
Raka baru saja sampai di kantor, pagi ini wajah tampan Raka terlihat begitu bersinar senang, siapa yang tidak senang setelah beberapa lama menduda akhirnya Raka Menikah lagi dengan daun muda yang tentunya masih sangat polos dan bersegel.
Raka berjalan menuju ke ruangannya dengan santai. Reza yang melihat Raka terlihat agak kurang senang, apalagi mengingat gadis yang pernah ada di hatinya menikah dengan Raka.
"Eza, ke ruanganku sekarang!" Suruh Raka, dan Reza berjalan di belakang Raka.
Sesampainya di ruangan Raka, keduanya sama-sama duduk di sofa.
"Bagaimana kabar perusahaan selama aku tinggal bulan madu beberapa hari ini?" Tanya Raka, terlihat sorot matanya begitu bahagia.
"Semuanya baik-baik saja pak. Klien dari PT xx, dari PT zz, itu juga sudah sepakat untuk bekerja sama dengan perusahaan kita," jelas Reza. Biarpun hatinya merasa sakit, tapi Reza bisa apa? Reza saja tidak tahu, apakah Naya juga mempunyai rasa untuk dirinya?
"Apa aku ini hanya cinta sendirian?" Tanya Reza pada hatinya.
"Baguslah, laporan bulan ini sudah kamu kerjakan?" Raka kembali bertanya dengan tatapan serius.
"Sudah pak, bapak hanya perlu tanda tangan saja!" Jawab Reza, yang masih belum percaya kalau Raka ini adalah suaminya Naya.
"Otakku bisa gila kalau terus-terusan memikirkan istri orang," batin Raka dalam hatinya.
"Sebentar ada telpon!"
Raka merogoh ponselnya ternyata itu itu telpon dari istri kecilnya.
"Hallo sayang?"
"Mas, nanti mau di masakin apa? Biar aku belanja di tukang sayur keliling."
"Sayang, kamu tidak usah masak nanti kamu kecapean. Kamu istirahatlah, malam ini mas beli makan di luar saja buat kita."
__ADS_1
"Tapi mas....."
"Menurutlah dengan suamimu, kemarin waktu bulan madu kamu sudah terlalu capek. Jadi mas mau kamu istirahat saja!"
"Iya mas," Naya tidak bisa membantah dan dia menutup telponnya.
Naya merasa bosan di rumah, dia terus melihat ponsel yang di belikan oleh Raka pada waktu itu..
"Mas, apa harus berteman dengan ponsel? Rasa bosan sekali, aku dari tadi nonton drama di ponsel, lihat berbagai macam video di ponsel."
"Seperti inikah menjadi istri orang kaya? Kerjaannya hanya duduk dan duduk."
Naya menggerutu sendirian, dia tidak tahu harus berbuat apa? Rasanya sangat bosan sekali karena tidak ada kegiatan yang bisa Naya kerjakan. Rumah sudah beres karena ada Art yang pulang pergi, sekarang Naya tidak tahu harus melakukan apa?
Raka kembali sibuk dengan Reza, kini mereka berdua sama-sama berkutat dengan laptop yang ada di hadapan mereka saat ini.
"Eza, selama ini aku lihat kamu tidak pernah mengajak seorang gadis kencan," tanya Raka tiba-tiba membuat Reza tersentak.
"Gadis yang ada di dalam hati saya selama ini, dia sudah menjadi milik laki-laki lain bos," jawab Reza terlihat santai tapi hatinya begitu sakit.
Raka tersenyum, lalu menepuk bahu Reza dengan pelan. "Berarti gadis itu bukan jodoh kamu," kata Raka membuat hati Reza semakin tercabik-cabik.
"Iyalah, gadis itu sudah kamu nikahi bos." Batin Reza dalam hatinya.
"Entahlah bos, tapi kalau dia menjadi janda aku juga mau menerimanya, tidak apa-apa dapat jandanya." Reza tersenyum, dengan senyum yang sulit di artikan.
"Nay, aku siap menunggu jandamu." Batin Reza dalam hatinya.
Tapi apakah Raka akan membuat Naya menjadi janda kembang? Dalam ini hanya Raka yang tahu.
__ADS_1
"Dasar kamu ini, carilah gadis lain! Anggap saja gadis itu bukan jodohmu," saran Raka dan di anggukin oleh Reza.
Untuk saat ini mungkin Reza belum siap untuk mencari penganti Naya. Biarpun Naya dan Reza tidak pernah pacaran, tapi di hati Reza hanya ada Naya selama ini.
"Andai waktu itu jarak dan keadaan tidak memisahkan kita. Pasti aku akan menyatakan perasaanku pada waktu itu," hati Reza kembali menyesal dengan kejadian beberapa tahun yang lalu.
"Sudahlah, kamu lanjutkan pekerjaanmu dan jangan memikirkan istri orang lagi!" Kata Raka pada Reza.
Reza menganggukan kepalanya, lalu dia keluar dari ruangan kerja Raka. Hatinya begitu sakit, segampang itukah bosnya menyuruh dirinya untuk tidak memikirkan istri orang lain padahal jelas dalam hatinya, ada nama gadis itu.
Reza berjalan kembali ke ruangannya, dia merebahkan kepalanya di atas meja kerjanya hari ini rasanya kurang semangat untuk melakukan pekerjaannya.
*****
Jam menunjukkan pukul 7 malam, Raka pulang dari kantor. Sesampainya di rumah dia mencari-cari sosok istri kecilnya.
"Nay, kamu dimana? Mas pulang sayang!"
"Mas bawakan makanan."
Raka terus mencari Naya, hingga Raka menemukan Naya sedang duduk di taman belakang dan dia sedang menonton film dewasa.
"Sayang, kamu kenapa nonton flim seperti itu?" Tanya Raka, dia sudah berdiri di belakang Naya duduk.
Naya menoleh dan buru-buru mematikan ponselnya dengan cepat.
"Mas Raka..." Wajah Naya terlihat merah seperti kepiting rebus, tapi Raka tersenyum kecil.
BERSAMBUG 🤣
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 🤗