
Malam menunjukkan pukul 7 malam, karena Tania dari tadi rewel tidak jelas, akhirnya Evan pergi mencari kado sendiri ke mall.
Evan akhirnya membeli satu pasang baju tidur cauple berwarna biru dongker, lalu membeli beberapa alat tempur lainnya.
Setelah selesai membeli kado, Evan langsung pulang dan sebelum sampai di rumah Evan mampir dulu ke Apotek.
"Ini jauh lebih bermanfaat untuk pengantin baru, biar pertempuran Reza makin kuat dan tentunya Amel kuwalahan."
"Aku harus membeli obat kuat, agar mereka tahan sampai pagi."
"Reza, nikmati malam pertama yang menyenangkan nanti."
Sambil mengendarai mobilnya, Evan senyam-senyum sendiri dia mampir ke Apotek untuk membeli alat tempur lainnya.
Setelah selesai membeli semuanya, Evan kembali melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya Evan sampai di rumah.
"Sayang....mas pulang.....!!"
"Kamu sudah tidur apa belum?"
Reza berjalan menuju ke kamarnya, lalu membuka pintu kamarnya, Reza melihat Tania sedang membaca novel kesukaannya.
"Baca novel lagi."
"Suaminya pulang tidak di sambut."
__ADS_1
Evan hanya bergumam, dia tidak berani berbicara dengan nada kencang karena dari tadi istrinya sedang tidak jelas, kadang marah kadang tiba-tiba manja.
"Mas, kamu sudah pulang?"
"Bagaimana, sudah dapat kadonya?"
"Kado, apa yang kamu beli mas?"
Tanya melihat Evan, bahkan Tania langsung bawel bertanya ini itu.
Evan mengangguk, lalu dia menutup pintu kamarnya. Evan duduk di sebelah Tania, lalu mencium kening Tania dengan lembut.
"Sudah mas beli, kamu kok belum tidur?" tanya Evan, dia tidak berani mengatakan kado apa yang akan diberikan oleh Reza karena tidak mau kalau sampai Tania marah-marah lagi tidak jelas.
"Beli apa mas?" tanya Kembali bertanya, Evan hanya tersenyum kecil lagi-lagi tidak mau menjawab pertanyaan istrinya ini.
Tania langsung tersenyum, bahkan dia begitu antusias mendengar obrolan suaminya, apalagi tentang novel, pokoknya semangat sekali.
"Iya mas, ini adalah novel terbaru Author, mas tahu ini ceritanya sangat bagus, bahkan CEO disini sangat banyak," jelas Tania antusias.
"Memangnya judulnya apa? Kok bisa banyak CEO nya?" tanya Reza penasaran.
"Cinta Para CEO Tampan, itu judulnya mas ceritanya juga sangat menarik," jelas Tania lagi.
"Sepertinya mas harus membacanya," sambung Evan dengan semangat.
"Iya mas, kamu harus membacanya, ceritanya sangat bagus mas!" jawab Tania antusias.
__ADS_1
Kalau masalah novel pasti Tania sama seperti Naya, pasti kalau bahas masalah novel Tania sangat antusias.
******
Malam menunjukkan pukul 10 malam, Raka dan Naya masih terjaga, Naya begitu nyaman berada di pelukan hangat Raka.
"Sayang, kamu marah tidak? Mas memberikan kado pernikahan mobil untuk Reza?" tanya Raka, dia tahu dia membeli mobil untuk kado Reza, itu belum meminta izin pada Naya.
"Tidak mas, itukan hak mas. Kalau Naya sebagai istri nurut saja mas sama suami," jawab Naya. Membuat Raka tersenyum, lalu memberikan ciuman hangat di kening Naya.
Naya tersenyum, lalu dengan lembut mencium pipi Raka.
"Sayang, mas juga membelikan tiket bulan madu untuk Reza dan Amel," kata Raka lagi.
"Apakah, kamu marah?" tanya Raka lagi, Raka ini suka sekali melakukan sesuatu tanpa izin Naya lebih dulu tapi suka takut Naya marah juga pada dirinya.
Naya hanya tersenyum kecil, baginya kado yang diberikan oleh Reza dan Amel di hari pernikahannya nanti itu bukan masalah untuk Naya, Naya malah bahagia karena suaminya begitu perhatian dengan para bawahannya.
"Tidak mas, Naya tidak marah." Jawab Naya dengan lembut.
"Kita tidur yuk mas sudah malam!" ajak Naya dan akhirnya Raka dan Naya tidur sambil berpelukan.
Rasanya sebagai para sahabat Reza dan Amel, rasanya tidak sabar menantikan pernikahan Reza dan Amel yang tinggal menghitung hari.
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1