Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Raka begitu gesit


__ADS_3

Reza dan Evan langsung pergi menuju ke rumah sakit untuk segera menemui Raka, untuk memberitahu semuanya agar Hellen cepat-cepat di berikan hukuman yang setimpal dan tentunya tidak menjadi uler keket lagi di antara Reza dan Amel.


Reza melajuka mobilnya dengan kecepatan tinggi, rasanya ingin buru-buru sampai di rumah sakit.


Sedangkan di kamar hotel Amel dan Tania hanya duduk di atas ranjang, mereka terus memikirkan suami-suami mereka berharap semuanya baik-baik saja.


Di depan pintu hotel juga ada dua penjaga yang di suruh Reza dan Evan untuk menjaga istri-istri mereka.


"Amel, kamu baik-baik saja kan?" tanya Tania, dari tadi Amel hanya diam seperti patung.


"Aku baik-baik saja Kak Nia, tapi rasanya takut sekali," jawab Amel dengan nada pelan.


"Jangan takut, suami-suami kita sedang mengurus semuanya," pinta Tania lalu Tania membawa Amel masuk ke dalam pelukannya berharap dengan cara ini Amel lebih tenang.


Amel hanya mengangguk, dia juga memeluk tubuh Tania dengan erat.


"Apa ini ada sangkut pautnya dengan Hellen? Jika benar, dia benar-benar wanita jahat," batin Amel dalam hatinya.


Setelah beberapa lama Tania menyuruh Amel untuk istirahat dan akhirnya mereka berdua sama-sama membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, dengan perasaan tidak tenang apalagi suami-suami mereka tidak ada yang menelpon atau mengirim pesan karena terlalu sibuk dengan urusan mereka.


Di rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Evan dan Reza langsung menuju ke ruangan tempat Naya di rawat. Sesampainya di depan ruangan itu Reza langsung mengetuk pintu.


"Tok...tok....."


"Masuklah...!!"

__ADS_1


Reza membuka gagang pintu, lalu Reza dan Evan masuk ke dalam.


Melihat Naya yang masih terbaring di atas ranjang pasien, hati Evan rasanya sedih sekali sebagai seorang kakak.


"Naya, kamu harus jadi wanita yang kuat ya! Kamu harus kembali sehat," batin Evan dalam hatinya.


"Naya...."


"Naya baik-baik saja kak, dia hanya terpengaruh obat tidur agar istirahat," jelas Raka, karena Raka tahu tatapan mata Evan begitu kawatir pada Naya.


Evan tersenyum, bersyukur adiknya dan calon ponakannya baik-baik saja.


Kini mereka bertiga duduk di sofa, tatapan mata mereka begitu serius.


"Bagaimana?" tanya Raka dengan cepat.


Seketika Raka mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, berani sekali Hellen melakukan hal yang hampir membuat nyawa Naya melayang.


"Kita selesaikan semuanya malam ini juga, aku tidak mau menunggu sampai besok," tegas Raka dengan tatapan penuh amarah.


"Lalu Naya, dia belum sadar, haruskah..." Evan menghentikan kata-katanya.


"Kak Evan, aku akan menyuruh Kakak ipar dan Amel datang kesini untuk menjaga Naya, aku akan menyuruh orang suruhanku untuk pergi menjemput mereka, di rumah sakit juga akan di jaga ketat oleh orang-orang suruhanku, jadi Kak Evan tidak usah kawatir," jelas Raka dan Evan mengangguk setuju, Reza juga mengangguk setuju.


Akhirnya Raka langsung menelpon beberapa orang suruhannya, hingga beberapa lama orang-orang suruhannya juga sampai di depan ruangan rawat Naya.


Raka langsung memberikan tugas pada mereka semua, setelah selesai memberikan tugas, Raka langsung mengajak Evan dan Reza pergi ke rumah Hellen.

__ADS_1


Reza lagi-lagi menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Bos, apa yang akan kita lakukan pada Hellen?" tanya Reza sambil menyetir dan fokus melihat jalanan.


"Kamu lihat saja, nanti kamu akan tahu, apa yang akan aku lakukan pada Hellen?" jawab Raka dengan penuh teka-teki.


Reza dan Evan hanya mengangguk, Raka ini bukannya menjawab pertanyaan dengan jelas ini malah memberikan teka-teki yang sulit di tebak.


Entah apa yang sudah Raka lakukan tanpa sepengetahuan Reza dan Evan.


Sesampainya di depan rumah Hellen, mereka bertiga turun dari dalam mobil, betapa kaget nya mereka melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.


"Bos....?!"


"Apa kamu terkejut? Jika aku tidak melakukan ini, aku yakin pasti wanita jahat itu sudah kabur dari rumahnya," jelas Raka membuat Reza dan Evan mengangguk kagum.


Ternyata Raka gesit juga, entah apa yang sudah di lakukan Raka hingga membuat Reza dan Evan sama-sama kagum?


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


Baru pulang kerja, ini langsung nulis dan update, lanjutin besok lagi ya kakak-kakak semuanya 🙏


Ayo mampir ke karya-karya Author yang lainnya kakak-kakak semuanya 🙏


__ADS_1


__ADS_2