Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Hellen wanita jahat


__ADS_3

Ternyata Raka gesit juga, entah apa yang sudah di lakukan Raka hingga membuat Reza dan Evan sama-sama kagum?


"Za, mereka semua siapa?" tanya Evan, melihat ada kurang lebih 10 laki-laki bertubuh kekar dan berotot, Evan terlihat kebingungan.


"Pasti suruhan Bos Raka," jawab Evan.


"Iya mereka semua suruhan aku, aku tidak akan membiarkan wanita jahat itu kabur begitu saja, dia harus mendapatkan hukumannya," kata Raka dengan nada menggebu-gebu, mengingat karena ulah Hellen istrinya sampai harus berbaring di rumah sakit.


Orang suruhan Raka memang sudah berada di depan rumah Raka cukup lama, mereka terus mengintai gerak-gerik Hellen tanpa Hellen tahu.


Di dalam rumah Hellen terlihat begitu santai, bahkan dia malah asik minim dengan perasaan yang begitu bahagia.


"Aku akan mencari cara lain untuk menyingkirkan Amel gadis kampung itu, aku tidak rela jika dia harus bahagia dengan Reza."


"Hampir saja lampu itu membuat nyawanya melayang tapi kali ini gagal!"


"Hellen, kamu tidak boleh menyerah, kamu harus berusaha mendapatkan hatinya Reza dan cinta Reza."


Hellen terlihat cukup mabuk, bahkan dia bicara sambil tertawa-tawa sendiri. "Minuman ini sangat enak, aku harus minum lebih banyak lagi.....!!" Hellen tertawa lantang, entahlah kali ini Hellen sudah seperti wanita gila.


Hellen melihat minuman yang ada di botol yang dirinya pegang kini telah habis, Hellen langsung mendengus kesal, lalu dia beranjak dari tempat duduknya untuk pergi keluar berniat untuk membeli minuman yang sama lagi.


Biarpun Hellen sudah cukup mabuk tapi Hellen kuat berjalan, kini Hellen sampai di depan rumah, Hellen berjalan membuka gerbang pintu rumahnya lebih dulu karena tidak ada satpam di rumahnya.


Hellen membuka gerbang, setelah membuka gerbang rumahnya, mata Hellen membulat sempurna melihat tiga laki-laki yang tidak lain adalah Reza, Evan dan Raka, ada disana, di belakang mereka juga orang-orang suruhan Raka sudah berdiri tegak.

__ADS_1


"Reza, aku tahu kamu pasti datang mencari aku," seketika Hellen tersenyum begitu manis pada Reza.


"Mereka siapa?" tanya Hellen, matanya melihat kesana-kemari dengan tatapan tajam.


"Hellen, kamu tidak bisa kemana-mana lagi, aku tahu semuanya tadi biang masalah di acara pernikahan aku adalah kamu!" tandas Reza tanpa basa-basi, Reza menatap Hellen dengan tatapan garang.


Hellen malah tertawa seolah-olah meremehkan omongan Reza, Evan dan Raka masih diam.


"Reza, jangan membuat fitnah sembarangan, lagian aku juga tidak sudih hadir ke acara pernikahan kamu dengan gadis kampung itu," jawab Hellen dengan suara lantang.


"Dasar tukang ngarang cerita, lagian semua cctv sudah aku rusakin, aku tidak sebodoh kamu Reza," batin Hellen dalam hatinya.


Hellen masih menghadapi Reza dengan santai bahkan Hellen terlihat tidak terjadi apa-apa dan Hellen juga cukup tenang.


Evan yang sudah begitu geram ingin sekali menyeret Hellen dan menaruh Hellen di bawa lampu, lalu lampunya di jatuhkan tepat di kepala Hellen agar Hellen merasakan seperti apa yang Naya rasakan, walaupun lampu itu tidak mengenai Naya tapi nyawa Naya dan bayinya hampir saja melayang.


"Fitnah kamu bilang, istriku hampir saja mati, kamu dengar ya Nona Hellen semua bukti kejahatan kamu sudah ada dan sekarang kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu!" tandas Raka dengan tegas.


"Kejahatan, aku melakukan semua itu untuk mendapatkan laki-laki yang aku cintai, apa aku salah jika aku memperjuangkan cintaku Bapak Raka yang terhormat?" tanya Hellen, sungguh Hellen ini sama sekali tidak merasa bersalah.


Reza sangat emosi hampir saja Reza menampar pipi Hellen tapi tangan Raka langsung menahannya.


"Jangan berbuat kasar pada seorang wanita, takutnya jadi kebiasaan!" tandas Raka, karena tidak mau Reza selalu menangani kemarahan dengan kekerasan, takutnya terjadi pada Amel juga wanita yang sudah menjadi sah menjadi istrinya.


Reza mengangguk lalu berusaha mengatur emosinya dengan baik.

__ADS_1


"Hellen, aku tidak pernah mencintaimu, jangan menganggu hidupku lagi!" pinta Reza dengan tegas.


"Tenang saja wanita ini tidak akan menganggu hidup kamu lagi Za, karena polisi akan segera datang menjemputnya," sahut Raka dengan nada tegas.


Sebelum datang ke rumah Hellen, Raka memang sudah lapor polisi lebih dulu, orang-orang suruhannya hanya bertugas menjaga Hellen agar tidak sampai kabur dari rumahnya saja.


Tiba-tiba terdengar bunyi serena dan ternyata benar polisi yang datang untuk menjemput Hellen.


Dua polisi turun dari dalam mobilnya, lalu langsung menangkap Hellen, salah satu polisi itu juga menunjukkan selembar kertas pada Hellen, lalu polisi yang satunya memborgol tangan Hellen.


"Lepas saya....."


"Saya, tidak bersalah....."


"Nona bisa jelaskan semuanya di kantor polisi!" sahut para polisi yang membawa Hellen.


Hellen meronta-ronta, Raka tersenyum senang, Reza juga ikut tersenyum.


"Hukum dia yang berat Pak Polisi, hampir saja dia membunuh orang!" seru Evan, rasanya begitu puas melihat Hellen sudah di bawa oleh polisi.


"Kita serahkan semuanya sama polisi, ayo kita pulang! Reza, kamu juga pasti sudah tidak sabar ingin unboxing kan?" kata Raka, dan Reza cengar-cengir malu-malu.


Akhirnya setelah semuanya selesai, mereka bertiga langsung menuju ke rumah sakit dan Raka juga menyerahkan kasus ini pada polisi dan tentunya ada pengacara yang akan mengurus semuanya.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2