Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Kedatangan Elina


__ADS_3

Elina mengatur nafasnya, biarpun dia tahu raut wajah Raka tidak suka karena kedatangan dirinya tiba-tiba. Tapi mau bagaimana lagi? Saat ini Elina sedang butuh Raka jadi dia datang pada Raka Kumara.


"Mas....."


Elina menatap Raka dengan tatapan yang begitu hati-hati.


"Aku mendengarnya, ada apa kamu datang mencari ku?" Tanya Raka untuk kesekian kalinya.


"Mas, jangan galak-galak dong!" Pinta Elina, nada suaranya begitu lembut tapi genit.


Raka tahu jika Elina tiba-tiba mencarinya pasti dia kekurangan uang bulanan dari suaminya, jelaslah suaminya Elina itu tidak lebih kaya dari Raka. Elina saja yang terlalu bodoh di bodoh kan karena cinta, padahal suaminya itu terhitung laki-laki br*ngsek hanya saja belum ketahuan belangnya tapi Elina begitu cinta mati pada suaminya yang sekarang.


"Mas, aku kesini mau minjam uang...eh tidak deh mas aku minta uang, kamu kan mantan suami aku," tutur Elina dengan tidak tahu malunya.


"Aku memang mantan suamimu, tapi aku tidak punya kewajiban untuk itu. Lagian kita juga tidak punya anak, dan bulan-bulan yang lalu aku juga sudah mentransfer uang buat kamu, tapi kali ini tidak!" Tolak Raka dengan tegas.


"Mas, hanya sekali ini saja!" Elina memasang wajah melas.


"Elin, kamu dengar apa yang aku katakan? Aku tidak akan memberikan uang lagi sama kamu. Dan kamu juga tahu, aku akan segera menikah berhentilah mengangguku!" Sentak Raka dengan suara agak menggema.


Terpapar rasa kecewa di raut wajah Elina, terlebih Raka yang biasanya langsung memberikan uang yang dia mau. Tapi kali ini dengan tegas Raka menolaknya.


Iya selama beberapa bulan ini, jika Elina meminta uang Raka memang memberikanya. Karena Elina selalu menggunakan banyak alasan, kadang dia bilang dia sakit, kadang juga ada kebutuhan mendesak. Tapi kali ini Raka tidak mau lagi. Apalagi sebentar lagi Raka akan menikah jika Raka terus memberikan uang kepada Elina maka istrinya akan salah paham.


"Kamu memilih Rio dan hidup kamu tidak tercukupi, maka itu karma buat kamu sudah kasih berlian malah milih krikil." Kata Raka, hatinya sudah tidak ada lagi perasaan apa-apa pada Elina.


"Aku tahu mas, aku salah. Maafkan aku mas, jika waktu bisa di putar kembali. Maka aku akan kembali padamu mas," ujar Elina, dia mulai mengeluarkan akting sedihnya.


"Aku tidak akan mau kembali lagi padamu, aku sudah menemukan wanita lain yang tentunya lebih baik dari kamu," bantah Raka lagi-lagi dengan tegas.

__ADS_1


Betapa geramnya Elina kalinya ini, Elina yakin Raka bersikap seperti saat ini pasti karena wanita yang akan dia nikahi.


"Siapa wanita yang akan di nikah oleh Mas Raka?" Tanya Elina pada hatinya.


"Tapi mas, aku masih mencintaimu....." Elina kembali memasang wajah memelas.


Dalam hati Raka, mana ada? Wanita yang mencintai tega berhianat di belakangnya dan lagi menolak untuk punya anak, cinta apa yang kamu punya Elin?


"Elin, keluar dari ruanganku sekarang! Atau aku akan memanggil satpam untuk menyeret kamu keluar dari sini?" Raka menatap Elina dengan tatapan garang.


Karena tidak mau merasa malu, akhirnya Elina keluar begitu saja dari ruangan Raka dan tentunya dia hanya membawa perasaan kecewa karena dia tidak mendapatkan uang dari Raka. Dan hanya makian yang Elina dapatkan.


Setelah Elina keluar, Raka menghela nafasnya dalam-dalam.


"Dulu waktu sangat mencintaimu, kamu kemana saja Elin?" Tanya Raka pada hatinya.


"Aish, sudahlah aku harus memikirkan pernikahanku dan Naya secepatnya!" Seketika wajah Raka berubah berbinar senang.


____


Di perjalanan pulang, Elina tampak kesal bahkan dia terus mengoceh terus sambil berjalan.


"Dasar Mas Raka jahat."


"Tega kamu mas sama aku."


"Biarpun aku sudah cerai dengan Mas Raka, aku harus bisa dapatkan uang banyak dari dua."


"Salahku memilih Mas Rio, ternyata dia tidak jauh lebih kaya dari Mas Raka."

__ADS_1


Elina sudah seperti orang gila, dia mengoceh sepanjang jalan.


Jam menunjukkan pukul 7 malam, Naya duduk di teras depan rumahnya sambil melihat indahnya pemandangan malam ini.


"Nay, kamu sedang apa di luar sendirian?"


"Apa, kamu sedang menunggu calon suamimu datang?"


Evan duduk di sebelah Naya, Naya tersenyum malu sambil melihat kakaknya.


"Kak Evan, kak jika aku menikah lebih dulu. Apa kakak tidak apa-apa?" Tanya Naya dengan nada lembut.


"Tidak apa-apa, yang penting kamu bahagia." Jawab Evan, senyumnya begitu penuh kasih sayang.


"Jika kamu menikah, maka kakak akan sangat bahagia. Dan kamu juga tidak akan terus-menerus di marahin sama mama." Batin Evan dalam hatinya.


Naya memeluk kakaknya, rasanya bahagia sekali punya kakak seperti Evan yang selama ini terus menyayanginya dengan tulus.


"Terimakasih kak, kakak nanti temenin Naya sampai acara pernikahan selesai ya! Kakak juga harus segera menikah," kata Naya di sela-sela pelukannya.


Tangisnya pecah begitu saja, Evan bisa merasakan tangisan Naya karena sudah air matanya sudah menembus kemeja yang dia kenakan.


"Iya, pasti kakak temenin. Jangan menangis, kamu harus bahagia! Kakak yakin, Raka pasti laki-laki yang baik," tutur Evan. Sungguh dalam hatinya dia sangat sayang pada Naya.


Evan melepaskan Naya dari pelukannya, lalu kedua tangannya memegang pipi Naya untuk menghapus air mata Naya.


"Tersenyumlah biar tambah cantik, kakak akan menikah setelah kamu menikah." Evan tersenyum, membuat Naya juga tersenyum.


Evan adalah kakak terbaik yang Naya miliki.

__ADS_1


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 🤗


__ADS_2