
Sesampainya di rumah Raka mengetuk pintu rumahnya, Ratih yang sedang duduk di sofa ruang tamu dia beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu.
"Ceklek....." Ratih membuka pintu.
Melihat Raka hanya pulang sendirian, Ratih terlihat bingung. "Kok sendirian nak, mana Evan?" Tanya Ratih pada Evan.
"Kak Evan, sedang bertemu dengan jodohnya ma." Jawab Raka, sambil tersenyum jail.
"Dasar kamu ini, masuklah! Naya sudah tidur dari tadi," kata Ratih dan Raka masuk ke dalam rumahnya.
"Raka ke kamar dulu ya ma, Kak Evan tidak usah di tungguin ma. Dia sedang mengatar calon jodohnya pulang," kata Raka membuat Ratih tersenyum lebar.
"Ternyata Raka ini adalah, anak yang baik bahkan dia sampai mencarikan jodoh untuk sang kakak, baguslah lagian Evan di suruh menikah susah sekali," batin Ratih dalam hatinya.
Ratih sudah sering menyuruh Evan menikah tapi jawaban Evan tetap sama. Mama aku belum ketemu dengan jodohku, itu yang selalu di jawab oleh Evan selama ini.
Karena Raka menyuruhnya untuk tidak menunggu Evan pulang, akhirnya Ratih masuk ke dalam kamar untuk tidur.
Raka melihat Naya sudah tertidur pulas. Raka langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi, setelah selesai mandi Raka membaringkan tubuhnya di sebelah Naya tidur, Raka memiringkan posisinya lalu tangannya mengusap-usap pipi Naya dengan lembut.
"Maafkan mas, seharian ini mas kerja, terus mencarikan jodoh untuk kakak ipar. Sekarang mas merindukanmu, tapi kamu sudah tidur." Kata Raka, dalam hatinya dia begitu mencintai Naya.
__ADS_1
Raka memejamkan matanya, lalu dia memeluk Naya dengan penuh cinta.
*****
Di kediaman Tania, Evan dan Tania sedang diambil di depan rumah Tania.
Evan terlihat canggung, tapi untungnya Tania bisa mengimbangi sikap Evan dengan baik.
"Sudah, pernah punya pacar sebelumnya?" Tanya Tania tiba-tiba, dia melihat ke arah Evan membuat Evan agak salah tingkah.
"Mungkin pernah, hanya saja dia lebih memilih laki-laki lain," jawab Evan dengan santai.
"Kalian sempat jadian?" Tanya Tania lagi.
Tania tersenyum kecil, dia tidak tahu mau bertanya apalagi pada Evan?
"Apa kamu hanya mengintrogasiku? Bahkan kamu tidak memberikan aku minum," protes Raka untuk menghilangkan rasa canggung yang ada pada dirinya.
Tania tertawa kecil, kenapa dia tega sekali pada tamu. Padahal Evan sudah baik mau mengantarkan dirinya pulang.
"Tunggu sebentar! Aku buatkan minum," kata Tania dan dia langsung buru-buru masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Tania pergi ke dapur untuk membuatkan secangkir kopi untuk Evan. Sedangkan Evan menunggu Tania dengan tenang.
"Raka, gadis yang kamu kenalkan cantik tapi apakah gadis ini mau denganku?" Batin Evan dalam hatinya.
Setelah beberapa lama, Tania keluar dari dalam rumahnya membawa secangkir kopi untuk Evan.
"Minumlah!" Kata Tania, dia menaruh secangkir kopi itu di atas meja lalu dia kembali duduk.
Evan meminum kopi buatan Tania. "Kopi buatan kamu enak juga," kata Raka ingin memuji Tania tapi masih malu-malu.
"Masa? Ini pertama kalinya aku membuatkan kopi untuk seorang laki-laki." Kata Tania sambil tersenyum manis.
"Aku tidak percaya," kata Evan.
"Ya sudah, yang penting aku tidak berbohong." Tutur Tania, kali ini senyumnya semakin manis.
Evan diam-diam tersenyum kecil, ini pertama kalinya dia memuji seorang wanita secara langsung.
Malam semakin larut, tidak terasa mereka sudah mengobrol cukup lama. Evan berpamitan untuk pulang, setelah Evan pulang Tania juga langsung masuk ke dalam rumahnya untuk segera istirahat.
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊
Allahamdulilah Author sudah di vaksin 🙏