Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Tingkah aneh Naya


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 7 pagi, Naya terbangun dari tidurnya dan Naya buru-buru beranjak dari tempat tidurnya, dia berlari masuk ke dalam kamar mandi. Untung saja di kamar Evan ada kamar mandinya di dalam, Raka kaget karena Naya tiba-tiba berlari begitu saja.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Raka, dia menyusul Naya masuk ke dalam kamar mandi.


"Hoek...Hoek...." Naya muntah-muntah, kini dia merasakan pusing di bagian kepalanya.


"Aku ini kenapa?" Batin Naya dalam hatinya.


Raka terlihat kawatir apalagi sebelumnya Naya tidak pernah muntah-muntah seperti ini.


"Kamu kenapa? Apa kamu sakit? Kita ke rumah sakit sekarang!" Tanya Raka, dia takut Naya kenapa-kenapa.


Naya kembali muntah-muntah membuat Raka semakin panik dan gusar.


"Mas aku perut aku mual, kepala aku juga pusing. Padahal sebelumnya tidak pernah," kata Naya dengan begitu polosnya.


"Mas tidak menjaga kamu dengan baik, maaf ya sayang. Sekarang, kamu jadi sakit seperti ini," Raka terlihat menyesal. Sungguh, perasaan Raka saat ini begitu kawatir.


Naya tiba-tiba mendorong tubuh Raka yang hendak memeluknya. Membuat Raka menatap Naya dengan tatapan kesal, dan dia hanya berdecak kesal karena istrinya ini bersikap aneh pada dirinya.


"Kamu kenapa sih sayang?" Tanya Raka, tapi Naya malah berlalu pergi meninggalkan Raka yang masih terdiam dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


Naya duduk di tepi ranjang, Raka menyusul Naya dan duduk di sebelahnya, tapi lagi-lagi Naya mengindari Raka. Sungguh kali ini Raka semakin geram pada istrinya ini.


Raka mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Kamu kenapa sayang?" Tanya Raka lagi, nada suaranya terdengar kesal tapi dia berbicara dengan sangat lembut.


"Mas, aku pingin pulang saja! Tapi aku tidak mau dekat-dekat dengan mas." Jawab Naya, dengan nada lembut.


"Baiklah, kita pulang sekarang!" Kata Raka.


Mereka langsung bersiap-siap untuk pulang, mereka mandi, setelah mandi mereka langsung berganti pakaian.


Kini mereka sudah rapi dan mereka berdua langsung berpamitan dengan Evan.


"Kak, Naya tidak mau sarapan. Perut Naya mual dari tadi, Naya mau pulang ke rumah," kata Naya pada Evan.


Evan melihat ke arah Raka dan Raka hanya bisa mengangguk pelan, apalagi istrinya saat ini sedang aneh tidak jelas.


Mereka berpamitan dengan Evan, tanpa sarapan bersama Evan. Dan Evan juga mengerti karena Raka ini selalu menuruti apa kata sang istri jadi ya istrinya ini seperti ini, iya Raka juga hanya bisa pasrah.


Sesampainya di mobil, Naya masuk di jok belakang membuat Raka menatapnya dengan bingung.


"Kenapa duduk di belakang, sayang?" Tanya Raka, dia agak menahan rasa kesalnya.

__ADS_1


Raka masuk ke dalam mobil, sambil melihat Naya yang sudah duduk di belakang, sekarang Raka sudah seperti supir pribadi Naya.


"Mas, aku tidak suka dengan bau tubuh mas jadi aku duduk di belakang saja," jawab Naya dan Raka lagi-lagi hanya bisa menahan rasa kesalnya dalam hati.


Entahlah kenapa dengan istrinya ini? Raka hanya menuruti apa mau sang istri dan dia menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.


"Kita mau ke rumah sakit sayang?" Tanya Raka dengan begitu hati-hati.


"Tidak mas, Naya cuma mau rebahan di rumah," jawab Naya dengan malas.


Lagi-lagi Raka hanya menuruti apa istrinya, Raka juga tidak melakukan protes apapun.


Sesampainya di rumah, Naya beneran langsung masuk kamar dan dia rebahan begitu saja tanpa berbicara pada Raka.


Sungguh Raka di buat pusing oleh istrinya ini, Raka duduk di tepi ranjang tapi belum sempat Raka duduk, Naya melirik Raka dengan tatapan sinis.


"Mas, aku tidak suka bau badan mas!" Keluh Naya dan akhirnya Raka tidak jadi duduk di tepi ranjang tempat tidur, dia buru-buru bangun dan akhirnya dia merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil menghela nafas panjang.


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2