
"Istri bapak mengalami pendarahan....." Dokter menghentikan perkataannya.
"Pendarahan, maksud Dok?" tanya Reza, hati Reza semakin tidak tenang.
"Istri bapak....."
"Dok, istri saya tidak hamil, bagaimana dia bisa mengalami pendarahan?" tanya Reza, raut wajahnya tampak bingung, hatinya juga semakin tidak tenang.
"Nah itu, istri bapak sedang hamil, makanya dia mengalami pendarahan, bersyukur anak yang ada di dalam sana kuat dan bapak cepat membawa istri bapak ke rumah sakit dan keduanya baik-baik saja, istri bapak juga sudah di pindahkan ke ruang rawat inap agar istirahat dulu, sekarang istri bapak sedang tidur karena pengaruh obat," jelas sang Dokter dengan sopan.
Reza mencerna kata-kata Dokter itu dengan baik. "Amel hamil, sayang kita akan segera punya anak," gumam Reza pelan.
"Pak, bapak...." panggil Dokter.
"Eh iya Dok, jadi istri saya saat ini sedang hamil?" Reza memastikan kehamilan Amel.
"Iya pak, istri bapak sedang hamil, kandungannya sudah dua bulan, silahkan pak kalau mau melihat istri bapak, saya permisi dulu." Dokter berlalu pergi dari hadapan Reza.
Reza senyam-senyum sendiri, sungguh hatinya yang merasa takut dan sangat kawatir, seketika menjadi sangat bahagia, rasanya ingin sekali memberitahu kabar bahagia ini pada Amel saat Amel bangun nanti.
Reza langsung pergi menuju ke ruangan tawat inap Amel, kini dia membuka pintu dengan hati-hati, melihat Amel berbaring lemah di atas tempat tidur pasien, hati Reza rasanya sedih sekali. "Aku kenapa bisa tidak tahu kalau Amel sedang hamil? Bhakan istri aku sampai celaka," batin Reza penuh dengan penyesalan.
Kini Reza duduk di kursi di dekat Amel tidur sambil terus memegang tangan Amel dengan erat.
__ADS_1
"Sayang, terimakasih kamu akhirnya mengandung anakku."
"Akhirnya kita akan punya anak seperti Bos Raka dan Nyonya Naya."
Reza tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur dalam hatinya, setelah penantiannya beberapa lama ini akhirnya rumah tangga kecilnya di karuniai malaikat kecil di dalam perut istrinya.
Setelah beberapa lama akhirnya Amel sadar, lalu dengan nada begitu bahagia Reza langsung memberitahu kabar bahagia ini, Amel ternganga tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Reza.
"Mas, serius aku hamil?" tanya Amel dengan nada ragu.
"Serius sayang, Dokter sudah memeriksanya," jawab Reza dengan begitu yakin.
Amel tersenyum senang, entahlah apa yang harus dia katakan? Dalam hatinya hanya bisa terus mengucapkan rasa syukur dan dengan begitu bahagia Amel memeluk Reza.
*****
Di rumah Raka, kini mereka sedang kumpul dengan keluarga dan mereka baru saja selesai makan malam bersama.
Kini mereka menonton televisi bersama, Riko juga belum tidur dan Riko terlihat nyaman berada di pangkuannya Sinta.
"Cucu nenek," dengan lembut Sinta mencium pipi Riko.
"Oh iya, Raka, Naya, apa kalian tidak ada rencana membuatkan adik untuk Riko, ya biar Riko ada teman bermainnya," kata Sinta dengan nada jail.
__ADS_1
Seketika Raka dan Naya saling menatap, Raka senyam-senyum penuh kem*s*man lagian apa salahnya jika punya anak lagi? Sedangkan Naya malah menatap Raka agak kesal, anaknya saja masih terlalu kecil dan jika punya adik lagi nanti kasian karena Riko pasti akan kurang perhatian dari dirinya, itu yang ada di pikiran Naya.
"Iya nak, buat anak lebih dari satu! Biar rumah kita rame," sambung Faisal.
"Mama, papa, aku sih mau saja kalau di suruh buat adonan, aku siap kapan saja." Raka begitu semangat, bahkan otaknya sudah traveling kemana-mana.
Naya melirik Raka agak kesal. "Iyalah mas, kamu mah enak tinggal buat, tidak merasakan melahirkan dan menyusui setiap hari," batin Naya dalam hatinya.
Faisal dan Sinta sama-sama melempar senyum dengan bahagia, Naya juga tersenyum pada kedua mertuanya.
"Ayo sayang!" ajak Raka.
"Kemana mas?" tanya Naya bingung.
"Ke kamar buat adonan, Riko biar sama mama dan papa," jawab Raka membuat Naya merasa geram namun berusaha tersenyum di hadapan kedua mertuanya, "Mas Raka, anak saja masih kecil tapi sudah minta membuat adonan lagi," batin Naya dalam hatinya.
"Sana nak, tidak baik loh menolak ajakan suami," kata Sinta dengan nada lembut dan di anggukin oleh Faisal.
Kali ini Naya tidak bisa menjawab apa-apa dan Naya hanya bisa menuruti ajakan Raka untuk masuk ke dalam kamar, entah apa yang terjadi di dalam kamar nanti?
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1