Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Datang ke rumah Rio


__ADS_3

Malam semakin larut, Raka sangat gelisah dalam tidurnya. Rasanya merindukan sang istri, tapi Naya sudah terlelap tidur dari tadi.


"Sayang, baru juga berbaikan tapi kamu malah ninggalin mas tidur." Raka berbicara sendiri, sungguh rasanya ingin sekali bercinta dengan istrinya, tapi mungkin Naya masih terlalu kesal pada Raka.


Raka memeluk Naya dari belakang, karena Naya tidur dengan posisi miring dan tentunya membelakangi Raka.


"Perutnya sudah semakin besar."


"Istri polosku, akhirnya akan menjadi seorang ibu."


"Maafkan mas yang sudah membuat kamu marah ya sayang."


"Tidur yang nyenyak, jaga anak kita baik-baik!"


Raka mempererat pelukannya, biarpun tidak dapat jatah dari Naya setidaknya Raka masih bisa memeluk istrinya dengan hangat, itu sudah sangat membuat Raka bahagia.


****


Pagi hari yang cerah, Elina melangkahkan kakinya menuju ke rumah Rio. Kali ini Elina ada pilihan lain lain selain datang ke rumah Rio.


Dengan langkah berat Elina melangkahkan kakinya menuju ke rumah Rio, yang sekarang sudah menjadi mantan suaminya.


"Tok...tok...tok..." Elina mengetuk pintu rumah Rio dengan malas.


Art yang bekerja di rumah Rio, langsung membukakan pintu rumahnya Rio. Melihat Elina yang datang, Art itu langsung menyuruh Elina masuk ke dalam rumah.


"Pak Rio, bi?" tanya Elina yang tidak melihat Rio di setiap ruangan tapi Rio tidak ada.


"Pak Rio, ada di kamarnya nyonya." Jawab Art itu dengan sopan.


Elina berlalu meninggalkan Art itu, lalu buru-buru Elina masuk ke dalam kamar Rio dan kamar dirinya dulu saat masih menjadi istri.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Elina membuka pintu kamar Rio begitu saja. Mata Elina langsung membulat sempurna tidak percaya.

__ADS_1


"Haahhh, bukannya itu bukan gadis yang kemarin? Mas Rio cepat sekali dalam mencari seorang wanita, aku yakin gadis-gadis itu pasti semua j*l*ngnya."


Rio dan gadis itu sedang melakukan adegan panas, gadis itu dengan posisi n*ngg**g dan Rio dengan begitu nikmat mey*d*k*n adik kecilnya ke dalam rumah siput gadis itu.


Terdengar d*s*h*n penuh kenikmatan dari mulut dua sejoli itu.


Melihat Elina datang, Rio langsung mencabut miliknya dengan kasar, bahkan adik kecilnya Rio masih sangat tenggang.


"Aish, untuk apa Elina datang kesini lagi? Padahal lagi begitu nikmat," gumam Rio dengan suara pelan.


Rio membenaekan posisinya menjadi berdiri tapi dalam keadaan polos seperti toples.


"Nina, kamu keluar dulu sayang! Mas mau menyelesaikan masalah dengan mantan istri mas dulu," kata Rio dengan nada lembut.


Nina yang sudah memakai pakaiannya buru-buru dia keluar dari dalam kamarnya Rio.


"Dasar penganggu, ingat Mas Rio sudah membuang kamu," bisik Nina dengan sinis.


Kini Elina dan Rio hanya berdua di dalam kamar mereka, Rio menatap Elina dengan tatapan mesum.


"Kunci pintunya!"


"Kenapa harus dikunci?"


Rio menatap Elina kesal, tapi Elina tidak perduli. Elina juga bisa marah, hanya saja Elina berusaha menahannya.


"Katakan ada apa, kamu kesini?" tanya Rio dengan suara agak membentak.


"Mas, aku mau minta harta gono-gini," celetuk Elina tapi Rio malah tertawa ngakak.


Tatapan mata Rio begitu menghina Elina, harga gono-gini! Sedangkan Elina datang ke rumah Rio tidak membawa apa-apa?


"Harta gono-gini yang mana? Kamu tidak membawa apa-apa datang ke rumahku," jelas Rio dengan tegas.

__ADS_1


Salah Elina, Raka memberikan banyak harta tapi Elina dulu terlalu bodoh karena Rio juga sudah memaafkan Elina, bahkan mobil yang di berikan oleh Raka untuk Elina, itu juga sudah berganti nama menjadi nama Rio.


"Tapi kita ini sudah bercerai!" Sentak Elina, terlihat sorot matanya begitu marah.


Rio malah tertawa, dengan keadaan masih telanjang Rio berputar mengelilingi Elina yang sedang berdiri.


"Tapi kamu tidak punya anak dariku, jadi aku tidak mau memberikan hartaku seperespun padamu Elina," tegas Rio dengan tatapan mesum.


"Mantan istriku, kamu tidak punya uang aku kan?"


"Tapi aku butuh uang mas, aku harus bagaimana?"


Rio tersenyum mesum, ini adalah kesempatan untuk Rio agar bisa memanfaatkan keadaan yang ada.


"Mas bisa kasih uang kamu, tapi jadilah j*l*ngaku, em*t adik kecilku!" Pinta Rio, Elina terlihat bingung, di juga sedang memikirkan uang.


"Apa mas?" Elina terhentak kaget.


"Mau tidak?" tanya Rio sambil mengelus-elus adik kecilnya yang masih terlihat tegang.


Elina terdiam, tapi karena dia sangat butuh uang untuk kehidupannya sehari-hari, Elina dengan terpaksa menjadi j*l*ng untuk mantan suaminya.


Bahkan saat ini Elina sudah duduk di tepi ranjang dan Rio berdiri, Elina sedang melakukan apa yang di suruh oleh Rio.


Rio mend*s*h penuh kenikmatan, sungguh rasanya enak sekali.


"Sayang terus!!"


Elina hanya menurut, kini mulut Elina penuh karena sedang meng*m*t milik mantan sang suami seperti mengemut lollipop.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2