
"Sayang, jangan main petah kumpet!" Raka masih mencari-cari Naya, yang belum kelihatan di dalam rumahnya.
Naya yang sedang duduk di taman dekat dapur, dia mendengar suara suaminya. Namun dia sengaja tidak menyahuti suaminya agar Raka terus mencari-cari dirinya.
"Mas Raka beneran pulang, aku kira dia hanya bergurau saja." Kata Naya, sambil membaca novel yang dia pegang.
Raka yang masih mencari-cari Naya, akhirnya melihat Naya sedang duduk di kursi yang ada di taman.
"Akhirnya aku menemukanmu, awas saja kamu sudah berani mengajak mas main peta kumpet, mas panggil-panggil juga kamu tidak menyahut dasar kamu sayang," kata Raka. Dia berjalan menuju ke tempat Naya duduk.
Naya cengar-cengir sendirian, gara-gara novel yang dia baca. Tiba-tiba kedua tangan Raka menutup kedua mata Naya.
"Mas.... aku sedang membaca novel. Lepaskan tangan mas," pinta Naya.
"Tidak mau, lagian salah kamu mas panggil-panggil tidak nyahut." Raka merajuk manja, seorang duda yang sudah berumur tapi di saat dekat dengan istrinya bisa seperti anak kecil yang ngambek minta permen.
Naya menaruh buku novelnya di pangkuannya, lalu tangannya meraih tangan Raka yang saat ini sedang menutup kedua matanya.
"Baiklah, Naya minta maaf. Naya kira tadi mas mau pulang hanya bergurau saja," jelas Naya sambil berusaha melepaskan tangan Raka agar tidak menutupi matanya.
Raka akhirnya melepaskan kedua tangannya dari mata Naya, kini dia sudah berjongkok dia duduk tepat di hadapan Naya sambil terus menatap wajah cantik Naya yang saat ini sedang tersenyum.
"Jangan melihatku seperti itu mas! Aku takut," kata Naya tapi Raka malah tersenyum begitu manis.
"Mas malah takut, jika mas tidak bisa menatap kamu seperti ini." Tutur Raka, kali ini senyum tulus terukir di sudut bibirnya.
Naya hanya bisa tersenyum, kini tangannya sudah mengacak-acak rambut Raka dengan lembut.
"Senyum Naya hanya buat mas," hibur Naya dan dia berhambur kepelukan suaminya.
Tiba-tiba ponsel Raka berdering, Raka melepaskan Naya yang saat ini sedang memeluk dirinya.
"Sebentar sayang, ada telpon!" Raka mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, lalu dia mengangkat telepon itu.
"Reza, ada apa?" Batin Raka dalam hatinya.
"Hallo Za, ada apa?" Tanya Raka.
"Bos dimana? Hari ini ada meeting penting bersama Pak Rio," jawab Reza.
Raka berdecak kesal dalam hatinya, dia sampai lupa kalau hari ini ada pertemuan dengan Rio. Sangking bucinnya dengan Naya, sampai dia lupa dengan pekerjaannya.
"Aish, aku lupa."
__ADS_1
"Kamu, bisa urus sendiri tidak?" Sambung Raka.
"Pak Rio, minta bos langsung yang bertemu dengan bos." Jelas Reza.
"Batalkan saja! Buat janji lagi besok, aku sudah pulang karena merindukan istriku," kata Raka.
Reza hanya bisa geleng-geleng kepala, kali ini dia merasakan cemburu dan entahlah rasanya dia juga memiliki Naya.
"Baiklah bos." Jawab Reza malas.
Reza menaruh ponselnya di atas meja kerjanya, lalu dia langsung menghubungi Rio kalau meeting hari ini di tunda sampai besok. Karena permintaan Raka, bos nya yang bucin dengan istri kecilnya.
"Naya.....aku ingin kamu tahu, kalau aku mencintaimu!" Reza berdecak kesal, rasanya ingin sekali memutarkan balikan waktu agar semuanya tidak seperti saat ini.
Reza melanjutkan pekerjaan, biarpun dia agak kesal. Apalagi dengan rasa cemburunya yang tiba-tiba menyelimuti hatinya.
*****
Raka dan Naya masuk ke dalam rumah dan mereka duduk di sofa ruang tengah.
"Mas, tidak apa-apa kamu meninggalkan pekerjaan kamu?" Tanya Naya, dia terlihat kawatir.
"Tidak apa-apa sayang, tidak mungkinkah para pegawaiku memecat bosnya?" Jawab Raka, sambil tertawa kecil.
"Mas, kata kamu. Kamu mau menyelesaikan masalah tadi pagi, apa kita tadi pagi punya masalah mas?" Tanya Naya, jari-jarinya memainkan dada bidang Raka.
Raka tersenyum, dia mengusap-usap rambut panjang Naya dengan lembut.
"Tentu sayang, tadi pagi kita itu punya masalah dan masalah itu membuat mas tidak tenang dalam bekerja, makanya mas buru-buru pulang saja," jawab Raka. Naya mendongakkan kepala dia, lalu matanya menatap Raka begitu dalam.
"Masalah apa mas? Apa Naya berbuat salah lagi?" Tanya Naya, membuat Raka sangat gemas sekali pada istrinya ini.
"Ayo ikut mas! Nanti mas ceritakan," bisik Raka dan dia langsung mengajak Naya masuk ke dalam kamar.
Sesampainya di kamar Naya duduk di tepi ranjang, sedangkan Raka melepaskan jasnya lalu dia juga melepaskan dasinya, satu-persatu Raka melepaskan kancing kemejanya.
"Mas, bukankah kita mau menyelesaikan masalah?" Tanya Naya, tatapan matanya terlihat begitu polos.
Raka senyam-senyuman dan tentunya seketika Naya langsung bisa menebak senyum mesum suaminya itu.
"Mas, kamu sedang membodohiku kan?" Tanya Naya, raut wajahnya terlihat kesal tapi begitu imut di mata Raka.
Raka mendorong Naya, hingga Naya berbaring di atas tempat tidur. "Mas tidak pernah sama sekali membodohimu sayang, kamunya saja yang terlalu polos." Bisik Raka, yang diiringi d*s*han manja di telinga Naya.
__ADS_1
Naya terdiam dan tatapan matanya begitu dalam, kini hembusan nafas suaminya bisa dia rasakan.
"Apa aku sepolos itu mas?" Tanya Naya, yang sudah merasakan belain manja dari Raka, Raka mengangguk lalu dia mulai mencium bibir Naya dengan lembut hingga semakin rakus.
Di bawah sana Raka g*s*k-g*s*kan ad*k k*c*lnya ke rumah siput Naya. Tangan Raka mulai sibuk menanggalkan pakaian Naya, lalu membuangnya ke lantai.
Kini Raka terus melanjutkan aksinya, bibirnya terus bergrilya memberikan kecupan demi kecupan di inchi tubuh Naya.
"Sayang, mau lollipop mas tidak?" Tanya Raka disela-sela kegiatannya.
"Acch....eemmhh..... lollipop apa mas? Apa mas punya permen?" Naya balik bertanya sambil mend*s*h manja.
Tangan Raka asik dengan dua g*n*ng k*mb*r milik Naya. Bahkan mulutnya dengan begitu rakus, mengh*s*p p*t*ng Naya. Hingga dua benda itu terlihat bengkak karena ulahnya.
"Ahh....punya sayang, kamu mau meng*m*tnya?" Jawab Raka, d*s*hannya semakin n*km*t.
Naya masih belum paham, dia hanya mend*s*h merasakan ken*km*t*n yang Raka berikan.
"Ini sayang lollipop mas," kata Raka dia menunjukkan ad*k k*c*lnya yang sedang dia El*s-el*s manja.
Naya melihatnya lalu dia menelan ludahnya dengan kasar.
"Punya Mas Raka gede, apa itu akan muat di dalam mulutku nanti?" Batin Naya dalam hatinya.
Tiba-tiba Naya menarik tangan Raka, lalu dia membalikkan posisinya dan kini Raka berada di bawah Naya.
"Sayang..... acch....."
Naya sudah berada di atas tubuh suaminya, kini dia terlihat begitu liar dan tidak sepolos biasa nya. Bahkan Naya meng*y*ng milik Raka saat ini dengan begitu lihai. Raka sangat menikmati permainan istrinya, tangannya terus mer*m*s- r*m*s dua g*n*ng k*mb*r Naya. Kini keduanya saling bersautan d*s*h*n dan er*ng*n yang begitu n*km*t.
Entahlah Naya ini belajar dari siapa? Yang jelas Hari ini Naya bermain dengan begitu lihai, Raka saja sampai merem melek tidak karuan.
Hingga beberapa lama, akhirnya keduanya sama-sama melakukan p*l*s*n secara bersama-sama. Naya terlihat kelelahan dan dia langsung merebahkan tubuhnya di atas tubuh Raka.
"Sayang, kamu hari begitu ganas. Mas sampai tidak bisa melawanmu," kata Raka dia memeluk Naya yang saat ini berada di atas tubuhnya.
Naya hanya diam, dia memejamkan matanya karena sangat lelah.
"Ayo bersihkan tubuh kita dulu!" Kata Raka. "Nanti saja mas, Naya lelah sekali." Kata Naya terdengar suara begitu lelah.
Raka mengusap-usap punggung Naya dan dia membiarkan Naya untuk tidur sebentar saja.
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😘