
Raka dan Naya langsung masuk ke dalam kamar mereka. Raka masih berdiri dia sibuk membereskan belanjaan mereka dan Raka juga menyuruh Naya hanya duduk saja karena takut kelelahan.
"Mas, aku mandi dulu ya." Kata Naya, tapi Raka langsung menghampiri Naya.
"Tunggu, mas siapkan air hangat dulu untuk kamu mandi, ingat duduk saja! Kakinya di luruskan niat tidak sakit, nanti setelah selesai mandi mas pijitin," lagi-lagi Raka begitu bawel dan Naya hanya mengangguk pelan.
Naya geleng-geleng kepala, sungguh perhatian suaminya ini membuat Naya pusing, apalagi Naya tidak di perbolehkan melakukan apapun.
Setelah selesai membereskan belanjaannya, Raka masuk ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Naya mandi.
Setelah selesai, Raka menyuruh Naya mandi, tidak lupa Raka juga menyiapkan baju ganti untuk Naya.
Sungguh Raka ini suami idaman, biarpun dia seorang duda tapi kalau urusan perhatian itu tidak terkalahkan oleh laki-laki manapun.
*****
Evan dan Tania duduk di kursi yang di halaman rumah Tania, mereka malam ini pacaran disana sambil melihat indahnya pemandangan malam ini.
__ADS_1
"Tania, apa sebelumnya kamu pernah kekasih?" Tanya Evan, matanya menatap Tania dengan tatapan lembut.
"Pernah, aku pernah sangat mencintai seseorang, tapi dia sudah pergi dulu dari dalam hidupku." Cerita Tania, matanya terlihat berkaca-kaca mengingat masa lalunya yang begitu menyedihkan.
"Memangnya pergi kemana?" Tanya Evan merasa sangat penasaran.
"Pergi ke surga, dia sudah bahagia di sana." Jelas Tania, air matanya menetes membasahi pipinya.
Rasanya sangat sedih jika mengingat beberapa tahun yang lalu, hatinya begitu terpukul karena orang yang Tania sangat cintai pergi begitu cepat.
Evan refkek, dia langsung membawa Tania masuk ke dalam pelukannya. Tania akhirnya menangis dalam pelukan Evan, ini adalah pertama kalinya Tania menceritakan kisah sedih yang selama ini dia pendam.
Tania hanya mengangguk, isak tangisnya terdengar oleh Evan.
"Sudah malam, kamu istirahatlah!" Kata Evan, dia mengantarkan Tania masuk ke dalam rumahnya.
Setelah Tania masuk, dia juga sudah mengunci pintu kamarnya. Akhirnya Evan pulang.
__ADS_1
*****
Malam semakin larut Naya sudah berbaring dengan posisi enak, Raka juga mijitin kaki Naya dengan penuh kasih sayang.
"Mas, ini salah aturan aku yang mijitin kamu." Protes Naya, dia juga tahu pasti suaminya juga sangat kelelahan hari ini.
"Tidak ada yang salah, kamu yang capek sekarang kemana-mana kamu harus membawa perut kamu yang sudah mulai besar, pasti itu berat sayang, tubuh kamu juga agak berisi pasti kamu semakin lelah kalau berjalan-jalan lama," tutur Arya dengan penuh perhatian.
Sungguh rasanya Naya terharu sekali, apalagi selama ini Naya lebih sering di siksa, di marahin, bahkan di perlakukan tidak baik oleh mamanya dulu. Tapi mungkin ini adalah sebuah balasan dari yang maha kuasa, karena semuanya sudah sayang pada Naya.
Naya selalu bersyukur karena punya suami seperti Raka, biarkan saja suaminya ini bawel yang penting suaminya begitu mencintainya dengan penuh kasih sayang.
"Mas, kecebong kita nendang-nendang terus." Kata Naya, sambil mengelus-elus perut yang terlihat semakin buncit.
Raka tersenyum lalu tangannya beralih mengelus-elus perut Naya, agar kecebong kecilnya anteng di dalam perut istrinya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊
Baca yuk karya Author di hotbuku, buat yang punya aplikasi hotbuku mampir yuk judulnya "CINTA SEGITIGA" 🙏🙏