
"Tok...tok...tok..." suara ketukan pintu.
"Masuklah!" Sahut Raka dari dalam ruangannya.
"Ceklek....." Reza membuka pintu ruangan Raka, lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
Naya melihat Reza, dia tersenyum pada Reza dengan begitu manis. Membuat Raka melihat dengan tatapan tidak suka.
"Ada apa Za?" Tanya Raka, sambil menatap Reza dengan tatapan penuh arti.
"Reza tampan juga, pantaslah dulu Naya suka sama dia." Batin Raka dalam hatinya.
"Ada meeting nanti jam 2 siang bos," kata Reza sambil menyerahkan berkas-berkas yang ada di tangannya.
"Baiklah, kamu atur saja!" Jawab Raka tegas.
Diam-diam Reza melirik Naya yang sedang duduk, melihat bibir tipis Naya kadang Reza berpikir ingin mencicipinya.
"Reza, ingat Naya adalah istri bos kamu!" Hati Reza berbicara.
"Kak Eza, sudah makan? Ini Mas Raka membelikan Naya makanan banyak sekali, Kak Eza mau?" Tanya Naya, dengan perasaan tanpa dosa sama sekali padahal Raka sudah memberikan kode dengan tatapan tidak suka, tapi Naya tidak sadar akan tatapan itu.
Reza tersenyum, sungguh Naya memang tidak pernah berubah selama ini. Masih Naya yang dulu yang begitu polos dan apa adanya.
"Tidak Nay, aku sudah makan." Jawab Reza sambil tersenyum.
"Eza, panggil Naya dengan sebutan Nyonya Raka karena dia adalah istri dari bos kamu ini!" Celetuk Raka dengan tatapan tegas.
Reza melihat ke arah Raka, tatapan Raka sungguh tidak seperti biasanya.
"Apa, Bos Raka sedang menunjukkan rasa cemburunya? Pasti Naya sudah bercerita dengan jujur," batin Reza dalam hatinya.
__ADS_1
"Baik bos." Jawab Reza tegas.
"Sekarang, kamu keluarlah! Ingat segeralah cari gadis cantik untuk menjadi istrimu!" Raka terus menatap Reza dengan tatapan penuh arti.
Reza sadar secara tidak langsung, Rak itu merasa cemburu pada dirinya.
"Gadis itu sudah menikah dengan laki-laki lain bos, masih sulit buat aku mencari pengganti dia bos," jawab Reza jujur dan Raka langsung menatapnya dengan garang.
"Sialan, apa dia ada niatan merebut Naya dariku? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi," Batin Raka dalam hatinya.
Naya tahu apa maksud Reza mengatakan hal seperti itu? Naya sadar, selama ini Reza pernah menaruh hati padanya hanya saja takdir tidak berpihak pada mereka dan mereka juga berpisah cukup lama hingga saat ini mereka baru bertemu lagi, dan dengan keadaan yang jauh berbeda apalagi Naya sudah menikah.
"Kak Eza, suatu saat pasti kamu akan menemukan pengganti gadis itu." Tutur Naya, mata Raka terlihat di penuhi rasa cemburu.
"Iya Nay, terimakasih ya." Reza tersenyum pada Naya dan Naya juga membalas senyum Reza.
"Hey kalian, sudah jangan main senyam-senyuman! Reza jaga matamu, Naya adalah istriku!" Kata Raka dengan penuh penegasan.
Setelah Reza keluar dari dalam ruangan, Raka menatap Naya dengan tatapan dikit di artikan.
"Mas...." panggil Naya dengan lembut.
"Kamu lanjutkan saja makanmu, mas sibuk. Jangan sering-sering tersenyum pada Reza!" Kata Raka, yang lagi-lagi tidak menoleh pada Naya.
Naya kembali diam, kali ini suaminya begitu menyebalkan sekali.
"Berani sekali Reza tersenyum begitu lama pada istriku."
"Jika itu terjadi lagi, maka aku akan mencongkel matanya dengan tanganku sendiri!"
"Naya juga, sepertinya bahagia sekali bertemu dengan Reza. Entah ada kenangan manis apa di antara mereka berdua?"
__ADS_1
Sambil sibuk dengan laptopnya, hati Raka terus menggerutu tidak jelas. Rasa tidak rela sekali melihat laki-laki lain melempar senyum pada istrinya, apalagi laki-laki itu adalah laki-laki yang pernah di sukai oleh istrinya di masa lalu.
"Mas, aku pulang ya." Kata Naya, dia merasa Raka berbeda tidak semanis biasanya.
Raka menoleh, kini tatapannya begitu dalam pada Naya.
"Kenapa mau pulang?" Tanya Raka, dengan nada agak kesal.
"Habisan mas seperti es batu, dari tadi bersikap dingin terus padaku," jawab Naya dengan raut wajah sedih.
Rasanya Raka hanya bisa menahan amarahnya, sungguh istrinya ini tidak peka kalau dirinya ini sedang cemburu berat gara-gara Reza.
"Kamu yang membuat mas jadi seperti es batu," kata Raka tanpa menatap Naya dan kembali sibuk dengan laptopnya.
Naya terdiam, apa dia melakukan kesalahan? Sepertinya tidak, itu pikiran Naya.
"Apa Naya membuat salah mas?" Tanya Naya, sungguh betapa geramnya Raka.
"Sayang, istriku.........!" Raka beranjak dari tempat duduknya, lalu dia berjalan menuju ke sofa tempat Naya duduk.
Kini Raka tiba-tiba menindih tubuh Naya sangking gemasnya dengan kepolosan sang istri.
"Mas, kamu mau apa?" Tanya Naya, hatinya berdebar kencang.
"Apa Mas Raka mau ehem-ehem? Inikan di kantor," batin Naya dalam hatinya.
"Mau memberikan pelajaran pada kamu, biar kamu tidak senyam-senyum pada laki-laki lain lagi!" Jawab Raka, kini Raka semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Naya.
"Mas, ini di kantor....." lirih Naya.
BERSAMBUNG 😁
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😘