
"Maksudnya kamu sayang?" tanya Reza, dia ingin tahu lebih jelas.
Tiba-tiba air mata Amel menetes mengingat kejadian beberapa tahun silam.
Reza terdiam entah kesalahan apa yang membuat Amel sampai menangis? Padahal Reza paling tidak suka melihat wanita yang dia sayangi menangis.
"Jangan menangis!" Pinta Reza, dia langsung menarik Amel masuk ke dalam pelukannya.
Reza merasakan buliran air matanya Amel berjatuhan di dada bidangnya. Reza terdiam sambil mengusap-usap rambut panjang Amel, dia berusaha menenangkan Amel di dalam pelukannya.
"Sayang, maksud kamu apa?" tanya Reza dengan nada lembut.
"Mas, dulu papaku juga punya banyak wanita, terus gara-gara itu papaku dan mamaku sering bertengkar, bahkan aku melihat papa memukul mama hingga mama pingsan, mas tahu waktu itu aku hanya bisa menangis karena aku sangat takut, sampai mamaku meninggal papa saja tidak sadar mas, dia masih punya banyak wanita di luaran sana. Bahkan setelah mama meninggal dan itu baru beberapa hari, papa sudah berani mengajak gadis muda ke rumah, mereka tidur di kamar mamaku mas." Amel bercerita sambil menangis, rasanya hatinya begitu sakit jika mengingat waktu itu.
"Amel, jangan pernah samakan mas seperti papa kamu ya! Mas hanya punya satu wanita yaitu kamu tidak ada yang lain," tutur Reza dan dia semakin mempererat pelukannya.
Reza mengerti seperti apa perasaan Amel, mungkin Amel juga merasa takut jika Reza akan seperti papanya juga.
"Amel, kamu jangan kawatir ya! Karena selamanya aku aku mencintaimu dan menjadikan kamu wanita satu-satunya dalam hidupku." Batin Reza dalam hatinya.
__ADS_1
"Lalu perkataan bos?" Amel bertanya, sambil menatap Reza dengan tatapan begitu dalam.
"Percayalah padaku! Bos Raka, hanya bercanda jika kamu tidak percaya, besok kita langsung temui dia." Jawab Reza, dia kembali menatap Amel dengan tatapan begitu dalam.
Amel bisa merasakan kalau tatapan Reza itu penuh dengan cinta, Amel tersenyum lalu dia langsung memeluk Reza dengan erat seolah-olah tidak mau kehilangan Reza dalam hidupnya.
Reza juga membalas pelukan Amel, sebagai kedua orang dewasa Amel dan Reza tidak berdebat seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta.
Tapi karena masalah ini, Reza juga akhirnya tahu kenapa Amel tadi begitu marah pada dirinya.
Mereka kembali melanjutkan makan malamnya, setelah selesai makan malam, Reza mengantar Amel ke dalam kamarnya untuk istirahat.
*****
Malam semakin larut, Raka dan Naya sudah sama-sama berbaring di atas tempat tidur sambil berpelukan.
"Sayang, hari ini aku berbuat jail pada Reza. Tapi kira-kira Amel dan Reza bertengkar tidak ya?" tanya Raka, yang ternyata kawatir pada kedua sejoli itu.
Naya menatap suaminya dengan tatapan begitu serius, membuat Raka menjitak kepala Naya dengan pelan.
__ADS_1
"Jangan menatap mas seperti itu! Mas hanya bertanya padamu," omel Raka membuat Naya langsung manyun.
"Mas, kejailan apa yang sudah kamu lakukan pada Kak Reza?" tanya Naya, suaranya terdengar pelan tapi perasaan Naya menjadi tidak enak.
"Hanya bercanda, kalau Reza itu punya banyak wanita." Jelas Raka dengan begitu santainya.
Mata Naya langsung membulat sempurna, sungguh suaminya ini ada-ada saja, kenapa harus bercanda seperti itu?
"Mas tidak boleh sepeti itu, takutnya Kak Amel berpikir macam-macam. Besok mas harus minta maaf pada mereka, terus jangan ulangi lagi kejailan mas ini!" Naya mengomel, layaknya sedang mengomeli anaknya yang masih kecil padahal ini suaminya yang sedang dia omelin.
"Iya sayang, besok mas akan minta maaf." Jawab Raka, dia begitu menurut pada istrinya.
Kadang pasangan ini lucu sekali kadang Naya sepolos toples, kadang Raka yang mendadak menjadi seperti anak kecil.
"Sekarang sudah malam, tidurlah!" Raka langsung menarik Naya masuk ke dalam pelukannya.
Naya memejamkan matanya di pelukan Raka, karena pelukan Raka itu begitu hangat dan membuat dirinya sangat nyaman sekali.
BERSAMBUNG 🤗
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 🤗