Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Mata Naya ternodai


__ADS_3

"Mas, kamu mau apa?" Tanya Naya yang sudah mulai memejamkan matanya.


Raka semakin mendekatkan bibirnya, kini bibir mereka hanya beranjak beberapa senti saja.


Jantung Naya berdetak kencang, darahnya mengalir lebih cepat dari biasanya, rasanya begitu panas.


Bibir mereka sudah sangat dekat, tapi tiba-tiba Naya memalingkan wajahnya. "Mas, aku mandi dulu. Badanku lengket," Naya terlihat gusar dan Raka membenarkan posisinya.


"Aish, tinggal sedikit lagi." Gumam Raka dalam hatinya.


Raka sudah duduk kembali, kali ini dia juga merasakan canggung.


"Mandilah dulu!" Kata Raka dan Naya buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam mandi Naya terus menaik turunkan nafasnya, sungguh dia ingin menikmati bibir sexy suaminya tapi untuk saat ini Naya belum punya keberanian.


"Maaf mas, Naya masih belum siap." Naya merasa bersalah dalam hatinya.


Naya menanggalkan pakaiannya, lalu dia mandi.


Sedangkan Raka, kali ini Raka terlihat gusar bagaimana tidak? Saat adik kecilnya meronta-ronta di dalam sangkarnya sana. Malah rumah siputnya belum mau di masukin, Raka terdiam biar bagaimanapun Raka harus bisa mengendalikan dirinya.


Setelah beberapa lama akhirnya Naya selesai mandi dan dia keluar dengan handuk kimono, Raka hanya tersenyum dan dia bergantian untuk mandi.


Naya berganti pakaian, dia memakai dress cantik warna putih dan riasan yang sangat natural, membuat kecantikannya ini begitu sederhana. Setelah selesai Naya duduk di tepi ranjang menunggu suaminya yang sedang mandi.


"Mas Raka, maafkan aku karena belum bisa menjalankan tugasnya sebagai seorang istri," kata Naya. Karena rasa takutnya, Naya harus membuat suaminya kelimpungan setiap di dekatnya.

__ADS_1


Setelah beberapa lama akhirnya Raka selesai mandi, Raka bergantian pakain kali ini dia memakai kemeja warna biru dongker yang di padukan dengan celana warna hitam.


Setelah selesai Raka berjalan menghampiri Naya, terlihat Naya masih begitu canggung.


"Tidak apa-apa jika kamu masih belum siap," Raka mengusap-usap rambut Naya dengan lembut. Naya tersenyum. "Mas, Naya minta maaf," Naya merasa bersalah.


Raka duduk di sebelah Naya, lalu dia membawa Naya masuk ke dalam pelukan. "Tidak apa-apa, mas tahu. Mas juga tidak akan memaksamu," tutur Raka dengan lembut.


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan?" Tawar Raka agar Naya lebih rileks.


"Menikah dengan daun muda itu harus sabar, aku juga harus bisa mengendalikan diri. Tapi jika itu sudah tidak bisa maka akan aku lepaskan," batin Raka dalam hatinya.


"Boleh mas, kita ke pantai ya!" Ajak Naya dengan antusias.


Akhirnya mereka berdua pergi ke pantai, Naya dan Raka saling bergandengan menelusuri pantai yang begitu indah.


"Kamu dingin tidak?" Tanya Raka dengan lembut.


"Tidak mas, kalau Naya kedinginan Naya boleh peluk Mas Raka?" Naya terlihat begitu manis, sungguh ini yang membuat Raka kadang tidak bisa menahan hasratnya.


"Tentu saja boleh, mau mas peluk?" Goda Raka, tapi Naya menggelengang dan dia terus menggenggam tangan Raka dengan erat.


Mereka berdua terus menulusuri pinggiran pantai, tiba-tiba Naya menghentikan langkah kakinya. Membuat Raka terkejut. " Ada apa?" Tanya Raka agak bingung.


"Lihat mas!!" Naya menunjukkan sesuatu pada Raka, Raka mengikuti arah pandangan mata Naya.


Naya melihat ada dua sejoli yang sedang memadu kasih, bahkan dua sejoli itu sangat liar, ciuman, belain bahkan Naya melihat apa yang seharusnya tidak boleh Naya lihat, iya Naya melihat dua sejoli itu sedang mengeluar masukkan adik kecilnya.

__ADS_1


"Mata aku sudah ternodai," batin Naya dalam hatinya.


Raka menarik tangan Naya, lalu membawa Naya masuk ke dalam pelukannya.


"Jangan melihatnya lagi! Di sini sudah biasa, hal-hal seperti itu sering terjadi," tutur Raka dengan pelukan yang begitu hangat.


"Masa sih mas?"


Raka dan Naya duduk di tepi pantai, Naya duduk sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Iya sayang, buat mereka itu sudah wajar. Kadang banyak anak muda yang belum resmi menikah tapi mereka sudah melakukannya, padahal itu tidak boleh. Tapi yang namanya pergaulan anak jaman sekarang, jadi buat mereka itu hal yang lumrah tapi mereka berbuat tidak memikirkan apa yang akan terjadi nanti?" Kata Raka, terlihat miris di benak matanya.


Naya merasa miris dengan pergaulan anak jaman sekarang. "Jika kita punya anak nanti, apakah Naya bisa mendidik anak kita dengan baik nanti mas?" Naya terlihat ragu, melihat pergaulan anak jaman sekarang yang begitu bebas.


"Pasti bisa sayang, nanti kita didik anak-anak kita dengan baik. Mas juga akan membantu kamu dalam mendidik anak nanti," Raka menyakinkan Naya. Membuat Naya lebih yakin.


Malam menunjukkan pukul 9 malam, banyak muda-mudi yang berjalan dengan pasangan mereka. Dan benar kata Raka muda-mudi itu saling memadu kasih di pinggiran pantai.


"Mas kita pulang saja ya, jika di sini terus mata Naya akan semakin ternodai." Kata Naya, membuat Raka terkekeh.


Saat ini di setiap sudut pantai, hanya ada muda-mudi yang sedang memadukan cinta mereka. Entah mereka sudah halal atau belum? Naya juga tidak tahu.


Raka dan Naya akhirnya kembali ke hotel tempat mereka menginap.


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 🤗

__ADS_1


__ADS_2