
"Bukankah, kamu yang mulai?" Raka menatap Naya lebih dalam.
Naya mulai memejamkan matanya, Raka semakin mendekatkan wajahnya, kini nafas Raka bisa Naya rasakan.
Raka menempelkan bibirnya di bibir Naya, dengan lembut Raka mulai memperdalam ciumannya. Raka melepaskan ciumannya sejenak. "Jangan takut, mas akan melakukan pelan-pelan!" Bisik Raka dengan menggoda.
Naya membuka matanya, lalu dia mengangguk pelan. Ini sudah tugasnya sebagai seorang istri jadi siap tidak siap Naya akan berusaha untuk siap, daripada suaminya jajan diluar.
Raka kembali manautkan bibirnya kali ini ciumannya semakin panas, membuat nafas Naya mulai tersengal-sengal.
"Emmhh...." desah Naya yang mulai menikmati ciumannya suaminya.
Setelah puas dengan bibir Naya, Raka beralih ke leher jenjang Naya, dia memainkan bibir sexynya disana hingga meninggalkan bekas merah.
Kini Raka semakin liar, tangannya terus traveling menjelajahi tubuh mulus milik Naya.
"Mas," lirih Naya yang diiringi dengan desahan.
"Apa sayang?" Raka mengentikan aktivitasnya, kini matanya menatap Naya yang sedang mengatur nafasnya.
Raka tersenyum, dia sangat yakin kalau malam ini Naya sungguh sudah siap untuk melakukan perang ini.
"Mas, ingat lakukan dengan lembut! Naya takut mas," pinta Naya membuat Raka hanya bisa tersenyum simpul.
"Iya sayang, mas akan pelan-pelan." Raka Kembali melanjutkan aksinya, kini Raka terus beraksi seperti kucing yang kelaparan.
Er*n*g*n dan d*s*han sama-sama keluar dari mulut keduanya, nafas kedua sama-sama memburu. Kini Raka sudah tidak tahan sekali, Raka berpindah ke bagian bawah. Lalu Raka membuka sl*k*ng*n Naya agak lebar.
__ADS_1
"Mas....." panggil Naya yang masih mengatur nafasnya.
"Tahan sayang, hanya sakit sebentar!" Jawab Raka tanpa menoleh, kini Raka mengarahkan m*l*knya ke dalam m*l*knya Naya.
Dengan hati-hati Raka mulai men*s*k-n*s*ukan m*l*knya ke dalam m*l*k Naya seperti tusuk sate.
Raka terus berusaha memb*b*l gawang m*l*k Naya. "Ach... mas, pelan-pelan!" Rintih Naya, dia merasakan benda tumpul m*l*k Raka sedang berusaha masuk ke dalam m*l*knya.
Kedua tangan Naya memegang seprai erat-erat, kini tubuhnya sudah mulai menegang.
Raka mengabaikan Naya, dia hanya fokus dengan kegiatannya saat ini. Raka terus berusaha memasukkan benda tumpul itu, hingga beberapa apa lama akhirnya benda tumpul itu masuk ke dalam m*l*k Naya.
Terdengar jeritan dari mulut Naya, air matanya sudah menetes membasahi pipi mulusnya, kini di bawah sana rasanya tidak bisa di jelaskan.
Setelah m*l*knya masuk dengan sempurna, Raka tersenyum penuh kemenangan kini dia membiarkan m*l*knya diam di dalam m*l*k Naya beberapa lama.
"Tunggu sayang, mas hanya akan memberi kamu kenikmatan, tahan sakit hanya sebentar!" Tutur Raka, kini dengan lembut dia mulai meng*l**r m*s*kan m*l*knya ke dalam m*l*k Naya.
Er*ng*n bercampur d*s*h*n penuh kenikmatan, membuat Raka lagi-lagi tersenyum dan terus memperkuat tenaganya untuk meng*y*ng Naya malam ini.
Sungguh Naya malam ini hanya bisa pasrah dengan kenikmatan yang Raka berikan, apalagi sebagai seorang duda pasti Raka sangat berpengalaman dalam berperang di atas ranjang.
Nafas Naya mulai gusar, rasanya sangat capek tapi begitu nikmat.
"Tahan sayang, sebentar lagi!" Raka mempercepat g*y*ngannya membuat Naya semakin semakin kuwalahan dan lagi-lagi hanya bisa pasrah dengan perlakuan Raka.
Kini mulut mereka saling bertemu, sambil meng*y*ng Naya, Raka dan Naya saling berciuman panas.
__ADS_1
"Ach mas, aku sudah tidak tahan seperti ada....." kata-kata Naya terhenti, tangannya menggenggam punggung Raka dengan erat.
Raka yang tahu maksud Naya, dia mulai melembutkan permainannya, kini dia juga sudah merasa tidak tahan akhirnya Raka mengeluarkan semua ca*r*n h*ng*tnya di dalam rahim Naya.
Setelah puas, Raka mencabut m*l*knya dari dalam m*l*k Naya.
Raka menjatuhkan dirinya tepat di samping Naya, kini Naya masih mengatur nafasnya dengan pelan.
"Mas...." panggil Naya.
"Hush, tidurlah pasti kamu lelah sayang!" Raka menaruh jari telunjuknya di bibir Naya.
Naya tersenyum, karena malam ini dia sudah melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri dan tentunya ada kebahagiaan tersendiri di dalam hatinya.
"Mas, lengket semua. Kita mandi dulu baru tidur," kata Naya dan Raka menganggukan kepalanya.
"Sangking nikmatnya dan sangat lelah, lupa tidak mandi dulu." Raka tertawa dalam hatinya.
Kini keduanya sama-sama masuk ke dalam kamar mandi, mereka mandi bersama setelah selesai mandi Raka dan Naya sama-sama ganti baju tidur dan malam ini mereka tidur nyenyak setelah melakukan perang yang begitu melelahkan.
"Terimakasih istriku," Raka memberikan ciuman hangat di kening Naya.
"Sama-sama suamiku," Naya membenamkan wajahnya di dada bidang Raka.
Malam ini mereka tidur sambil berpelukan dengan penuh kehangatan.
BERSAMBUNG 😊
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 🤗