Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
20 juta setiap bulan


__ADS_3

"Ceklek....." Ratih menatap Naya dengan garang, apalagi melihat Naya pulang bersama Raka.


Entah apa yang akan terjadi?


"Berani sekali kamu pulang bersama laki-laki ini lagi, dasar anak sialan!" Sentak Ratih, tatapan matanya semakin garang.


Naya merasa takut dia bersembunyi di belakang Raka, tangannya juga langsung menggenggam tangan Raka dengan erat.


"Minggir kamu, aku mau memberikan pelajaran pada anak sialan itu!" Ratih berniat menarik tangan Naya, tapi tangan kekar Raka dengan cepat menahannya.


"Jangan menyentuhnya!" Raka menepis tangan Ratih dengan kasar.


Sungguh Ratih merasa sangat geram, berani sekali Raka memperlakukan dirinya dengan kasar seperti tadi.


"Jangan ikut campur! Ini adalah urusan aku dengan anak sialan itu." Bantah Ratih dengan tatapan tajam.


Raka mendengus kesal, lalu mempererat genggaman tangannya. Berharap Naya tidak merasa ketakutan lagi.


"Mulai sekarang, urusan Naya menjadi urusan Saya. Karena saya adalah calon suaminya, Dan ingat jika Nyonya berani menyentuh atau masih terus menyakiti Naya, maka saya tidak akan diam saja!" Raka menatap Ratih dengan tajam, sorot matanya memberikan ancaman pada Ratih.


"Haah, kamu tidak salah menikahi gadis seperti itu? Dia adalah anak pembawa sial," terangnya dengan lantang.


"Saya tidak perduli, saya akan menikahinya." Jelas Raka, sorot matanya terlihat begitu serius.


Dalam hati Ratih, jika tidak ada laki-laki br*ngsek ini aku sudah puas memberikan pelajaran pada dirimu anak sialan.


"Baiklah, aku akan memberikan restu agar kalian bisa menikah. Tapi dengan satu syarat," sorot mata Ratih begitu licik, Ratih yakin Raka adalah orang kaya apalagi penampilannya begitu rapi mobilnya juga sangat mewah.

__ADS_1


"Mama...." lirih Naya.


"Diam kamu! Aku tidak menyuruhmu bicara!" Sentak Ratih, membuat Naya langsung diam.


Raka melihat Naya, lalu mengusap rambut Naya dengan lembut. "Tidak apa-apa semuanya akan baik-baik saja," Raka meyakinkan Naya.


"Katakan apa syaratnya?" Tanya Raka.


"Setiap bulan kamu harus mengirim uang bulanan 20 juta, karena Naya akan menikah denganmu tentunya tidak ada lagi yang akan mencari uang untukku," jawab Ratih dengan tidak tahu malunya.


"Mama, mama jangan keterlaluan." Kata Naya agak ketus.


"Terserah, jika dia tidak mau ya sudah kalian tidak usah menikah. Aku bisa mencarikan laki-laki lain buat menikahimu anak sialan," kata Ratih dengan tegas.


"Mas...."


"Tidak apa-apa, uang segitu tidak ada artinya buat aku." Kata Raka, membuat Naya hanya bisa mempercayakan semuanya pada laki-laki yang akan menjadi calon suaminya ini.


"Baiklah Nyonya, saya terima syarat dari Nyonya." Jawab Raka dengan tegas.


Ratih tertawa penuh kemenangan, sungguh dalam hatinya begitu senang. Apalagi Naya akan menikah dengan laki-laki kaya jadi itu bisa menjadi tambang emas buat Ratih.


"Baiklah, ingat setiap bulan!" Ratih memberikan peringatan kepada Raka.


Ratih berlalu masuk begitu saja, bahkan Ratih saja tidak mempersilahkan Raka untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Biarkan anak sialan itu menikah dengan laki-laki itu, aku juga tidak perduli dia mau menikah dengan siapa? Yang penting uang," batin Ratih dalam hatinya.

__ADS_1


Naya menghela nafas panjang, sungguh dia merasa tidak enak hati pada Raka. Apalagi mamanya memberikan syarat yang menurut Naya itu sangat keterlaluan.


"Mas, maafkan mama aku ya! Nanti, aku akan bicara pada mama mas." Naya menatap Raka dengan tatapan mata berkaca-kaca.


Raka hanya tersenyum, kedua tangan kekarnya meraih pipi mulus Naya. "Jangan menangis, kamu juga tidak perlu bicara apa pada mama kamu! Kalau hanya masalah uang mas akan memberikannya," kata Raka sambil tersenyum.


Entah Naya mimpi apa selama ini? Hidupnya yang selama ini sangat menderita, makan saja tiap hanya makanan sisa, sekolah saja harus putus karena mamanya tidak mau membiayai dan malah menyuruh Naya berjualan kue keliling.


"Tapi mas, itu sangat banyak sekali. Naya saja tidak pernah punya uang sebanyak itu," tolak Naya. Sungguh hatinya merasa tidak enak, Naya takut kalau Raka akan menganggap dia sebagai gadis matre.


"Dasar, sudahlah jangan dipikirankan! Setelah kamu menjadi istri mas, mas janji akan mencukupi kebutuhan kamu dan mas jamin kamu tidak akan kekurangan," Raka menatap Naya dengan tatapan begitu tulus.


Naya hanya mengangguk pelan, dalam hatinya tidak apa-apa aku harus menikah dengan laki-laki yang sudah berstatus duda yang penting hidupnya tidak sengsara lagi karena di Siska oleh mamanya yang sungguh kejam.


"Kamu masuklah, mas pulang dulu! Oh iya secepatnya mas akan menyiapkan pernikahan kita." Raka melepaskan kedua tangannya dari pipi Naya.


"Iya mas, Naya masuk dulu ya mas." Naya berlalu masuk ke dalam rumahnya.


Setelah Naya masuk, Raka berjalan ke mobilnya tiba-tiba ada seseorang laki-laki yang berjalan menghampirinya.


Raka menghentikan langkah kakinya, lalu melihat laki-laki itu.


"Kamu....."


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😘

__ADS_1


__ADS_2