinya.


Naya tercengang dia sibuk dengan pikirannya sendiri, Raka paham pasti istrinya ini belum terlalu mengerti akan hal seperti ini.


"Mas...."


"Sayang, mas mau minta jatah ya..." rengek Raka, tanpa menunggu persetujuan dari Naya, Raka langsung melakukan aksinya.


Raka mencium bibir Naya dengan lembut, perlahan-lahan ciuman itu semakin panas dan tentunya membuat nafsu kedua sama-sama bergej*l*k.


"Ahhh mmmmm....." Naya mend*s*h, menikmati ciuman hangat dari Raka, jari-jari Raka juga mulai nakal.


Raka mengg*s*k-g*s*kan jarinya di bagian rumah siput Naya, membuat Naya semakin mend*s*h penuh nikmat.


"Ahhh mas....ini enak sekali....." Naya semakin kelimpungan membuat Raka tersenyum senang.


"Mau menunggu nanti malam, baru di sentuh sedikit saja sudah mend*s*h seperti itu, aku akan memasukkan adik kecilku agar Naya semakin keenakan," batin Raka dalam hatinya.


Setelah lelah dengan aktivitasnya, Raka langsung mengarahkan miliknya ke milik Naya dan mem*s*kannya pelan-pelan, Raka mengeluar m*s*kan miliknya dengan lembut, lalu semakin kencang hingga terdengar bunyi d*citan yang membuat Raka semakin liar.


Raka dan Naya memadu kasih di siang hari, Naya yang awalnya meminta malam hari nanti tapi ujung-ujungnya Naya malah minta lebih dari sekali permainan.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2