
Hari demi hari berlalu, Naya dan Raka menjalanin hidup mereka dengan bahagia.
Kehamilan Naya yang semakin besar, itu juga membuat Raka sangat bahagia dan tidak sabar menantikan kelahiran anak pertama mereka.
Perhatian Raka semakin hari juga semakin bertambah membuat Naya semakin bahagia.
"Sayang, sebentar lagi kamu akan 7 bulanan, itu tandanya kita harus menyiapkan untuk acara 7 bulanan nanti," kata Raka sambil membuat susu ibu hamil untuk Naya.
Naya sedang duduk di kursi yang ada di dapur sambil melihat suaminya yang sedang sibuk dengan gelas dan sendok.
"Iya mas, mas emm, aku boleh minta sesuatu tidak?" tanya Naya, kini dia sudah berada di belakang Raka sambil memeluk pinggang Raka dengan hati-hati, karena sudah terhalang dengan perutnya yang sudah semakin membesar.
Raka membalikkan badannya pelan-pelan, lalu dengan hati-hati Raka memeluk istrinya dari depan.
"Katakan apa yang kamu minta?" pinta Raka sambil mengecup kening Naya dengan penuh cinta.
Bagi Raka, Naya adalah hal terindah yang di miliki Naya. Bahkan apapun yang Naya minta pasti Raka akan menurutinya selagi Raka bisa dan mampu.
"Mas, jika acara 7 bulanannya nanti di adakan di rumah mama, apakah boleh mas?" tanya Naya, sorot matanya terlihat ragu apalagi suaminya ini seorang pengusaha besar, pasti sudah memikirkan pesta yang mewah untuk acara 7 bulanannya nanti, itu yang Naya pikirankan dalam otaknya.
Raka melepaskan Naya dari dalam pelukannya, kini tangannya sudah memegang kedua pipi Naya dengan begitu lembut.
"Sayang, tentu saja boleh. Apapun yang kamu minta, mas pasti akan perbolehkan." Sorot mata Raka, terlihat begitu dalam dan penuh kasih sayang.
Naya tersenyum senang, tadinya Naya mengira kalau Raka akan menolak permintaan dirinya, tapi ternyata dengan senang hati Raka menerimanya.
"Terimakasih mas, Naya mau kabari mama secepatnya," kata Naya dengan antusias.
__ADS_1
Raka tersenyum, lalu mengangkat tubuh Naya menuju ke sofa ruang tengah.
Naya mengalungkan tangannya ke leher Raka." Mas, aku ini berat turunkan aku!" pinta Naya tapi Raka menggeleng.
Raka tetap mengangkat Naya hingga sampai di sofa, kini Raka mendudukkan Naya disana.
"Tunggu, mas ambil susu kamu dulu!" Raka berlalu pergi menuju ke dapur lagi.
Raka kembali membawa segelas susu untuk Naya, lalu memberikannya pada Naya sambil tersenyum bahagia.
Naya yang biasanya agak susah kalau minum susu, bahkan sering sekali manyun, tapi hari ini tidak apalagi suaminya sudah menuruti permintaan dirinya, maka sebagai tanda terima kasih pada suaminya, Naya meminum susu buatan suaminya dengan begitu nikmat.
****
Jam menunjukkan pukul 7 malam, Raka malam ini mau mengajak Naya ke acara kantornya.
Kini Raka sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya, sedangkan Naya masih sibuk berdandan.
Raka sangat kagum dengan kecantikan Naya, bahkan Raka tidak berkedip saat melihat Naya sedang berdandan di depan meja rias.
"Sayang, dandanannya tidak usah cantik-cantik! Mas tidak mau banyak laki-laki bisa menikmati kecantikan kamu," protes Raka dan Naya hanya mengangguk pelan.
"Mas Raka ini apa-apaan? Jelas-jelas Naya sudah cantik dari lahir," batin Naya dalam hatinya.
Setelah selesai berdandan Naya pergi ke lemari sandal, untuk mencari sandal yang cocok dengan gaun yang dia kenakan malam ini.
Naya melirik sandal hak tinggi, bahkan dia sudah hampir meraih sandal pilihannya itu, tapi dengan cepat tangan Raka menahan tangan Naya.
__ADS_1
"Ingat, kamu tidak boleh memakai sandal hak tinggi!"
"Pakai sandal ini, nurut sama mas!"
"Kamu itu sedang hamil, bagaimana jika kamu jatuh? Kaki kamu terkilir? Atau kalau anak kita kenapa-kenapa?"
"Jangan, kamu tidak boleh memakai sandal hak tinggi, kan sudah pernah mas bilang itu buang semua sandal hak tinggi yang kamu punya, tapi tetap saja bandel!"
Raka terus mengoceh dengan begitu bawelnya, Naya hanya diam jika dia menjawab pasti urusannya akan semakin panjang lebar seperti kereta api yang sedang berjalan.
"Suamiku bawel sekali." Kesal Naya, dia melihat Raka yang sedang memakai sandal teplek pilihannya.
"Bawelnya mas, buat kebaikan istrinya mas." Raka membela dirinya sendiri, sambil melihat Naya dengan tatapan mesum.
Hadeh mantan duda satu ini pokoknya tidak ada duanya, bahagialah yang menjadi istri Raka Kumara.
Setelah selesai bersiap-siap, Raka dan Naya langsung pergi menuju ke tempat acara kantor Raka.
Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, akhirnya Raka dan Naya sampai di tempat acara tersebut.
Kini Raka dan Naya langsung masuk ke dalam tempat acara, seketika mood Naya menjadi jelek, saat melihat wanita yang tidak asing berada di hadapannya.
BERSAMBUNG 😊
Terimakasih para pembaca setia 😊
Maaf ya baru up, kemarin Author habis Vaksin istirahat dulu soalnya 🙏🙏
__ADS_1