
Raka membereskan meja kerjanya, setelah selesai Raka, Naya, Evan dan Tania, mereka langsung berangkat menuju ke salah satu mall terdekat dari kantor Raka.
Sesampainya di mall, mereka semua langsung menuju ke toko pakaian wanita hamil, Evan dan Tania hanya mengikuti Raka dan Naya.
"Ka, apa harus ke toko pakaian wanita hamil dulu? Kenapa, kita tidak pergi cari sepatu dulu saja," protes Evan.
"Kak, pakaian hamil Naya lebih penting. Sepatu aku sudah terlalu banyak di rumah," jawab Raka. Yang sibuk memilihkan baju hamil untuk Naya, yang menurut dirinya cocok.
"Van, sudahlah! Kita mengalah saja, jika kita meladeni Raka maka urusannya akan begitu panjang seperti kereta jalan," kata Tania sambil memegang tangan Evan dengan mesra.
Evan mengangguk mengerti, Evan dan Tania juga akhirnya mengikuti Raka dan Naya yang sedang memilih pakaian hamil.
"Sayang, kamu duduk saja! Nanti, kamu kacapean, aku tidak mau kamu terlalu capek, nanti kalau kaki kamu sakit bagaimana?" Raka begitu bawel, membuat Naya agak kurang nyaman, tapi inilah suaminya apa-apa sukanya berlebihan.
Evan dan Tania sama-sama menggelengkan kepalanya, sungguh melihat dua sejoli itu mereka merasa kesal tapi juga ada rasa baper di hati Tania.
__ADS_1
"Lihat mereka!" Cetus Evan malas.
"Biarkan saja! Raka sedang menunjukkan perhatiannya pada Naya," sahut Tania sambil tersenyum.
Raka membeli pakaian hamil beberapa setel, Naya sudah bilang kalau ini semua sangat berlebihan, tapi inilah Raka selalu saja seperti ini dia mending membeli apa-apa berlebihan daripada harus kurang.
"Kak Evan, ini kakak tadi katanya mau bayarin. Lumayankan, jadi menghemat pengeluaran aku," kata Raka sambil tersenyum jail pada Evan.
Evan dan Raka sama-sama pergi ke kasir, sedangkan Naya dan Tania duduk sambil menunggu Evan dan Raka yang masih di kasir.
Evan hanya bisa tersenyum senang, biarpun harus mengeluarkan kocek yang lumayan besar, tapi bagi Evan ini bukan apa-apa apalagi buat Naya sang adik tersayangnya.
Tania mengingat dulu waktu Raka masih Elina, seperti tidak sebucin dengan Naya, berati Naya adalah gadis yang benar-benar Raka cintai.
"Sudah jodoh Dok, kadang aku sendiri juga kesal, apalagi Mas Raka itu suka bersikap berlebihan, tapi ya mau bagaimana lagi aku percaya itu semua untuk kebaikan aku," jawab Naya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sudah selesai, sekarang kita mau kemana lagi? Hari ini kakak bayarkan semua yang kalian mau," kata Evan pada Naya dan Raka.
Naya dan Raka sama-sama tersenyum, tapi Wajah cantik Tania terlihat cemberut, karena tidak dapat jatah juga dari Evan.
"Hanya mereka berdua, apa aku tidak?" Tania merajuk manja, membuat Evan tersenyum simpul lalu mengacak-acak rambut Tania dengan lembut.
"Baiklah, kamu juga boleh membeli apa saja sayang!" Kata Evan, sambil tersenyum tulus.
Tania langsung tersenyum lembar, akhirnya mereka melanjutkan belanja mereka, sungguh malam ini mereka sangat bahagia.
Tania dan Nia juga terlihat akrab, malam ini Evan sungguh habis banyak tapi melihat orang-orang yang Evan sayangi, Evan juga tidak menyesal karena bagi Evan kebahagiaan itu bukan karena uang, tapi karena kebersamaan yang indah ini.
Malam ini mereka berjalan-jalan, menonton bioskop dan pergi makan malam bersama.
Setelah selesai, mereka semua akhirnya pulang. Evan pulang mengatarkan Tania, sedangkan Raka dan Naya langsung pulang menuju ke rumahnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG 😁
Terimakasih para pembaca setia 😊