Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Rencana Raka


__ADS_3

Apalagi sedang tidak di rumah, bisa-bisa Raka meronta-ronta tidak tahan.


"Sayang, kita menginap di hotel dekat sini ya. Kamu tidak apa-apakan?" tanya Raka, sambil melihat indahnya pemandangan yang begitu indah.


Naya mengangguk, dia juga sangat bahagia melihat pemandangan yang indah yang ada di hadapannya saat ini.


Tiba-tiba ponselnya Raka berdering ternyata itu telpon dari Reza.


Raka pergi dari tempat duduknya, dia menerima telpon dari Reza agak jauh dari tempat Naya sedang duduk, karena tidak mau kalau Naya mendengar percakapan dengan Reza.


"Sebentar sayang, ada telpon dari Reza!" Kata Raka dan dia langsung mengangkat telepon dari Reza.


"Hallo Za, bagaimana?"


"Sesuai perintah bos, saya sudah membuat janji dengan Elina, nanti bos langsung saja temui dia di dekat danau tempat bos menginap ya!"


"Baiklah, kamu dan Amel datanglah kemari! Jaga Naya dengan baik!"


"Siap bos, temui Elina di cafe xx ya bos!"


"Baiklah, jalankan sesuai rencana! Takutnya Rio


Reza mematikan saluran teleponnya, Raka begitu geram rasanya tidak sabar dengan ingin bertemu dengan Elina.


Pergi mengajak Naya berjalan-jalan itu adalah bagian rencana Raka, karena Raka ingin menemui Elina secara langsung. Agar Naya tidak curiga, Raka mengajak Naya berjalan-jalan dan malam ini juga Raka mengajak Naya menginap di hotel dekat danau, Reza dan Amel juga sengaja di suruh datang karena takut Naya kenapa-kenapa.


Raka kembali ke tempat Naya duduk, Naya melihat suaminya.


"Kak Reza menelpon kenapa mas? Bukannya ini hari libur kerja?" tanya Naya, tatapan penuh tanda tanya.


"Ada meeting mendadak sayang, malam ini kamu di temenin Reza dan Amel ya, soalnya mas sudah memesan kamar untuk kita." Kata Raka dan Naya mengangguk.


"Tapi mas, Naya sendirian berani." Naya meyakinkan Raka.


"Tidak, kamu tidak boleh sendirian. Mas hanya pergi meeting beberapa menit saja," jawab Raka dan Naya mengangguk.


Naya tahu pasti suaminya yang super posesif itu akan kawatir pada dirinya, jadi Naya hanya menurut saja pada suaminya.


Kini karena hari semakin sore dan sudah hampir jam 6 sore, akhirnya Raka mengajak Naya ke hotel untuk beristirahat. Amel dan Reza juga sudah berada di hotel itu, karena yang memesankan hotel untuk Raka dan Naya juga Reza yang melakukannya.

__ADS_1


"Kak Amel," kata Naya dia terkejut tapi Amel tersenyum senang.


"Naya, akhirnya kamu sudah sembuh." Amel memeluk Naya layaknya adiknya sendiri.


Padahal Naya adalah istri bosnya, tapi Naya dan Amel terlihat begitu dekat.


"Kalian masuklah dulu!" Titah Raka, Reza mengangguk pada Amel dan Amel paham.


"Ayo Nay, kita masuk! Biarkan para lelaki itu sibuk dengan pekerjaannya," kata Amel dan Amel menuntun Naya masuk ke dalam kamar hotel yang sudah di pesan oleh Reza.


Setelah kedua wanita itu masuk, Raka dan Reza melanjutkan rencana mereka.


"Amel dan Naya, aman kan?" Raka memastikan, apalagi Raka kawatir kalau anak buah Rio akan berbuat macam-macam, jadi Raka juga harus menjaga istrinya tidak boleh lengah lagi.


"Aman bos, saya sudah menaruh beberapa anak buah bos untuk menjaga mereka di hotel," jawab Reza dengan tegas.


"Bagus, sekarang kita langsung temui Elina ya!" Ajak Raka yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Elina secara langsung.


Tidak butuh lama untuk menuju ke tempat pertemuan mereka, karena hanya butuh waktu kurang lebih setengah jam untuk sampai di tempat itu.


Setelah beberapa lama, akhirnya mereka berdua sampai di sebuah restoran yang cukup indah karena itu berada di atas danau.


Melihat Raka dan Reza sedang berjalan menuju ke tempat dirinya duduk, Elina hanya menatap mereka berdua dengan tatapan tidak suka.


"Untuk apa Mas Raka dan sekretaris sialan itu mengajak aku bertemu?" Elina ngedumel dalam hatinya, bahkan dia tidak sadar akan kesalahan dirinya di malam acara kantor malam itu.


Reza duduk di meja lain, sedangkan Raka langsung duduk di kursi yang ada di hadapan Elina.


"Dasar wanita iblis, berani sekali kamu menyentuh istriku!"


Elina langsung menatap Raka dengan tatapan tidak suka.


"Mas, istrimu saja yang lemah. Kesenggol sedikit saja langsung jatuh. Percayalah mas itu hanya akal-akalan istrimu untuk mendapatkan perhatian dari kamu saja, dasar gadis manja."


Sungguh Elina memang tidak punya hati, bahkan jika kemarin Raka terlambat membawa Naya ke rumah sakit, mungkin Naya akan kehilangan bayinya.


"Kamu bilang lemah, istriku hampir saja kehilangan nyawa anaknya. Dan kamu masih bisa bicara seperti itu!" Raka geleng-geleng kepala, sungguh tidak habis pikir dengan sang mantan istrinya ini.


"Lalu aku harus bagaimana? Gadis manja itu sekarang sudah baik-baik saja, apakah aku harus benar-benar melenyapkan dia?" tanya Elina, dengan suara pelan tapi penuh rasa kesal.

__ADS_1


"Sebelum kamu melenyapkan istriku, aku yang akan memasukkanmu ke penjara!" Tegas Raka, tentu saja dia tidak mau istrinya kenapa-kenapa karena ulah jahat Elina.


Reza melihat Elina dengan tatapan begitu garang, memang Elina ini sungguh wanita tidak punya hati. "Sebelum kamu melakukan itu, polisi akan menangkapmu wanita iblis," batin Reza dalam hatinya.


"Pertanggung jawaban semua perbuatanmu, karena aku sudah melaporkanmu atas tuduhan hampir membunuh anak dan istriku! Polisi akan datang untuk menangkapmu, bertobatlah Elina!" Tandas Raka, membuat Elina seketika menjadi ketakutan.


"Aku tidak mau mendekam di penjara, mas istrimu baik-baik saja. Kenapa kamu membuat laporan seperti ini?" tanya Elina, dia masih tidak percaya dengan Raka.


"Agar kamu itu sadar, dan ingat jangan berani menganggu hidup keluarga kecilku lagi. Polisi akan datang sebentar lagi!" Kata Raka dengan tegas.


Elina terlihat begitu ketakutan, dia hendak kabur tapi ternyata polisi sudah datang dan Elina akhirnya di bawah ke kantor polisi, dan semuanya juga akan di proses sesuai hukum.


Raka juga tidak mau sampai mengotori tangannya, jadi Raka lebih memilih polisi yang akan mengurus semuanya.


"Mas, kamu ini apa-apa? Lepaskan saya, saya tidak bersalah!"


"Ini semua tidak benar!"


Elina terus meronta-ronta, Raka sebenarnya tidak tega tapi perbuatan mantan istrinya ini sudah sangat keterlaluan. Jika Raka tidak melaporkan Elina ke polisi, Raka juga takut kalau Elina akan berbuat semakin parah.


"Biarkan Elina di penjara, aku ingin dia sadar dan kembali ke jalan yang benar!" Batin Raka dalam hatinya.


Reza senyam-senyum, akhirnya Elina tidak bisa menganggu Naya lagi.


"Sudah selesai bos, ayo kita pulang!" Ajak Reza dengan begitu semangat.


Reza dan Raka langsung kembali ke hotel untuk menemui kedua wanita mereka yang sudah menunggu mereka di hotel.


"Reza, kenapa kamu tidak nikahi Amel saja? Bukankah kalian pacaran?" tanya Raka, dan Reza seketika pipinya menjadi merah.


"Akan saya pikirkan bos, bagaimana bos sudah tenang?" jawab Reza, sambil balik bertanya pada Raka.


"Sudah, biarkan saja Elina mendapatkan hukumnannya!" Jawab Raka dengan begitu yakin.


Kini mereka langsung menuju ke kamar hotel Naya, disana sudah ada Amel dan Naya yang sedang menunggu mereka pulang.


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 🤗

__ADS_1


__ADS_2