Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Emak lampir


__ADS_3

Setelah selesai makan, Reza dan Raka masuk ke dalam ruangan kerja Raka, mereka sibuk dengan pekerjaannya untuk meeting besok pagi.


Raka senyam-senyum pada Reza, membuat Reza menatap Raka dengan tatapan jijik.


"Bagaimana, kamu sudah bertemu dengan orang tuanya Amel?" tanya Raka dengan rasa penasaran yang begitu dalam.


Jadi sebelum bertemu dengan orang tuanya Amel, memang Reza sudah memberikan kabar lebih dulu pada Raka, jadi Raka sangat kepo dengan hasilnya.


"Sudah bos, hanya bertemu dengan ibu tirinya, tapi dia sangat matre, untung saja aku sudah selidiki dengan baik." Jawab Reza dengan raut wajah membanggakan dirinya sendiri.


"Kamu beri dia cek palsu?" tanya Raka, yang sangat paham otak cerdik Reza ini.


"Tentu saja bos, mana mau saya memberikan cek asli, biarkan saja pasti dia sedang kalang kabut," jawab Reza tertawa ngakak dan Raka juga ikut tertawa sambil mengacungkan jempolnya.


Kini mereka bukannya sibuk dengan pekerjaannya mereka, tapi malah asik ngegibahin mama tirinya Amel.


Di kamar Naya, Naya dan Amel sama-sama asik menonton film drama china.


Di film itu menceritakan tentang ibu tiri yang sangat kejam, sungguh ini membuat hati Amel begitu tersentuh, bahkan tanpa sadar Amel meneteskan air matanya begitu saja.


Amel menangis bahkan sampai sesegukan karena melihat adegan demi adegan yang membuat dirinya begitu sedih dan tentunya Amel juga merasakan apa yang di rasakan di film itu.


"Kak Amel, kakak menangis?" tanya Naya dan Naya langsung memeluk Amel.


"Nay, aku merasakan apa yang dia rasakan, lihat ibu tiri itu begitu kejam!" Amel kembali melihat adegan ibu tiri itu sedang memukuli anak tirinya.


Naya juga akhirnya ikut menangis, Naya juga merasakan hal yang sama seperti Amel bahkan Naya sering kali tidak di kasih makan kalau jualan kue Naya tidak habis.


"Sabar ya kak, Naya juga bisa merasakannya kak." Kata Naya, lalu Amel melepaskan dirinya dari pelukannya Amel.

__ADS_1


"Maksud kamu Nay?" tanya Amel yang kaget mendengar perkataan Naya.


Naya menceritakan pada Amel kalau dirinya juga hidup bersama ibu tirinya, padahal Naya menganggap Ratih adalah orang tua kandung dia tapi ternyata bukan.


Naya bercerita panjang lebar tentang hidupnya yang malang, membuat Amel terlihat sedih.


"Apakah nasib anak tiri itu selalu di caci dan di maki oleh ibu tirinya? Sungguh aku merasakan itu," batin Amel dalam hatinya.


Amel dan Naya berpelukan mereka bisa saling merasakan betapa menderitanya menjadi anak tiri. "Kita ternyata senasib kak, tapi aku bersyukur karena mamaku sudah menyayangi aku dan mau memelukku," batin Naya dalam hatinya.


Kini setelah filmnya selesai Naya dan Amel sama-sama keluar dari dalam kamar Naya, kini mereka melihat Reza dan Raka sedang bermain PS berdua.


"Pantesan anteng....." cetus Naya.


"Ternyata sedang asik main PS berdua." sambung Amel sambil tersenyum pada Naya.


"Mama nelpon berulang kali, ada apa?" gumam Amel yang ternyata di dengar oleh Reza.


"Ada apa sayang? Emak lampir itu menelpon kamu?" tanya Reza, sambil kegirangan dalam hatinya. "Aku yakin pasti wanita itu sedang tidak baik-baik saja, biarkan saja! Lagian siapa juga yang mau memberikan uang sebanyak itu pada wanita yang sudah menyakiti calon istrinya?" batin Reza dalam hatinya.


Amel mengangguk, lalu dia duduk di sebelah Reza.


Erin berdecak kesal karena dari tadi menelpon Amel tapi tidak di angkat oleh Amel.


"Kemana gadis j*l*ng itu?" tanya Erin pada dirinya sendiri, rasanya begitu marah dan ingin sekali bertemu dengan Reza.


Erin kembali menelpon Amel, Amel yang sedang duduk sambil melihat ponselnya dia terlihat kaget.


"Mas, ini mama...."

__ADS_1


"Angkat saja Mel, nanti aku yang bicara pada mama kamu kalau perlu!" celetuk Raka, dan di anggukin oleh Reza.


Amel akhirnya mengangkat telpon dari mamanya.


"Hallo ma....."


"Dasar, kamu gadis j*l*ng tidak tahu di untung, kamu dan kekasihmu itu sudah membohongiku awas kamu ya!" Kata Erin dengan suara yang begitu menggema.


"Mama, bicaranya pelan-pelan!" pinta Amel.


"Mana anak br*ngs*k itu?" tanya Erin dengan nada suara begitu emosi.


Reza langsung mengambil alih ponsel itu dari tangannya Amel, lalu menempelkan ponsel milik Amel itu di telinganya.


"Ada apa Nyonya, apa anda mencari saya? Bagaimana sudah menikmati uang yang saya kasih?" tanya Reza dengan nada meledek.


"Awas kamu, polisi akan datang menjemput kamu, lihat saja!" Ancam Erin pada Reza.


Reza tertawa, dia tidak takut sama sekali dengan ancaman Erin.


"Sebelum anda melakukan itu, siap-siap anda yang akan di jemput polisi, karena saya sudah melaporkan anda karena anda sudah menyiksa anak tiri anda sendiri!" Reza tertawa lepas, sungguh kali ini dia merasa dirinya sudah menang.


Reza mematikan saluran telponnya dan dia langsung tos kemenangan dengan Raka.


Setelah 15 menit berlalu benar kata Reza polisi datang ke rumah Erin Dan langsung datang untuk menangkap Erin.


BERSAMBUNG 😁


Terimakasih para pembaca setia 🤗

__ADS_1


__ADS_2