Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Kecebong kecil


__ADS_3

Malam menunjukkan pukul 7 malam, Naya hanya diam di atas ranjang tempat tidur karena Raka yang tidak memperbolehkan Naya turun sedikit pun dari ranjang tempat tidur dengan alasan takut kecapean.


Padahal Naya juga merasa bosan kalau hanya di tempat tidur saja. Tapi apalah Raka ini, Naya mau masak di larang, Naya mau mengerjakan sesuatu di larang juga. Sekarang Naya sudah seperti tawanan Raka, bahkan dari tadi Raka semua mengerjakan pekerjaan Naya, memasak juga Raka yang memasak, menaruh pakaian Ke dalam lemari juga Raka yang melakukannya.


Naya bagaikan ratu tapi sebenarnya dia tidak suka dengan sikap suaminya yang terlalu berlebihan seperti ini.


"Mas, aku bosan sekali di atas tempat tidur." Naya mencoba mengeluh, berharap Raka akan mengizinkan dirinya turun dari ranjang tempat tidur.


"Lalu kamu mau kemana? Biar mas angkat saja sayang, mas takut kamu kecapean, nanti anak kita kenapa-kenapa," kata Raka. membuat Naya hanya bisa menghela nafas dalam-dalam.


"Mas, aku tidak lari-larian, aku juga tidak loncat-loncatan, aku hanya ingin berjalan saja kenapa mas harus mengangkat aku?" Naya menggerutu dalam hati.


Naya membenarkan posisinya menjadi duduk, Raka juga sudah duduk di tepi ranjang di dekat Naya.


"Berbaring saja, jangan kecapean, jangan banyak bergerak!" Tutur Raka, terlihat kawatir di benak wajahnya.


Naya tersenyum, dia paham kenapa Raka begitu kawatir pada dirinya. Apalagi Raka sudah lama menginginkan kehadiran seorang anak, jadi wajar saja jika Raka takut anaknya kenapa-kenapa.

__ADS_1


"Mas, jika wanita hamil hanya diam saja, itu juga tidak baik untuk kandungannya mas, jalan-jalan santai itu tidak akan membahayakan janin mas, malah itu membuat janin akan sehat, lagian kan kandungan Naya juga kuat mas," Naya mencoba memberikan pengertian pada suaminya. Berharap suaminya mau mengerti dan tidak kawatir berlebihan terus.


"Tapi jika kamu kecapean, nanti kamu dan calon anak kita kenapa-kenapa? Nanti mas bagaimana? Mas tidak mau kalian kenapa-kenapa," kata Raka tatapan matanya begitu penuh kasih sayang.


"Mas jangan kawatir, Naya akan menjaga calon anak kita dengan baik!" Naya berusaha meyakinkan Raka, kini tangan Naya meraih tangan Raka lalu menaruh tangan Raka di perutnya.


Raka mengusap perut Naya dengan lembut, lalu dia tersenyum pada Naya. "Sayang, mas akan memberikan nama untuk calon anak kita," kata Raka sambil tersenyum mengelus-elus perut Naya.


"Namanya siapa mas?" Tanya Naya dengan antusias.


"Karena dia masih dalam proses perkembangan di dalam perut kamu, mas kasih nama dia "Kecebong kecil" Mulai sekarang kita panggil dia Kecebong kecil," kata Raka dan Naya tertawa.


"Kok kamu tertawa sayang," kata Raka sambil memanyunkan bibirnya dengan manja.


"Lucu saja mas, mudah-mudahan Kecebong kecil kita sehat di dalam sana perut aku ya mas," jawab Naya dengan raut wajah berbinar senang.


Raka mengangguk, kini kedua tangannya mengusap kedua pipi Naya dengan lembut.

__ADS_1


"Kamu tahu, biar kecebong kita sehat dan subur, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Raka dengan tatapan sulit di artikan.


Naya terdiam sejenak, seperti biasanya Naya hanya menampakkan kepolosannya membuat Raka gemas dan ingin sekali menggigitnya.


"Bagaimana caranya mas?" Tanya Naya dengan begitu polosnya.


Sungguh, Raka senyam-senyum dia paling suka jika istrinya bersikap sepolos ini. Karena Raka pasti akan menang banyak dan tentunya Naya juga akan menurut dengan apa yang akan Raka ajarkan nanti.


"Punya istri daun muda itu bahagia, apalagi dia masih polos. Itu suatu keberuntungan untuk aku, karena banyak di luar sana gadis muda yang sudah di cicipi oleh para kekasihnya dan di tinggalkan begitu saja," batin Raka dalam hatinya.


"Kamu mau mas ajarkan caranya?" Tanya Raka dengan tatapan mesum.


"Hem mas, Naya mau." Naya mengangguk pelan, membuat Raka tersenyum penuh kemenangan.


"Sini mas ajarkan!" Kata Raka, Naya mengangguk pelan.


Entah bagaimana, cara Raka mengajarkan Naya menyiram kecebong kecilnya nanti?

__ADS_1


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 🙏


__ADS_2