Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Cie Amel cemburu


__ADS_3

Raka yang baru saja selesai meeting dia langsung buru-buru pulang karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istri kecilnya.


Padahal tadi Naya sudah di kantor Raka hampir beberapa jam tapi Raka itu kalau sudah mulai merindukan istrinya, dia tidak akan perduli lagi dengan kerjaannya dan tentunya dia akan langsung pulang agar segera bertemu dengan istrinya.


Ya seperti hari ini padahal jam kerja biasanya pulang 7 malam tapi jam masih menunjukkan jam 5 Raka sudah pulang, untung saja Raka itu adalah bos pemilik perusahaan jadi tidak akan yang berani memecat dirinya.


Raka melajukan mobilnya menuju ke rumah dengan kecepatan tinggi, hingga beberapa lama akhirnya Raka sampai di depan rumah dia.


Raka turun dari mobil, lalu dia berjalan menuju ke pintu rumahnya. "Tok.. tok...." Raka mengetuk pintu rumahnya.


Naya yang sedang sibuk makan sambil menonton televisi, dia beranjak dari tempat duduknya.


"Siapa yang bertamu pada sore hari seperti ini?" tanya Naya, langkah kakinya tidak yakin bahkan Naya berpikir yang mengetuk pintu itu jangan-jangan orang jahat.


"Bagaimana jika orang jahat yang datang?" batin Naya dalam hatinya.


Naya menghentikan langkah kakinya tepat di belakang pintu, tangannya sudah memegang gagang pintu tapi Naya tidak membukakan pintu rumahnya, Naya masih sibuk dengan pikirannya yang macam-macam itu.


"Aish, Naya itu kemana?" Raka berdecak kesal, karena Naya tidak kunjung membukakan pintu rumahnya.


"Sayanggggg.....ini suamimu yang paling tampan pulang!" seru Raka, seketika Naya langsung tersenyum dan buru-buru membuka pintu rumahnya.


"Ceklek....."


"Mas Raka, kamu sudah pulang...."

__ADS_1


Suara cempreng Naya terdengar begitu nyaring di telinga Raka, bahkan Naya menghambur ke pelukan Raka dengan cepat.


"Mas, aku kesepian dirumah sendirian, untung mas cepat pulang," kata Naya yang enggan melepaskan Raka dari pelukannya.


"Masuk dulu! Tidak enak nanti di lihat sama tetangga," pinta Raka dan mereka langsung masuk ke dalam rumah.


Kini mereka duduk di ruang tengah, Raka duduk sambil fokus menonton televisi sedangkan Naya menyandar kepalanya di bahu Raka dengan manja.


"Mas, bagaimana Kak Reza dan Kak Amel?" tanya Naya, seraya Naya membenarkan posisi nya menjadi duduk menghadap ke Raka.


"Mas tidak tahu, tapi yang jelas Reza pasti akan segera menyelesaikan masalah ini," jawab Raka dan Naya mengangguk.


"Sayang, mas mandi dulu, kamu buatkan mas teh hangat ya!" kata Raka, Naya mengangguk dan Raka berlalu pergi masuk ke dalam kamar untuk mandi dulu.


******


Reza dan Amel sama-sama terdiam, apalagi Amel juga masih kesal pada Reza karena sikap Reza pada dirinya.


"Amel, Hellen itu wanita yang berbahaya dia bisa melakukan apa saja yang dia mau, bahkan kamu juga bisa menjadi sasarannya, makanya mas tidak mau Hellen tahu tentang kamu tapi kamu malah salah paham. Mas juga tahu dan Mas tidak menyalahkan kamu, tapi perlu kamu tahu Mas sudah mengatakan pada Hellen kalau Kamu itu calon istri mas," jelas Reza. Daripada Amel salah paham sampai entah kapan? Ada baiknya jujur itu lebih baik.


"Aturan mas bilang itu dari awal, bukannya berulang kali mas bersikap cuek padaku," jawab Amel nada bicaranya masih kesal.


Amel yang saat ini sedang duduk di sebelah Reza, sungguh bicara saja tidak mau menatap wajah tampan Reza.


"Calon istriku saat kamu sedang manyun rasanya menggemaskan sekali, coba kalau kamu itu sudah sah menjadi istriku, aku pasti akan mengunci kamu di dalam kamar sampai kamu tidak manyun lagi," batin Reza dalam hatinya, otaknya sudah traveling kemana-mana.

__ADS_1


"Cie Amel marah, bilang saja Amel cemburu!" cibir Reza, dasar calon suami tidak ada akhlak calon istrinya sedang manyun malah di cibir.


"Siapa yang cemburu?" Amel tidak mau mengakui perasaan cemburunya itu.


"Siapa ya? Hellen sayang yang cemburu," jawab Reza dan lagi-lagi itu membuat Amel semakin kesal.


Amel beranjak dari tempat duduknya dengan kasar, kali ini malas sekali dengan Reza tapi Reza juga ikut beranjak dari tempat duduknya, bahkan dia mengikuti langkah kaki Amel sambil senyam-senyum menatap Amel.


"Ternyata, calon istriku bisa cemburu juga," goda Reza dengan jail.


Hati Amel meronta-ronta sungguh Amel itu kesal sekali dengan Reza, orang lagi marah malah di godain terus.


Amel semakin mempercepat langkah kakinya, Reza juga melakukan hal yang sama.


"Sayang, ayo ke mall, malam ini bisa beli apa saja yang kamu mau!" tawar Reza, dia yakin Amel akan berhenti dan menerima tawarannya.


Amel langsung menghentikan langkah kakinya, kali ini matanya menatap Reza dengan garang.


"Maaassss......Rezaaaa....!!!!"


Entah apa yang akan terjadi pada Reza?


BERSAMBUNG


terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2