
Pagi yang cerah, hari ini Naya ikut Raka ke kantor. Karena Naya tidak mau sendirian di rumah, hari juga adalah jadwal periksa Naya Ke Dokter kandungan.
Naya sudah rapi dengan dress hamilnya yang bewarna putih, Raka juga sudah tampan dengan setelan jas warna hitamnya.
"Sayang, kamu cantik sekali. Membuat mas malas berangkat kerja dan maunya di kamar saja," Raka memeluk Naya dari belakang dengan mesra.
Sungguh suaminya ini, masih pagi pikirannya sudah mesum.
"Mas mesum ih." Omel Naya dengan manja.
"Mesum sama istri sendiri ini, apa salahnya? Sayang, ke kamar sebentar yuk!" Ajak Raka, seperti biasa Raka sudah tidak tahan dan ingin segera mencangkul milik Naya.
Naya paham sebentarnya Raka itu tidak 5-10 menit tapi bisa setengah jam lebih, bahkan kadangkala minta lebih. Jika menuruti sang suami, pasti Raka akan terlambat ke kantor.
"Nanti malam saja mas," kata Naya tangannya merangkul manja, berharap suaminya tidak marah pagi ini.
Raka mengangguk, baiklah kali ini dia menuruti apa kata sang istri. Tapi nanti tidak tahu, apa yang akan terjadi? Apalagi kalau sudah pingin milik Raka terus meronta-ronta tidak sabaran pingin nusuk.
"Jangan marah!" Pinta Naya dengan nada manja.
"Baiklah, mas tidak akan marah. Tapi kamu harus cium mas disini, disini dan disini," kata Raka sambil menunjukkan bagaian mana saja yang harus Naya cium.
Akhirnya Naya menuruti apa kata suaminya, dia menghujani Raka dengan banyak ciuman.
Setelah selesai, Raka langsung mengajak Naya berangkat ke kantor. Di perjalanan menuju kantin, Naya hanya diam sambil memejamkan matanya.
"Kamu ngantuk sayang?" Tanya Raka, sambil fokus menyetir.
"Tidak mas, kecebong kita sedang manja saja pingin di elus-elus terus," jawab Naya tangannya dengan lembut mengelus-elus perutnya yang sudah terlihat agak buncit.
Raka tersenyum, kecebong kecilnya ini bisa saja, tidak mau kalah dengan sang papa yang juga sangat manja sama mamanya.
"Kelak kalau kamu sudah lahir nak, saingan terberat papa adalah kamu," batin Raka dalam hatinya, tapi hatinya begitu bahagia karena dia akan segera menjadi seorang papa.
__ADS_1
Sesampainya di kantor, Raka memarkirkan mobilnya lalu dia turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Raka memapah Naya dengan hati-hati, kini keduanya bergandengan mesra masuk ke dalam ruangan Raka.
"Kak Reza..." panggil Naya, membuat Reza yang sedang berjalan menghentikan langkah kakinya. "Naya..." gumamnya dalam hati.
"Iya Naya..?" sahut Reza, tapi langsung di tatap tajam oleh Raka. "Nyonya Naya, jangan berani menyebut Naya hanya dengan sebutan nama saja!" Raka menatap Reza penuh dengan ancaman.
Reza mengangguk, dasar bosnya ini cemburuan sekali.
"Mas..." Naya mencubit lengan tangan Raka dengan pelan.
"Apa?" Jawab Raka, tapi Naya malah tersenyum pada Reza.
"Kak Reza, bagaimana kabarnya?" Tanya Naya.
"Baik Nay, oh iya aku sedang dekat dengan seorang gadis. Doain ya biar aku bisa jadian sama dia, aku sangat kesal suamimu ini terus curiga padaku, takut sekali aku akan mengambil kamu dari dirinya," kata Reza dan Naya tertawa kecil.
Raka menahan rasa kesalnya, berani sekali Reza mengatakan hal seperti itu pada Naya.
Reza tahu, pasti bosnya ini mau berbuat mesum dengan istrinya makanya melarang Reza untuk masuk ke dalam ruangannya.
"Dasar, bos otak mesum!" Gerutu Reza dalam hatinya.
Raka dan Naya berlalu pergi dari hadapan Reza, sesampainya di ruangan Raka langsung mengunci pintu ruangan.
Kini Raka langsung merebahkan Naya di sofa yang ada di ruangannya, Naya menatap sang suami dengan tatapan kesal, tapi bibir Raka dengan nakal malah ******* bibir Naya dengan lembut. "Mas....kita di kantor," kata Naya dia mendorong suaminya agar tidak berbuat lebih.
"Memangnya kenapa? Aman sayang, ini kantor mas!" Raka malah membuka kancing baju Naya, hingga g*n*ng kem*b*r Naya terlihat.
"Mas, mau apa?" tanya Naya, sebelum Raka benar-benar melakukan aksinya.
"Pingin n*n*n sayang, mas dari tadi sudah kepingin sekali," kata Raka dan tangannya menyusup masuk ke dalam b** Naya, kini dengan lembut tangannya memainkan p*t*Ng Naya.
__ADS_1
Naya hanya menikmati permainan suaminya, merasakan tekanan demi tekanan tangan Raka, Naya akhirnya mengeluarkan d*s*h*n manja.
Raka tersenyum, bahkan dia mulai mer*m*s s*s* Naya agak kencang. Membuat d*s*h*n Naya semakin terdengar.
"Itukan, kamu juga kepingin, buktinya kamu mend*s*h manja." Raka tersenyum jail.
Lagian di r*ngs*ng siapa yang tidak tergoda? Dasar Raka ini jail sekali dengan istrinya, mentang-mentang istrinya begitu polos, dia begitu pintar menggodanya.
Raka mulai mendekatkan bibirnya ke p*t*ng Naya yang menyembul keluar, lalu dengan pelan Raka mengh*s*p p*t*ng itu. Raka meny*d*tnya dengan begitu nikmat, membuat Naya merasakan nikmat tersendiri.
Kini mereka melanjutkan pergelutan mereka sampai tuntas, hingga Naya terkapar lemas dan Raka tersenyum puas.
Mereka akhirnya mandi berdua di kantor, dasar kedua pasangan konyol di kantor saja sama-sama tidak bisa menahannya.
******
Di kediaman Elina, Elina hanya diam dia memikirkan nasibnya ke depannya akan seperti apa?
"Mas Rio, kemana kamu yang dulu?"
"Kenapa, sekarang kamu begitu berubah?"
Elina menangis, mengingat Rio yang dulu begitu hangat tapi sekarang berubah dan Rio yang sekarang bukan Rio yang Elina kenal dulu.
"Apa aku harus meminta bercerai dengan dia?" Elina bertanya pada dirinya sendiri.
Elina saat ini sedang sedih, bahkan sangat menyesal dengan pilihannya yang dia buat.
Tanpa memikirkan perasaan Elina, Rio berani membawa wanita j*l*ngnya ke rumahnya, bahkan Rio berani bercinta di atas ranjang tempat tidur miliknya dan Elina.
Sungguh Elina tidak habis pikir, tapi Elina hanya bisa diam dan berharap punya kekuatan untuk melawan Rio, agar Rio tidak sewenang-wenang pada dirinya.
Entah apa yang akan Elina lakukan selanjutnya?
__ADS_1
BERSAMBUNG 😁
Terimakasih para pembaca setia 😊