
Raka melihat ke arah Reza, kini dia terlihat bingung dengan expressi Reza saat ini.
"Za, kamu kenapa?" Tanya Raka, sekarang dia yang mengikuti pandangan mata Reza kepada wanita itu.
"Itu bos...." Reza menghentikan kata-katanya, dia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Itu bukannya sih Amel, tapi sih Amel sedang apa disini?" Batin Reza dalam hatinya.
"Itu apa? Kamu kenal dengan wanita disini? Atau kamu sering datang ke tempat seperti ini?" Tanya Raka, dia sibuk dengan pikirannya sendiri.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Raka. Reza sudah beranjak dari tempat duduknya, membuat Raka menatapnya dengan tatapan bingung.
"Mau, kemana itu anak?" Gumam Raka dalam hatinya, Raka menikmati jus jeruknya yang dia pesan tadi.
"Jangan minum, atau Naya akan marah dan menyuruhmu tidur di luar Raka!" Batin Raka dalam hatinya.
Raka duduk sambil melipat kedua tangannya ke dada, kini dia terus menatap Reza yang sedang berjalan ke arah gadis yang tadi di lihatnya dengan begitu dalam.
"Apa, mungkin dia adalah jodohnya Reza?" Batin Raka dalam hatinya.
Tapi jika semua itu benar, maka Raka akan sangat bahagia sekali, karena akhirnya Reza menemukan seorang istri dan pastinya tidak akan menganggu Naya lagi.
"Amel...." panggil Reza, tatapannya terus tertuju pada Amel. Tapi dia juga masih belum percaya dengan yang dia lihat.
Mendengar suara seorang laki-laki memanggilnya, Amel menoleh. Betapa terkejutnya Amel, melihat ternyata Reza yang memanggil dirinya. Ini seperti sebuah mimpi bagi Amel, bertemu dengan Reza lagi dalam hidupnya.
__ADS_1
"Reza...." Amel terkejut, dia juga masih belum percaya yang di hadapannya ini adalah Amel Putri, yang tidak lain adalah teman sekelas dia waktu SMA dulu.
Reza masih menatap Amel, seolah-olah dia meyakinkan bahwa yang ada di hadapannya saat ini adalah sungguh Amel.
"Iya aku Reza, bisa kita bicara sebentar?" Tanya Reza terlihat ragu, tapi dia berusaha memberanikan diri.
"Bisa, ayo duduk disana!" Ajak Amel, suaranya terdengar lembut membuat Reza agak sedikit gemetaran.
"Tidak ada yang berubah," batin Reza dalam hatinya.
Raka melihat Reza sudah duduk bersama dengan gadis yang dia lihat tadi. Sungguh, niatnya ingin mengantarkan Reza mencari istri, sekarang nasib Raka malah di tinggal kan sendirian di mejanya.
"Eza, aku pulang. Istriku sudah menunggu, kamu bersenang-senanglah. Aku juga sudah transfer uang ke rekening kamu, gunakanlah untuk mencari istri dengan benar!" Isi pesan Raka untuk Reza.
Tring satu pesan masuk!
"Dasar bos bucin, demi aku mencari seorang istri kini dia bahkan mengirimkan uang untuk aku," Reza tertawa dalam hatinya.
"Baik bos, aku akan menggunakan uang yang bos kasih dengan baik." Balas Reza untuk pesan Raka.
Raka langsung beranjak dari tempat duduknya, dia buru-buru pulang karena takut istri kecilnya keburu merindukan dia. Padahal mah Raka yang sudah tidak tahan ingin sekali bertemu dengan Naya lalu memeluknya dengan erat.
Kini Reza dan Amel terlihat begitu canggung, mungkin karena setelah sekian lama mereka baru bertemu lagi.
"Eza, kamu sedang apa disini?" Tanya Amel, matanya masih malu-malu menatap Reza.
__ADS_1
"Aku sedang mencari istri....." cetusnya dengan gugup, membuat Amel akhirnya tertawa kecil.
"Dasar kamu ini, aneh-aneh saja mencari istri di tempat seperti ini. Za, ini adalah tempat para laki-laki mencari kebahagiaan sesaat," tutur Amel. Dia sangat paham dengan tempat seperti ini.
Reza tersenyum garing, entahlah rasanya kok tiba-tiba gugup padahal dari tadi tidak apa-apa.
"Bos ku Mel, dia memang sudah tidak waras dia yang mengajak aku kesini, tapi dia malah pulang." Jawab Reza, terukir senyum yang tidak pernah berubah menurut selama ini menurut Amel.
Amel mengangguk pelan, Reza kembali menatap Amel dengan tatapan penuh tanda tanya? Apalagi Amel yang begitu kalem, dia kok bisa-bisanya datang ke tempat maksiat seperti ini?
"Mel, boleh aku tahu. Kenapa kamu ada disini?" Tanya Reza, dia melihat Amel dengan tatapan begitu dalam.
Senyum Amel sangat sulit di artikan, dia menguatkan hatinya. Kenapa dia datang ke tempat seperti ini? Iya tentunya ini bukan mau dia, tapi Amel terpaksa melakukan ini dan Amel juga tidak menyangka kalau malam ini akan bertemu dengan Reza di tempat maksiat ini.
Amel terdiam, ingin rasanya pergi dari hadapan Reza tapi Amel juga tidak mau melakukan itu.
"Mel, tidak apa-apa jika kamu kamu tidak mau menjawab," kata Reza. Tapi dia masih sangat penasaran.
"Reza, aku disini karena ibuku...." Amel menghentikan kata-katanya, matanya terlihat berkaca-kaca.
Reza terlihat bingung, kenapa dengan Amel ini?
"Ibu, kamu kenapa?" Tanya Reza.
Amel akhirnya menitikkan air matanya, Membuat Reza semakin bingung.
__ADS_1
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊