Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Pertemuan


__ADS_3

Reza berlalu pergi meninggalkan para pegawai lainnya, hatinya masih belum bisa menerima kenyataan yang ada.


Dengan langkah gontai ingin masuk ke ruangan Raka, tapi Reza merasa kesal.


"Nay, aturan aku yang menikah denganmu." Batin Reza dalam hatinya.


"Tok...tok...." dengan malas, akhirnya Reza terpaksa mengetuk pintu ruangan Raka.


"Masuklah!" Sahut Raka dari dalam ruangannya.


Reza membuka pintu ruangan Raka, lalu dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Raka.


"Katakan ada apa?!" Tanya Raka.


"Ini berkas laporan keuangan bulan ini bos dan....."


"Sebentar Za, istriku menelpon!" Potong Raka dan dia mengangkat telpon dari istri kecilnya.


"Hallo sayang?"


"Mas, nanti pulang jam berapa? Mas mau di masakin apa?"


"Sayang, kamu istirahat saja! Tadi malam kamu sudah bekerja keras, jadi untuk makan malam ini nanti mas beli diluar saja!"


"Aku bosen mas, hanya diam duduk di kamar saja dari tadi."


"Hush, patuhlah pada suamimu. Sekarang kamu istirahat saja, nanti mas akan pulang cepat biar bisa nemenin kamu."


"Aku tunggu mas, ya sudah mas lanjutkan kerjaan mas. Naya mau baca novel dulu."


"Novel apa sayang?" Raka penasaran.


"Cinta Para CEO Tampan, ini novel baru mas dan ceritanya sangat menarik mas, sudah mas aku tutup telponnya ya mas."


Naya mematikan saluran teleponnya, lalu dia kembali fokus dengan novel yang sedang dia baca.

__ADS_1


"Ini adalah novel terbaru Author, jadi buat kakak-kakak semuanya harus baca ya cerita bangus kok!" Kata Naya sambil tersenyum.


Kini Naya meneruskan membaca novelnya, seperti biasanya Naya senyam-senyum sendiri tidak jelas.


*****


Reza tampak kesal mendengar Raka telponan dengan Naya, sungguh hatinya begitu sakit kenapa harus Raka? Kenapa bukan dirinya yang menjadi suaminya?


Dalam hati Reza, andai waktu bisa ku putar kembali. Aku pasti akan menyatakan cintaku ada Naya sebelum aku pergi dulu.


"Reza, lanjutkan!" Kata Raka tegas.


"Saya hanya memberikan laporan keuangan ini bos, saya pamit ke ruangan saya!" Reza berlalu pergi begitu saja.


Raka menatap Reza dengan tatapan penuh tanda? Ada apa dengan Reza? Tidak biasanya Reza bersikap aneh seperti ini, biasanya dia selalu ceria dan mengajak Raka bercanda tapi pagi ini Reza begitu berbeda.


"Kenapa, itu bocah tengil?" Kata Raka, dia memeriksa laporan yang Reza berikan pada dirinya.


Jam menunjukkan pukul 10 pagi, Raka melihat ponselnya tapi tidak ada pesan dari istrinya.


Naya merasa bosen di atas tempat tidur, kini dirinya sudah rapi dengan dress cantik warna putih.


Naya hanya duduk di sofa sambil menonton televisi yang ada di kamar.


"Jadi istri orang kaya, kerjaannya hanya duduk dan makan, bisa-bisa aku sebulan di rumah Mas Raka aku menjadi sapi yang bahenol," Naya tertawa kecil, dia sedang membayangkan jika dirinya berubah menjadi menjadi gemuk pasti akan lucu.


"Mas, kasih aku kerjaan apa kek. Mau bersih-bersih sudah ada Art pulang pergi, mau pergi jalan-jalan keluar takut Mas Raka marah." Naya merasa sangat bosen.


Biasanya kalau jam segini dia sedang berjualan kue keliling, tapi hari ini dan seterusnya dia hanya duduk manis menjadi Nyonya Raka Kumara.


"Haruskah, aku hanya duduk dan diam saja seperti ini?" Naya beranjak dari tempat duduknya, lalu dia berjalan pelan-pelan.


"Sepertinya agak mendingan tidak sesakit tadi. Apa aku susul Mas Raka ke kantor saja?" Tanya Naya pada hatinya.


Naya tersenyum, dia akhirnya pergi menyusul Raka ke kantornya dengan di antar oleh supir pribadi Raka.

__ADS_1


"Nyonya, kata bos Nyonya tidak boleh kemana-mana." Kata Pak Arif, yang tidak lain adalah supir pribadi Raka.


"Tidak apa-apa pak, nanti jika Mas Raka marah saya yang tanggung jawab." Naya meyakinkan Pak Arif.


Akhirnya Arif mau mengantarkan Naya ke kantor Raka, apalagi Naya terus memaksa.


Sesampainya di kantor, Naya langsung masuk ke dalam kantor.


"Nyonya...." sapa salah satu pegawai Raka.


"Iya Nona, boleh tolong antarkan saya ke ruangan suami saya?" Tanya Naya dengan sopan.


"Boleh, mari silahkan Nyonya." Jawab sang pegawai dengan sopan.


Naya dan sang pegawai itu berjalan menuju ke ruangan Raka, mereka berbincang dengan begitu akrab.


"Ternyata istrinya Pak Raka, begitu lemah lembut bahkan dia sangat cantik," batin sang pegawai.


Reza membulatkan matanya dengan sempurna, kini tatapannya begitu tidak percaya melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini.


"Apakah ini mimpi?" Gumam Reza dalam hatinya.


Reza berjalan menghampiri Naya, kini Naya menghentikan langkah kakinya.


"Naya...." Reza menatap Naya begitu dalam.


"Kak Eza....." Naya terkejut.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Karya baru sudah di rilis ya kakak-kakak semuanya, baca yuk siapa tau suka dengan ceritanya 😊


__ADS_1


__ADS_2