
Hari demi hari berlalu, Naya yang sudah mulai membaik keadaannya, Naya juga sudah mulai aktif beraktivitas lagi. Tapi akhir-akhir ini Naya lebih sering duduk, nonton tv, baca novel dan tentunya lebih sering diam di dalam kamar karena Raka melarangnya melakukan sesuatu yang membuat Naya lelah.
Bahkan Naya ke dapur saja Raka tidak boleh, sekarang apa-apa keperluan Naya di siapkan oleh Art khusus yang melayani Naya.
"Mama sudah pulang, Mas Raka sudah berangkat kerja, entah aku ini mau ngapain?" tanya Naya pada dirinya sendiri, rasanya bosan sekali karena hanya menghabiskan waktu di atas kasur saja.
Naya beranjak dari tempat tidurnya, lalu dia berjalan keluar dari dalam kamarnya.
"Nyonya mau kemana?" tanya Sita, yang tidak lain adalah Art yang di khususkan untuk menjaga Naya dan menyiapkan apapun yang Naya minta.
"Sita, aku bosan sekali di kamar, makanya aku keluar," jawab Naya dengan nada malas.
Sungguh suaminya ini memperlakukannya dengan sangat berlebihan, membuat Naya bosan dan tentunya tidak tahu harus berbuat apa dan melakukan apa?
"Tapi Nyonya, tadi Pak Raka berpesan pada saya kalau Nyonya tidak boleh keluar-keluar dari kamar," jelas Sita tapi Naya malah melihat Sita dan tersenyum simpul pada Sita.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menonton televisi di ruang tengah saja. Ayo kamu mau kan temanin aku, sambil mengobrol?" ajak Naya dengan nada lembut.
Akhirnya Naya dan Sita menonton televisi bersama sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.
__ADS_1
"Nyonya, mau saya buatkan cemilan yang lain?" tanya Sita.
"Tidak Sit, ini masih banyak cemilan, kamu makanin lah jangan malu-malu, anggap saja rumah sendiri!" jawab Naya, betapa senang hatinya Sita mempunyai majikan seperti Naya yang begitu baik.
Sita mengangguk, dia juga ikut makan cemilan, Sita juga duduk di sebelah Naya, tadinya Sita mau duduk di bawa tapi Naya melarangnya karena bagi Naya biarpun Sita seorang Art tapi Naya tidak mau membeda-bedakan bagi Naya semua manusia itu sama saja yang membedakan hanya kaya dan miskin saja. Lagian sebelum menikah dengan Raka, Naya juga hanya orang biasa kerjaan Naya setiap hari berjualan kue keliling.
*****
Jam menunjukkan pukul 2 siang, Raka dan Reza baru saja selesai meeting, kini mereka berada di ruangan Raka.
Reza terlihat tidak semangat, bahkan dia hanya menyandarkan kepalanya di sofa, entah ada apa dengan Reza ini?
"Za, apa ada masalah?" tanya Raka, yang di jawab anggukan oleh Reza.
Reza terdiam, entah apa yang sedang di pikirkan oleh manusia satu ini?
"Hey b*d*h, kenapa malah diam?" tanya Raka, terlihat begitu geram.
"Bos, aku hanya sedang memikirkan masalah pernikahanku saja, Amel tiba-tiba minta di undur bos," jelas Reza benak matanya terlihat tidak senang.
__ADS_1
Raka langsung menatap Reza dengan tatapan begitu serius.
"Apa terjadi sesuatu di antara kalian? Apa kalian kekurangan biaya? Atau ada masalah apa?" tanya Raka, seperti biasanya Raka begitu bawel.
"Entahlah bos, sekarang saya galau bos, rasanya ingin bertemu Amel dan bertanya kenapa tiba-tiba minta di undur?" jawab Reza, kali ini perasaannya begitu tidak tenang.
"Kamu itu kenapa sayang? Apa mas berbuat salah? Tapi apa, salah aku?" hati Reza terus bertanya-tanya.
"Tunggu apalagi? Segeralah temui Amel! Ingat jika masalah biaya yang kurang, kamu harus katakan padaku!" Kata Raka, Raka menarik tangan Reza dan langsung menyuruh Reza keluar dari dalam ruangannya.
Setelah Reza keluar dari dalam ruangannya, Raka terdiam."Mudah-mudahan hubungan mereka baik-baik saja," doa Raka dalam hatinya.
Dengan langkah kaki yang cepat Reza langsung buru-buru pergi ke dapur kantor untuk segera bertemu dengan Amel.
"Amel....." Reza melihat Amel sedang duduk sambil bengong, Amel terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu, entah itu apa?
"Mass....Reza..." Amel ternganga, matanya terlihat enggan menatap Reza. Entah Amel ini sedang kenapa?
Reza berjalan mendekati Amel tapi Amel hanya menunduk kepalanya, membuat Reza semakin bingung.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia