
Raka langsung pergi menuju ke kantor Raka untuk menjemput Evan. Setelah menjemput Evan, Raka langsung menuju ke tempat tujuan karena gadis itu pasti sudah menunggunya.
Sampailah di sebuah taman yang begitu indah dengan hiasan lampu-lampu kecil dan banyak sekali penjual makanan enak.
Evan melihat sekeliling, kini dia hanya bisa diam. Sungguh tidak percaya Raka akan mengajak dia ke tempat seperti ini. Iya Raka mengajak Evan kesebuah taman kota.
"Dasar adik ipar tidak jelas, dia mau mencarikan aku jodoh atau mau mencarikan berbagai makanan yang ada?" Evan mendengus kesal dalam hatinya.
"Ka, apa disini ada jodohku?" Tanya Evan agak males, tapi dia masih berusaha dengan yang di rencanakan oleh Raka.
"Percaya saja kak, gadis yang akan aku kenalkan pada kakak dia meminta bertemu disini," kata Raka sambil melihat sekeliling.
Lambaian tangan mengarah ke Raka, membuat Raka tersenyum lebar. "Itu kak, gadis yang mau aku kenalkan pada kakak," Raka menunjukkan gadis cantik yang sedang duduk di kursi taman.
Raka mengajak Evan ke tempat gadis itu duduk sendirian.
"Hay Tan," sapa Raka pada Tania.
"Hay juga Ka, ada apa tiba-tiba meminta bertemu denganku? Mana istrimu?" Tanya Tania yang melihat Raka tidak datang bersama dengan Naya.
__ADS_1
"Nia, mana mungkin dalam urusan mencarikan jodoh seseorang aku mengajak istriku," protes Raka membuat Tania mengangguk pelan.
"Terserah kamu saja Ka, kamu yang paling benar." Batin Tania dalam hatinya.
Wajar saja Raka mencarikan Tania jodoh karena dengan usianya yang sudah cukup matang. Tapi Tania masih saja tidak mau memikirkan masalah pernikahan, tadinya Raka mau mengenalkan Evan pada Angel tapi Raka rasa Angel itu tidak terlalu baik untuk Evan, apalagi Angel begitu genit dan menyukai Raka jika di kenalkan dengan Evan, takutnya malah menjadi malam petaka bagi Raka.
"Dasar kamu ini." Cetus Tania agak mengomel.
"Kak, kenalkan dia adalah temanku, kebetulan dia jomblo seperti kamu Kak," kata Raka pada Evan.
Evan menatap Raka dengan kesal, haruskah mengatakan kata jomblonya dengan tegas??
"Kenalkan, saya Evan." Evan mengulurkan tangannya pada Tania, Tania membalas uluran tangan Evan. "Aku Tania," jawab Tania dengan tatapan wajah agak jutek.
Setelah berkenalan, mereka sama-sama mencari tempat makan untuk makan bersama sambil mengobrol.
Kini mereka makan soto bersama, Evan dan Tania terlihat kurang akrab, mungkin karena mereka baru saling kenal.
"Nia, Kak Evan tampan tidak? Yang jelas lebih tampan dari mantan pacarmu," kata Raka dengan nada meledek.
__ADS_1
"Lumayan, setidaknya jangan bandingkan dengan mantanku!" Jawab Nia, yang secara tidak langsung membela Evan.
Raka senyam-senyuman, kali ini senyumnya begitu menyebalkan menurut Evan dan Tania.
"Dia memang menjadi agak tidak waras semenjak menikah dengan istri kecilnya," kata Tania. Matanya melihat Evan dan Evan tertawa kecil.
"Duda bucin," cetus Evan yang akhirnya membuat Tania tertawa.
"Sebentar lagi, kalian juga bucin lihat saja!" Raka tidak mau mengalah dari Evan dan Tania.
Kini mereka menikmati makanan mereka, sambil mengobrol, bercanda, membuat suasana malam ini begitu hangat.
Raka juga melihat dirinya tidak sia-sia mengenalkan Evan pada Tania, karena keduanya juga terlihat cepat akrab dan terlihat serasi.
Malam menunjukkan pukul 10 malam, Raka pulang lebih dulu naik taksi sedangkan Evan mengantar Tania pulang ke rumahnya.
BERSAMBUNG 😊
Terimakasih para pembaca setia 🤗
__ADS_1