Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Rencana kita berdua


__ADS_3

Pagi yang begitu cerah, Evan dan Ratih sudah siap-siap untuk pulang ke rumah. Kini mereka sudah berada di ruang makan, sedangkan Naya sedang menyiapkan teh untuk suaminya, mamanya dan kakaknya.


"Minum tehnya dulu, mama apa mama harus pulang pagi ini?" Naya menaruh tehnya di atas meja, lalu dia melihat Ratih yang sedang duduk sambil menikmati sarapan paginya.


"Iya nak," jawab Ratih dengan nada lembut.


Evan hanya diam sambil menikmati makanannya, Raka menatap Evan dengan tatapan begitu jail.


"Mama tidak akan pulang hari ini sayang, karena malam ini aku punya rencana dengan Kak Evan," kata Raka membuat Evan kaget. "Rencana apa?" Tanya Evan dengan tatapan bingung.


"Yang semalam kita bicarakan, apa kakak ini lupa?" Raka mengingatkan Evan akan hal yang semalam.


Evan geleng-geleng kepala, sungguh adik iparnya ini begitu jail.


"Nay, kamu menikah dengan seorang duda tapi lihat suamimu dia itu seperti anak kecil," batin Evan dalam hatinya.


"Iya baiklah, setelah pulang kerja kita lakukan rencana kamu." Kata Evan sambil menikmati makanannya.


"Mana bisa rencana aku, ini rencana kita berdua kak." Raka membenarkan perkataan Evan.


Evan mengangguk pelan.

__ADS_1


"Terserah kamu saja Ka, kamu yang paling benar," batin Evan dalam hatinya.


"Sudahlah, mas makan dulu. Ngobrolnya nanti saja!" Omel Naya pada suaminya.


Mereka sama-sama melanjutkan sarapannya, setelah selesai sarapan Evan dan Raka pergi berangkat ke kantor, sedangkan Ratih dan Naya di rumah sambil menonton film drama bersama.


******


Sesampainya di kantor, Raka bertemu dengan Amel yang sedang bersih-bersih di depan ruangan kerjanya.


"Reza, apa dia itu tidak keterlaluan memberikan pekerjaan pada calon istrinya sebagai cleaning servis." Batin Evan dalam hatinya.


"Za...." panggil Raka, seperti biasanya Raka masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


"Bos, ada apa? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Reza, dia melihat Raka sudah duduk di sofa.


Reza beranjak dari tempat duduknya, lalu dia berjalan menghampiri Raka dan dia ikut duduk di sofa.


"Za, kamu yakin memberikan pekerjaan untuk calon istrimu sebagai cleaning servis?" Tanya Raka, sambil menatap Reza dengan serius.


"Maaf bos, dia teman saya bukan calon istri saya. Iya bos, Amel yang meminta bekerja sebagai cleaning servis," jawab Reza dengan serius.

__ADS_1


Raka tersenyum kecil, mungkin saat ini Reza hanya mengakui bahwa Amel adalah hanya teman saja, tapi kita lihat suatu hari nanti akankah selamanya mereka hanya menjadi teman saja?


"Baiklah, aku doakan kalian berjodoh." Raka beranjak dari tempat duduknya, lalu dia berlalu keluar dari ruangan Reza begitu saja.


Setelah Raka keluar, Reza hanya tersenyum tipis dan senyumnya kali ini sulit di artikan.


Raka sudah berada di ruangan, dia langsung sibuk dengan pekerjaannya. Sambil bekerja Raka memikirkan nanti akan kemana? Untuk mencarikan, jodoh untuk kakak iparnya tidak mungkin kan dia mengajak sang kakak ke club malam, nanti yang ada Evan pasti akan marah padanya.


Raka senyam-senyum, dia ingat perempuan mana yang akan cocok di kenalkan untuk kakak iparnya nanti.


"Baiklah, aku rasa dia akan cocok jika bersama Kak Evan. Apalagi dia gadis yang agak jutek," kata Raka sambil tersenyum.


Raka kembali melanjutkan pekerjaan hingga semuanya selesai.


Detik demi detik berlalu, jam demi jam berlalu, hingga waktunya Raka untuk pulang kerja tapi malam ini Raka tidak langsung pulang, dia juga sudah meminta izin pada Naya kalau malam ini dia ada urusan dengan Evan. Raka juga sudah membuat janji dengan gadis yang akan di kenalkan pada Evan malam ini.


Raka langsung pergi menuju ke kantor Raka untuk menjemput Evan. Setelah menjemput Evan, Raka langsung menuju ke tempat tujuan karena gadis itu pasti sudah menunggunya.


BERSAMBUNG 😁


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2