Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Mantan vs istri sah


__ADS_3

"Ada apa mencari suamiku?" Suara itu seketika membuat mata Elina membulat kesal, tatapan matanya berubah menjadi merah.


"Kamu......"


"Apa? Berani sekali kamu mencari-cari suamiku."


Elina mendengus kesal, matanya Naya menatap Elina dengan tatapan tajam, Naya tidak rela jika mantan istrinya itu terus-terusan menganggu Raka laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya.


"Ehh gadis b*d*h, sebelum Mas Raka menikah denganmu, dia dulu adalah suamiku, kamu tahu kan itu," kata Elina dengan tatapan sinis pada Naya.


Rasanya Naya ingin sekali menj*mbak rambut panjang Elina. Maksudnya apa mengatakan hal seperti itu?


"Kamu hanya mantan, berhentilah menganggu suami orang, apa kamu mau aku teriakan kamu adalah seorang pelakor?" Naya tidak takut sekali dengan Elina, bahkan Naya terlihat santai di hadapan Elina.


Raka yang dari tadi diam saja, dia berusaha menyuruh istrinya diam, tapi Naya menolak lagian Naya juga tahu etika, dia tidak akan bertriak-triak di hadapan Elina.


"Ehh, jika tidak ada kamu. Mas Raka pasti akan memilih aku, dia juga pasti akan mau kembali padaku!" Tegas Elina, membuat Naya ingin sekali tertawa lepas tapi Naya menahan tawanya.


Tidak mungkin kan Naya tertawa lepas di hadapan semua rekan bisnis Raka, yang ada Raka pasti akan malu jika Naya melakukan hal itu.


"Elina, kamu terlalu yakin, lagian siapa juga yang mau bekas Rio? Cukup Rio saja yang menikmati bekas aku," jawab Raka dengan tegas.


Seketika Reza tertawa kecil, Amel juga ikut tertawa, Naya juga tidak kalah senang apalagi Raka langsung menjawab perkataan Elina dengan tegas di hadapannya.


"Dengarkan suamiku tidak mau barang bekas, dia lebih sudah daun muda bersegel seperti aku," ledek Naya sambil menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"Sombong, nanti juga Mas Raka akan meninggalkan kamu seperti dia menceraikan aku," sahut Elina dengan begitu yakin.


Elina tidak tahu saja, kalau Raka sangat mencintai Naya, bahkan Naya adalah tujuan hidupnya sekarang.


Elina semakin kesal menatap Naya, kini dia tiba-tiba mendorong tubuh Naya dengan kasar dan kencang, hingga Naya terjatuh terjongkok di atas lantai.


Raka yang berdiri berjarak satu langkah langkah dari Naya, dia hendak menangkap tubuh Naya tapi tidak kena hingga Naya terjatuh di atas lantai dengan posisi terjongkok.


Elina pergi begitu saja, dalam hatinya merasa begitu bahagia, bahkan Elina juga berharap kalau bayi yang sedang di kandung oleh Naya itu mati saja. "Mudah-mudahan gadis b*d*h itu keguguran! Biarkan saja dia kehilangan anaknya, biar Mas Raka menikah lagi, lalu dia di campakkan begitu saja!" Batin Elina dalam hatinya.


Raka langsung panik melihat istrinya yang jatuh.


"Ahh mas, sakit......" Rintih Naya sambil memegang perutnya, Naya meringis kesakitan.


Raka terlihat panik, rasanya begitu takut, buru-buru Raka mengangkat tubuh Naya dengan cepat. "Dasar wanita br*ngs*k jika terjadi sesuatu pada anak dan istriku maka aku tidak akan diam saja!" Ancam Raka dalam hatinya.


Reza dan Amel juga langsung buru-buru mengikuti langkah kaki Raka yang begitu cepat, kini Reza dan Amel juga ikut panik.


"Ada apa?"


"Istrinya Pak Raka jatuh."


"Kenapa bisa jatuh? Padahal dia sedang hamil."


"Aku tadi melihat ada yang mendorongnya, dia seorang wanita."

__ADS_1


"Mudah-mudahan istrinya Pak Raka tidak apa-apa."


Semua tamu undangan yang datang, mereka juga terlihat kawatir, mereka juga mendoakan Naya agar Naya dan bayinya baik-baik saja.


Rio menatap Elina dengan tatapan penuh amarah, iya Rio melihat apa yang di lakukan oleh Elina pada Naya tadi.


"Apa yang kamu lakukan? Bagaimana jika bayi kenapa-kenapa?" tanya Rio dengan tegas.


"Hanya ingin melihat Mas Raka kehilangan anaknya saja," jawab Elina dengan santai, bahkan Elina tidak merasa bersalah sama sekali.


"Elina, apa kamu sudah gila! Kamu boleh benci dengan istrinya Raka, tapi bayi yang ada di dalam kandungan istrinya Raka itu tidak salah apa-apa!" Tegas Rio, sungguh dia tidak habis pikir kalau Elina akan bersikap sekejam ini pada istri dan calon anak dari mantan suaminya.


Elina hanya tersenyum, Rio langsung mengajak Elina keluar dari tempat acara itu, menurut Rio, Elina itu sudah benar-benar gila.


Sesampainya di rumah sakit, Naya langsung dibawa masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


Kini Raka, Reza dan Amel, mereka menunggu diruang tunggu.


"Reza, bagaimana jika terjadi sesuatu pada anak dan istriku?" tanya Raka, dia menangis karena merasa takut.


Reza melihat Raka, rasanya dia baru pertama kali melihat Raka menangis, sekarang Reza dasar kalau Raka itu sangat mencintai Naya selama ini.


"Kita berdoa pak, biar keduanya baik-baik saja!"Tutur Reza, sambil menepuk bahu Raka dengan pelan.


Kini mereka bertiga menunggu kabar Naya yang sedang di periksa oleh Dokter.

__ADS_1


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2