
"Nanti kamu akan tahu," jawab Raka sambil tersenyum penuh arti.
Entah Raka itu mau mengajak Naya kemana?
Raka menghentikan mobilnya di depan butik pakaian pengantin yang begitu mewah. Naya ternganga tidak percaya ini pertama kalinya dirinya melihat butik semewah yang ada di hadapannya.
"Mas....."
"Ayo kita fitting baju pengantin! Dan sekalian kamu pilih mau seperti apa pernikahan kita nanti?" Raka menatap Raka sambil tersenyum.
"Yang sederhana saja mas," jawab Naya malu-malu.
"Tidak, dulu mas menikah dengan mantan istri mas dengan mewah. Maka dengan kamu juga harus mewah," tutur Raka. Wajah Naya agak cemberut, iya mungkin dia cemburu tapi tidak mau bilang.
"Baiklah, lakukan yang menurut mas baik saja. Naya ikuti mas saja," jawab Naya dengan nada lembut.
"Haruskah membahas mantan istrinya?" Batin Naya dalam hatinya.
Raka mengajak Naya masuk ke dalam butik itu. Naya tampak ragu-ragu tapi tangan kekar Raka terus menggenggam tangan Naya.
"Tuan Raka, ada yang bisa saya bantu?" Tanya salah satu pelayan dengan sopan.
"Nona, tolong cari gaun pengantin yang cantik untuk calon istri saya!" Jawab Raka dengan sopan.
"Mari Nona, ikut dengan saya!" Dua pelayan mengandeng tangan Naya menuju masuk untuk mencoba gaun pengantin.
Raka duduk di salah satu sofa, dia tidak sabar melihat Naya tampil cantik di hadapannya.
"Tunggu, bukankah itu Tuan Raka?"
"Iya, dia akan menikah lagi. Lihat calon istrinya begitu cantik dan masih muda!"
"Baguslah, lagian aku juga tidak suka dengan mantan istrinya Tuan Raka, dia begitu sombong dan sangat angkuh."
"Kalau yang sekarang, dia terlihat polos dan sepertinya masih sangat muda."
"Beruntunglah gadis muda yang mendapatkan dudanya Tuan Raka."
__ADS_1
Para pelayan di butik itu saling berguncing tentang Raka dan mantan Raka yang dulu. Seluruh pelayan butik disitu semuanya mengenal Raka, apalagi yang punya butik juga teman kuliah Raka dulu. Jadi Raka selalu berlangganan di butik itu setiap kali ada acara apapun.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Naya keluar dengan menggunakan baju pengantin berwarna putih yang begitu cantik, Raka ternganga matanya tidak berkedip sedikit pun.
"Cantik sekali," gumam Raka dengan lirih.
"Mas, bagaimana dengan gaun pengantin yang ini?" Tanya Naya, wajahnya terlihat malu-malu bahkan sudah merah seperti kepiting rebus.
Raka terus menatap Naya, bahkan Raka saja sampai tidak mendengar pertanyaan dari Naya sangking terpesonanya dengan kecantikan Naya.
"Mas...." panggil Naya dengan lembut.
"Mas Raka ini di tanya malah diam saja," gerutu Naya dalam hatinya.
Naya berjalan menghampiri Raka, lalu dia berdiri tepat di hadapan Raka.
"Mas, kenapa diam saja? Bagaimana gaunnya, cantik tidak?" Tanya Naya kali ini dengan nada agak keras.
Raka tersenyum simpul, dia langsung salah tingkah sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Maaf Nay, tadi mas... sudahlah lupakan!"
"Raka, kamu ini kenapa?" Tanya Raka dalam hatinya.
"Mas, Naya tanya apakah gaun ini cantik?" Tanya Naya kali ini sambil tersenyum manis.
"Orangnya juga cantik," jawab Raka. Seketika mata Naya membulat sempurna dasar calon suaminya ini, di tanya apa jawabnya apa?
"Mas Raka, serius lah!" Rajuk Naya, dia memasang wajah agak bete.
Raka tersenyum, lalu dia berdiri tepat di hadapan Naya. Kini tangannya sudah memegang kedua pipi Naya.
"Gaunnya cantik, orangya lebih cantik." Kata Raka yang akhirnya membuat Naya tersenyum malu-malu.
"Naya sudah cantik dari lahir, mas." Canda Naya dengan begitu jail.
"Baiklah, calon istri mas paling cantik." Kata Raka, lagi-lagi tatapan mata Raka begitu dalam pada Naya.
__ADS_1
Setelah beberapa lama, akhirnya mereka selesai melakukan fitting baju pengantin. Kini Raka mengajak Naya jalan-jalan ke sebuah mall untuk berbelanja keperluan Naya.
Raka melajukan mobilnya menuju ke mall, sesampainya di mall Raka mengajak Naya ke toko baju, toko tas dan lain-lain.
"Beli apapun yang kamu mau!" Kata Raka dengan nada lembut.
"Mas, ini terlalu berlebihan nanti uang mas habis," jawab Naya. Naya tidak mau kalau Raka sampai menganggap dirinya itu matre.
"Tidak akan, pilih saja! Atau mas yang pilihkan," tanya Raka dengan nada lembut.
Akhirnya Raka yang memilihkan semua keperluan Naya dan Naya hanya mengekor di belakang Raka.
Mereka terlihat bahagia, Naya juga sangat bersyukur di pertemukan dengan laki-laki sebaik Raka.
"Mas jangan yang warna ungu, warna pink aja!" Naya menolak dress yang Raka pilihkan karena tidak suka dengan warna ungu.
Raka mengambil satu dress warna pink, mereka terus berjalan memilih-milih dress cantik untuk Naya pakai sehari-hari nanti saat sudah menyandang gelar sebagai Nyonya Kumara.
Tatapan mata terlihat tidak suka melihat Naya dan Raka terlihat begitu bahagia.
"Mas Raka....!!"
Raka menoleh, ketika melihat yang memanggilnya Raka langsung mendengus kesal.
"Wanita itu siapa mas?" Tanya Naya penasaran.
BERSAMBUNG 🤗
Terimakasih para pembaca setia 😘
Ini visual menurut Author, kalau buat kakak-kakak semuanya bisa ya membayang kan visual sesuai yang kalian suka 🙏🙏
Visual Ainaya Putri.
Visual Raka Kumara.
__ADS_1