Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Rahasia yang terungkap


__ADS_3

"Kapan, kalian datang? Untuk apa kalian kesini? Kamu juga anak kurang ajar, buat apa kamu datang kesini?" Tanya Ratih tatapannya seperti biasanya penuh kebencian pada Naya.


"Ma, apa yang terjadi malam itu?" Naya kembali bertanya, biarpun tatapan Ratih begitu tajam.


Ratih terlihat kesal, kali ini hatinya di penuhi dengan amarah. Apalagi mengingat malam itu di saat suaminya meninggal.


"Untuk apa kamu datang kesini?" Sentak Ratih, membuat Naya kaget.


"Mama, pelankan suara mama! Aku dan Naya sudah sama-sama besar ma, bahkan Naya juga sudah berumah tangga. Apa salahnya mama katakan apa yang sebenarnya terjadi?" Gertak Evan, dia selalu bersikap tegas di hadapan sang mama.


"Kamu juga Van, tidak usah ikut campur!" Ratih malah membentak Evan dengan kejam.


Ratih berlalu pergi meninggalkan Naya, Evan dan Raka begitu saja. Tapi mereka bertiga juga langsung mengikuti Ratih di belakang Ratih, apalagi Naya sangat ingin mendengar apa yang terjadi sebenarnya?


"Mama, apa mungkin kejadian malam itu yang membuat mama benci pada Naya dan tidak suka dengan Naya?" Batin Naya dalam hatinya.


Ratih malah berlari, Naya juga mengejar sang mama hingga Naya hampir tersandung untung saja Raka dengan cepat menangkap tubuh mungil istrinya.


"Sayang, jangan lari. Kasian kecebong kecil kita!" Pinta Raka dengan penuh perhatian.


Naya mengangguk, sedangkan Evan terus mengejar Ratih yang masih terus berlari.


Evan menarik tangan Ratih dengan kuat, hingga Ratih menghentikan langkah kakinya.


"Evan, kamu mau apalagi sih?" Tanya Ratih lagi-lagi dengan nada membentak.


Raka memapah Naya dengan hati-hati, kini Naya dan Raka sudah berada di tengah-tengah Ratih dan Evan.


"Mama, Naya dan Evan hanya ingin tahu sebenarnya ada apa malam itu?" Tanya Evan untuk kesekian kalinya. "Iya ma, Naya juga ingin tahu. Apa yang sebenarnya terjadi?" Sambung Naya dengan nada lembut.


Ratih menghela nafasnya dalam-dalam, dia juga berpikir anak-anaknya ini sudah besar dan mungkin rahasia yang selama ini Ratih simpan baik-baik, harus di ungkapkan.


"Baiklah, mama akan ceritakan. Tapi jangan disini. Kita cari tempat untuk mengobrol!" Kata Ratih dan akhirnya mereka pergi ke taman yang tidak jauh dari makam.


Mereka berempat duduk di salah satu kursi yang ada di taman.


"Malam itu......."


Flasback

__ADS_1


Malam itu adalah malam tepat hari ulang tahunnya Evan. Ratih dan Evan sudah sangat bahagia menantikan kepulangan papanya dari kantornya. Tapi hingga 8 malam papanya Evan tidak pulang, Ratih tampak gelisah padahal Evan berharap bisa tiup lilin bersama papanya.


Evan yang waktu itu masih kecil, dia hanya bisa menangis karena papanya tidak pulang-pulang sedangkan Ratih terus berusaha menelpon suaminya tapi tidak kunjung di angkat, pesan juga tidak di balas.


"Mama, papa mana?" Tanya Evan dengan nada sedih.


Ratih tersenyum, dia memegang kedua pipi Evan dengan lembut, lalu mencium pucuk kepala Evan dengan penuh kasih sayang.


"Anak mama, mungkin papa lembur kerja nak. Jadi papa tidak bisa pulang cepat," jawab Ratih dia berusaha memberikan pengertian pada Evan, berharap Evan mau mengerti.


"Kenapa ma? Setiap hari ulang tahun Evan, pasti papa seperti ini." Keluh Evan, dan Ratih langsung memeluk Evan dengan pelukannya penuh kasih sayang.


"Tidak apa-apa sayang, papa kan kerja buat kamu dan mama juga. Biar kamu bisa sekolah dan makan enak," kata Ratih sambil memeluk Evan, Ratih berusaha menahan tangisannya.


Evan mengangguk pelan, membuat Ratih agak sedikit lega. Setidaknya anaknya semata wayangnya ini tidak terlalu sedih.


"Bagaimana kalau mama ajak kamu ke taman bermain?" Tawar Ratih sambil tersenyum.


"Iya mama, aku mau." Jawab Evan dengan begitu antusias.


Akhirnya malam itu Ratih pergi ke taman bermain bersama Evan, tapi di tengah perjalanan menuju ke taman bermain Ratih tidak sengaja melihat suaminya bersama seorang wanita yang lebih muda dari dirinya dan wanita itu terlihat sedang hamil besar.


Sesampainya di taman bermain, ternyata suaminya dan wanita itu juga pergi ke tempat yang sama.


Ratih melihat suaminya dan wanita itu begitu mesra, sungguh hatinya sangat teriris tapi Ratih berusaha mengalihkan pandangan Evan agar Evan tidak melihat papanya bersama seorang wanita.


"Mas, bukankah itu istri mas dan anaknya mas." Kata Rika, yang melihat Raka dan Evan.


Papanya Evan hanya terdiam, melihat anaknya dan istrinya malam itu.


"Maafkan aku Ratih," batinnya dalam hatinya.


Buru-buru Ratih mengajak Evan untuk pulang ke rumahnya. Karena sudah tidak sanggup melihat suaminya bersama wanita lain.


Sesampainya di rumah, Ratih langsung mengantarkan Evan tidur ke kamarnya dan dia kembali ke kamarnya. Di dalam kamar Ratih hanya duduk sambil memikirkan suaminya dan wanita yang bersamanya tadi di taman bermain tadi.


Setelah beberapa jam berlalu, suaminya itu pulang, akhirnya terjadilah pertengkaran hebat dan di dalam pertengkaran itu suaminya memilih pergi meninggalkan Ratih dan Evan hanya karena wanita yang tidak lain ternyata selingkuhan suaminya Ratih.


Ratih hanya bisa menangis sedangkan suaminya langsung pergi menemui wanita itu.

__ADS_1


Malam menunjukkan pukul 2 malam, tepat malam itu Ratih mendapatkan telpon dari rumah sakit kalau suaminya mengalami kecelakaan dan Ratih langsung pergi ke rumah sakit, sedangkan Evan di titipkan pada tetangga Ratih karena sudah terlalu larut malam jadi Ratih tidak mengajak Evan.


Sesampainya di rumah sakit, suaminya sudah meninggal sedangkan wanita itu melahirkan Naya tapi akhirnya meninggal juga. Akhirnya Naya di bawa oleh Ratih ke rumahnya dan di rawat oleh Ratih.


Malam itu semuanya berubah kebahagiaan kecil rumah tangga Ratih hilang begitu saja karena perselingkuhan suaminya dengan Rika yang tidak lain adalah mamanya Naya.


Seperti itulah ceritanya.


Off Flasback


Naya menangis mendengar cerita dari sang mama, sungguh ternyata dirinya ini adalah anak dari pelakor. Evan memeluk mamanya ternyata begitu berat selama ini Ratih menjalani hidupnya, sedangkan Raka berusaha menenangkan Naya. Raka tahu pasti Naya juga sangat sedih mendengar kenyataan yang ada saat ini.


"Evan, Naya, kalian terlahir dari ibu yang berbeda tapi bapak yang sama. Maafkan mama jika selama ini merahasiakan semuanya dan mama memilih membenci Naya yang tidak tahu apa-apa," kata Ratih tangisannya pecah begitu saja.


"Mama, maukah mama memeluk Naya sekali saja. Naya akan menebus kesalahan mama Naya," kata Naya tangisnya tidak kalah pecah dari Ratih.


Evan melihat Ratih, lalu tersenyum pada mamanya dengan senyuman begitu lembut.


"Mama, Naya sangat menyayangi mama. Peluklah Naya seperti mama memeluk Evan!" Pinta Evan penuh harap.


Raka yang berusaha kuat, dia akhirnya ikut menangis.


Ratih mengangguk, akhirnya setelah sekian lama inilah pertama kalinya Ratih memeluk Naya. Betapa bahagianya Naya mendapatkan pelukan dari mama yang selama ini merawat dirinya dengan baik.


"Mama, Naya sayang sama mama. Naya janji akan menebus kesalahan mamanya Naya," kata Naya disela-sela pelukannya.


"Sudahlah nak! Mama yang selama ini salah, kamu tidak tahu apa-apa tapi mama malah jahat sama kamu," jawab Ratih disela-sela pelukannya, kini Ratih dan Naya sama-sama menangis.


"Bagaimana, kalau malam ini Kak Evan dan Nyonya Ratih menginap di rumah kita saja, bolehkan sayang?" Tanya Raka dan Naya mengangguk pelan.


Ratih tersenyum, entahlah kali ini hatinya begitu tenang. Memeluk Naya juga sangat senang dan sungguh, hatinya yang penuh kebencian pada Rika seketika hilang begitu saja. Mungkin karena sudah bertahun-tahun juga.


"Raka, panggil aku dengan sebutan mama!" Pinta Ratih, membuat Evan dan Raka saling melempar senyum bahagia.


Akhirnya mereka langsung pergi menuju ke rumah Raka dan Naya.


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 🙏

__ADS_1


__ADS_2