
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Raka dan dia langsung duduk dengan tatapan mata yang begitu panik.
"Mas.....sakittt....."
Hanya itu yang keluar dari dalam mulut Naya, entah kenapa dengan kandungan Naya?
Raka terlihat begitu panik, tanpa menunggu lama Raka langsung mengangkat tubuh Naya menuju ke mobil.
"Apa aku harus bangunkan mama lebih dulu? Aish tidak usahlah," batin Raka dalam hatinya.
"Mas... sakittt....."
"Perut aku sakit sekali mas...."
Mendengar rintihan Naya, Raka semakin panik, Raka mempercepat langkah kakinya menuju ke mobil.
Sesampainya di mobil Raka menaruh Naya di jok depan, lalu Raka langsung masuk ke dalam mobil dan tanpa menunggu lama Raka langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat dari rumahnya.
__ADS_1
Dalam hati Raka, Naya yang kuat ya sayang, pasti kamu kelelahan karena acara Kak Evan dan Tania. Aku berharap anak dan istri aku baik-baik saja, mereka adalah penyemangat hidupku tanpa mereka pasti aku tidak akan bisa apa-apa, jaga mereka berdua untuk aku ya Tuhan.
Melihat Naya berusaha menahan rasa sakitnya, Raka terlihat semakin kawatir tapi Raka hanya fokus dengan jalan agar cepat sampai di rumah sakit terdekat dari rumahnya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit akhirnya Raka dan Naya sampai di rumah sakit.
Kini Naya langsung di bawa oleh suster untuk di periksa sedangkan Raka terdiam di ruang tunggu sambil terus berdoa, agar anak dan istrinya baik-baik saja.
Waktu terus berjalan tapi Dokter yang memeriksa Naya belum juga keluar dari dalam ruangan, perasaan yang begitu takut saat ini menyelimuti hati Raka.
"Selamatkan anak dan istriku ya Tuhan, merekalah kebahagiaanku," doa Raka dalam hatinya.
"Dok, bagaimana keadaan istri dan anak yang ada di dalam kandungan istri saya?" tanya Raka, terlihat begitu kawatir.
"Mereka berdua baik-baik saja pak, mungkin karena terlalu kelelahan makanya istri bapak mengalami kram di perutnya," jelas Dokter pada Raka.
Raka terdiam dia mengingat kemarin acara pernikahan Tania dan Evan, iya Naya pasti kelelahan karena acaranya sampai malam dan Naya juga tidak mau istirahat sama sekali.
__ADS_1
"Iya Dok, lain kali saya akan lebih baik menjaga istri saya Dok," jawab Raka ada rasa penyesalan di benak matanya.
"Iya pak, untung saja bapak segera membawa istri bapak kesini, sekarang istri bapak ada di dalam kamar ruang inap, istri bapak juga baru saja minum obat dan sekarang sedang tidur, jika bapak ingin melihatnya langsung saja ke ruangan mawar no 1 pak, saya permisi dulu," kata Dokter dan Raka mengangguk pelan.
"Terimakasih Dok," kata Raka sebelum pergi dari hadapan Dokter yang memeriksa Naya.
"Sama-sama pak," Dokter itu menjawab dengan senyum yang begitu tulus pada Raka.
Raka langsung pergi menuju ke ruangan tempat Naya di rawat, sedangkan Dokter itu kembali menangani pasien yang lain.
Sesampainya di ruangan rawat Naya, Raka terdiam sambil melihat Naya yang terbaring lemah di tempat tidur pasien.
"Itulah gadis kecil yang aku nikahi, dia menahan rasa sakit karena mengandung buah hatiku, terimakasih istriku..." batin Raka dalam hatinya.
Raka berjalan mendekati Naya, lalu dia duduk di kursi dekat Naya, tangannya meraih tangan Naya lalu menggenggam tangan Naya dengan erat.
Dengan penuh rasa kawatir, cinta dan kasih sayang, Raka menunggu Naya terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
Bersambung
terimakasih para pembaca setia