
"Dasar Mas Raka tidak jelas...." gumam Naya, lalu menaruh ponselnya di atas nakas dekat tempat tidur kembali.
Setelah menutup telpon tanpa berpamitan dari istrinya, Raka langsung bergegas pulang karena tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang istri tercinta terlebih lagi Raka tiba-tiba merindukan kecebong kecilnya yang masih ada di dalam perut Naya.
"Sayang, mas pulang.....!!" Raka berbicara sendiri sambil senyam-senyum seperti orang tidak waras.
Raka menyalakan mesin mobilnya, lalu melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama akhirnya Raka sampai di rumah, Raka langsung turun dari dalam mobilnya, lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Pak Salim..." sapa Raka kepada salah satu satpam rumahnya.
"Iya pak, sudah pulang pak," sahut Pak Salim.
"Sudah pak, saya masuk dulu ya pak." Raka meninggalkan Pak Salim yang sedang jaga di depan rumahnya.
Pak Salim hanya geleng-geleng kepala, dia tahu kalau Raka pulang tiba-tiba pasti karena istrinya.
"Dasar bos bucin..." gumam Pak Salim, lalu kembali fokus dengan pekerjaannya yaitu menjaga rumah Raka Kumara.
"Nayaaa....!!!"
"Sayang, mas pulang....!!"
__ADS_1
Raka mencari-cari Naya di setiap sudut ruangan terutama ruang keluarga tapi tidak ada juga.
"Pak Raka, Nyonya Naya ada di kamarnya," kata Susi yang sedang berjalan mau menuju ke depan.
Raka mengangguk, lalu dia langsung pergi menuju ke kamarnya.
Sesampainya di kamar Raka melihat Naya sedang rebahan sambil membaca buku novel.
"Buku novel terus di pegang, sekarang giliran mas yang harus kamu pegang sayang!" tiba-tiba Raka megambil buku novel itu dari tangan Naya.
Naya terkejut kapan suaminya pulang? Tidak ada suara, tidak mengetuk pintu tiba-tiba Suaminya sudah ada di sampingnya, apa karena Naya mengatakan jika dirinya merindukannya? Makanya Raka langsung pulang seperti biasanya.
"Mas Raka, kapan pulang?" tanya Naya bingung.
Seketika Naya geleng-geleng kepala, dasar suaminya ini memang laki-laki terbucin di dunia ini.
"Mas, kamu kan harus kerja," kata Naya.
"Tidak ada yang berani memecat mas, lagian mas ini bosnya." Sahut Raka, membuat Naya tidak bisa berkata-kata apalagi.
Setelah berbincang panjang lebar, akhirnya berujung dengan pergulatan panas di atas ranjang tempat tidur, karena Raka juga sangat merindukan kecebong kecilnya yang ada di dalam perut istrinya.
Bahkan kali ini Raka melakukan lebih dari sekali, karena dia tahu setelah Naya lahiran nanti pasti dirinya harus menahan nafsu ya bisa di bilang harus puasa selama 40 hari.
__ADS_1
Setelah lelah dengan pekerjaannya di atas ranjang, Raka enggan bangun dan memilih tidur sambil memeluk istrinya.
*****
Reza yang baru saja mendapatkan hadiah mobil baru, dia langsung pergi mengajak Amel jalan-jalan keliling kota untuk menikmati mobil barunya.
"Bos Raka baik sekali ya mas, bahkan dia memberikan kado mobil untuk pernikahan kita," kata Amel dengan penuh rasa syukur.
"Iya sayang, Bos Raka memang baik, oh iya bagaimana kalau kita pergi belanja dan malam ini kita ajak Kak Evan dan Tania pergi ke rumah Bos Raka?" jawab Reza sambil fokus menyetir.
"Boleh mas, sekalian kita makan malam bersama." Amel begitu antusias, Amel juga sangat bahagia.
Akhirnya Reza mengajak Amel untuk belanja untuk dibawa ke rumah Raka dan Naya nanti malam.
Entah apa yang akan terjadi nanti malam?
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
Mampir yuk kakak-kakak ke karya-karya Author yang lainnya 🙏
__ADS_1