
Kini Raka dan Naya langsung masuk ke dalam tempat acara, seketika mood Naya menjadi jelek, saat melihat wanita yang tidak asing berada di hadapannya.
"Mas mantan istri mas juga ada disini," kata Naya sambil melihat Raka.
"Iya sayang, mungkin dia datang dengan Rio." Jawab Raka yang tidak mau ambil pusing, lalu dia langsung mengajak Naya masuk ke dalam tempat acara itu.
Mata Elina melihat kemana-mana, iya dia mencari-cari Raka, berharap Raka datang sendirian, agar Elina bisa mendekati Raka.
Tapi seketika sorot mata Elina terlihat kecewa karena melihat ternyata Raka datang dengan Naya. "Aish, mereka datang bersamaan," batin Elina dalam hatinya.
Sorot mata Elina terlihat tidak suka dengan Naya, apalagi melihat Naya tersenyum bahagia di samping Raka.
"Aturan aku yang berada di samping Mas Raka, bukan gadis itu!"
"Aku sudah salah memilih langkah hidup, kini aku malah menjadi budak pem**s Mas Rio, aku bagaikan sapi bagi Mas Rio, kenapa hidupku menjadi seperti ini?"
"Dulu waktu bersama Mas Raka, aku sangat bahagia bahkan apapun tidak pernah merasa kekurangan."
"Elina, kamu itu bodoh sekali!"
Elina meratapi nasibnya dalam hatinya, sungguh dirinya sangat menyesal sudah memilih Rio dan meninggalkan laki-laki sebaik Raka.
Di tempat lain Raka terlihat bahagia mengenalkan Naya pada rekan-rekan kerjanya.
"Raka, apa kabar?" tanya salah satu rekan kerja Raka.
"Baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya?" Raka balik bertanya.
"Aku juga baik, gadis ini istrimu?" tanya rekan kerja Raka.
__ADS_1
"Iya, cantikkan?" Raka melihat rekan kerjanya dengan tatapan tengil.
"Cantik, duda dapat daun muda." Rekan kerja Raka menepuk bahu Raka dengan pelan.
Naya hanya tersenyum kecil, membuat rekan kerja Raka juga membalas senyum Naya.
"Wihh hebat, dapat daun muda."
"Berapa usianya, aku juga mau dong!"
"Raka, dimana kamu bertemu dengan gadis secantik ini. Sungguh, kamu adalah duda yang paling beruntung."
"Carikan satu untukku juga!"
Raka dan Naya sama-sama tersenyum, kali ini rekan-rekan kerjanya Raka begitu jail, bisa-bisa Naya akan menjadi incaran mereka.
Raka yang tidak mau melihat istrinya terus di goda dengan rekan-rekan kerjanya, dia dengan erat memegang tangan Naya.
Dasar rekan-rekan kerjanya Raka ini, sudah di suruh membawa pasangan tapi mereka bandel dan tidak membawa pasangan mereka, bahkan malah banyak yang membawa gadis+gadis bayaran untuk menemani acara malam ini.
Reza dan Amel juga datang, mereka saat ini sedang duduk di salah satu meja tamu sambil menikmati hidangan yang ada di atas meja.
"Mas, Pak Raka dan Naya mana?" tanya Amel yang dari tadi belum melihat dua sejoli itu.
"Entahlah, tadi Bos Raka menyuruhku untuk datang lebih dulu. Tapi entahlah dia malah kemana?" jawab Reza, dia enggan memikirkan sang bos dan istrinya.
Reza memilih menikmati hidangan yang ada, Amel juga akhirnya melakukan hal yang sama.
Tapi tiba-tiba sosok yang tidak asing datang menghampiri mereka, tatapan Reza terlihat tidak suka pada orang itu.
__ADS_1
"Mau apa dia menuju kesini?" celetuk Reza dengan tatapan sengit.
Amel menatap Reza dengan tatapan penuh tanda tanya." Mas Reza, kamu kenapa?" tanya Amel yang sekarang sudah mulai memanggil Reza dengan sebutan mas.
Reza tersenyum, dia tidak menjawab pertanyaan dari Amel tatapan mata Reza juga semakin tajam.
"Reza, biasa saja menatapku! Jangan seperti itu, aku tahu....."
"Mau apa kamu kesini?" tanya Reza dengan tegas, belum sempat Elina melanjutkan kata-katanya Reza langsung menatapnya dengan tatapan garang.
Elina menatap Reza dengan tatapan tidak suka, dalam hatinya sungguh kesal pada Reza, dasar hanya seorang bawahan saja sombong sekali Reza ini. Jika aku masih berstatus istri Mas Raka, pasti kamu sudah di depak dari kantor Mas Raka.
"Reza, tidak usah terlalu galak seperti itu! Biarlah yang lembut pada seorang wanita," kata Elina dengan nada genit, seketika Amel menatap Elina dengan tatapan begitu jijik.
"Aish, siapa wanita ini? Sungguh, menjijikkan sekali nada bicaranya," batin Amel yang dengar Elina berbicara dengan nada genit pada Reza.
Betapa geramnya Reza ini, mimpi apa dia semalam? Sampai-sampai bertemu dengan Elina di acara kantor bosnya ini?
"Aku milih-milih bicara dengan siapa? Kalau dengan kamu, mikir buat bicara lemah lembut," jawab Reza dengan tatapan sinis.
Elina menatap Reza dengan tatapan kesal, rasanya ingin sekali men*mp*r wajah tampan milik Reza, tapi tidak Elina lakukan.
"Mana bos kamu?" tanya Elina, dia enggan berdebat lebih lama dengan Reza.
"Ada apa mencari suamiku?" Suara itu seketika membuat mata Elina membulat kesal, tatapan matanya berubah menjadi merah.
"Kamu......"
BERSAMBUNG 😊
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 🙏