
Lampu itu sudah hampir jatuh, Reza juga langsung menarik tangan Amel dengan kuat.
"Amell....awassssss.....!!!!"
Reza mendorong Amel hingga Amel jatuh, lalu Reza berusaha melindungi Amel agar lampu itu tidak sampai mengenai Amel sedikitpun.
"Prannnnkkkkkkkkk....." lampu itu akhirnya terjatuh, beruntung tidak melukai siapapun.
Evan langsung berlari untuk menolong Naya, buru-buru Evan mengangkat tubuh Naya dari atas tubuh Raka.
"Nay, kamu tidak apa-apa? Raka, kamu tidak apa-apa?" Evan terlihat begitu kawatir, kini Naya sudah berada di gendongan Evan.
"Sakitt kak....." lirih Naya sambil memegangi perutnya.
Raka dengan kuat beranjak dari tempatnya terjatuh, lalu segera mengambil Naya dari gendongan Evan.
"Kak Evan, kakak urusin Reza dan Amel ya! Apakah mereka terluka? Aku akan membawa Naya ke rumah sakit," kata Raka pada Evan.
Evan mengangguk, dia menghawatirkan Naya tapi Evan juga harus menolong Reza dengan Amel. "Kenapa, lampu itu jatuh begitu tiba-tiba? Tidak mungkinkan kan hotel semewah ini tidak teliti, apalagi ini lampu," batin Evan dalam hatinya. Evan yakin ini adalah kerjaan seseorang dan tentunya sudah di rencanakan dengan baik.
Evan langsung berlari untuk menolong Reza dan Amel, para tamu undangan yang datang juga semuanya pada ketakutan mereka semua hanya diam saja.
"Apa yang terjadi?"
__ADS_1
"Lampu itu jatuh tiba-tiba."
"Hotel semewah ini, bahkan ini acara penting, apa para pegawainya itu tidak teliti dalam melakukan pekerjaan?"
"Hush, jangan bicara macam-macam."
Para tamu malah bergunjing yang tidak-tidak, padahal suasana saat ini sedang kacau.
"Reza, Amel, kalian tidak apa-apa?" tanya Evan, dia langsung membantu Reza bangun dari atas Amel.
"Aku tidak apa-apa kak," jawab Reza.
"Hellen, aku kira kamu sudah sadar ternyata kamu malah bertindak lebih jauh," batin Reza. Reza tahu ini semua perbuatan Hellen, hanya saja tidak menyangka kalau Hellen akan melakukan hal seburuk ini bahkan hampir saja membunuh nyawa orang.
Tania dan Evan membantu Amel untuk berdiri dengan hati-hati.
"Dokter Nia, aku takut...." lirih Amel dan langsung memeluk Tania dengan erat.
Reza melihat Amel, sungguh rasanya hatinya menggebu-gebu tidak rela melihat orang yang sangat di cintainya hampir saja celaka karena gadis masalalunya yang begitu seperti setan.
"Amel sayang, kamu istirahat saja ya! Mas akan urus semuanya, percayalah semuanya akan baik-baik saja!" tutur Reza, berusaha meyakinkan Amel.
"Dokter Nia, tolong bawa Amel ke kamar hotel saya!" pinta Reza dan Tania mengangguk, lalu Tania membawa pergi Amel masuk ke dalam kamar hotel Reza.
__ADS_1
Setelah Tania dan Amel masuk, Reza meminta maaf pada semua tamu atas kejadian yang tidak di duga malam ini.
Akhirnya semua tamu pulang, Reza dan Evan sama-sama duduk dengan raut wajah sulit di artikan.
"Kak, bagaimana keadaan Naya dan Bos Raka?" tanya Reza, karena tadi tidak sempat bertanya secara langsung pada Naya dan Raka.
"Raka baik-baik saja, dia sedang membawa Naya ke rumah sakit." Jawab Evan, masih kepikiran Naya takut Naya kenapa-kenapa dan bayinya kenapa-kenapa.
"Mudah-mudahan Naya baik-baik saja," harapan Evan dalam hatinya.
"Kak, kejadian ini bukan kebetulan, tapi ini adalah ulah seseorang," celetuk Reza dan Evan langsung menatap Reza dengan tatapan serius.
"Aku juga merasa begitu, kita harus cari tahu semuanya!" sahut Evan dengan begitu yakin, kedua tangannya sudah mengepal sempurna menahan amarahnya.
Tanpa menunggu lama, Evan langsung mengajak Reza ke ruangan CCTV untuk memeriksa semuanya.
Sedangkan di rumah sakit Raka terlihat begitu kawatir sambil duduk menunggu kabar dari Naya.
"Mudah-mudahan istri dan anakku baik-baik saja, aku yakin semua pegawaiku selalu mengecek semuanya dengan baik, tapi lampu itu kenapa tiba-tiba jatuh?" Raka berbicara sendiri, sungguh hatinya tidak tenang sekali rasanya.
"Jika ini ada campur tangan seseorang, maka aku tidak akan diam saja!" tandas Raka dengan tegas.
Kejadian malam ini hampir saja membunuh nyawa seseorang, apalagi Naya yang tidak lain adalah istri Raka Kumara, pasti Raka tidak akan diam saja, entah apa yang akan Raka lakukan?
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia