Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Ulang tahun Tania


__ADS_3

Malam yang di tunggu-tunggu akhirnya datang, Evan juga sudah berdandan rapi dengan setelan jas warna hitam, sungguh kali ini Evan terlihat seperti pengantin laki-laki yang akan mendatangi mempelai wanitanya, hanya saja itu masih menjadi tanda tanya besar?


Karena malam ini Evan tidak datang untuk mendatangi mempelai wanitanya melainkan untuk menghadiri acara ulang tahun kekasihnya dan malam ini Evan akan melamar Tania.


"Cie sudah cocok menjadi pengantin Kak Evan," celetuk Reza, yang kini juga sudah tampan dengan setelan jas warna hitamnya juga.


Raka juga senyam-senyum, dia juga sudah tampan dengan setelan jas warna hitamnya juga.


Mereka memakai setelan jas warna hitam, karena ini sebagai tema malam ini, yaitu temanya memakai setelan jas warna hitam untuk para laki-laki dan gaun pesta warna putih untuk perempuan.


"Za, kamu juga sudah cocok. Tunggu apalagi segera nikahi kekasih-kekasih kalian!' Timpal Raka yang kini sudah duduk di sebelah Naya.


"Kalian ini, sudahlah ayo kita berangkat!" Ajak Evan, karena enggan menjadi bahan ledekan antara Reza dan Raka.


Malam ini Naya juga terlihat cantik dengan gaun berwarna putih, biarpun balutan gaun yang dia pakai itu terlihat perutnya sudah terlihat sangat menonjol tapi Naya terlihat sangat cantik dan begitu anggun.


Raka menghentikan langkah kakinya, dia melirik ke kaki Naya dan dia melihat kalau Naya itu memakai sandal hak tinggi.


"Berapa kali aku bilang sayang, jangan pakai sandal hak tinggi seperti ini, kalau kamu jatuh atau kakimu terkilir bagaimana?"


"Sandal seperti ini, itu tidak cocok untuk wanita yang sedang hamil."


"Ingat, pakailah sandal teplek, sandal yang membuat kamu nyaman dan tidak bahaya untuk wanita sedang hamil."


Raka mengoceh panjang lebar, sungguh kali ini dia tiba-tiba merasa kesal, karena istrinya ini lagi-lagi membuat kesalahan yang sering kali Raka ingatkan.


Raka menyuruh Naya untuk kembali duduk, lalu Raka melepaskan sandal hak tinggi itu dari kaki Naya.


Raka berjalan masuk ke dalam kamar, dia mengambil sandal yang menurutnya cocok untuk dipakai oleh istrinya yang sedang hamil.


"Drama rumah tangga," kata Evan. Tapi Evan merasa sangat bahagia karena Naya akhirnya menemukan laki-laki yang cocok sih.

__ADS_1


"Yang begitu manis." Sambung Reza, bayangan sudah traveling kemana-mana.


"Makanya cepat nikah Kak Reza dan Kak Evan, tunggu apalagi? Drama rumah tangga begitu manis, apa kalian tidak mau merasakan drama yang manis ini?" ledek Naya, sekarang Naya sudah pandai meledek karena ketularan Raka.


Raka kembali membawa sandal teplek, lalu memakaikannya di kaki Naya. Sungguh ini semua terlihat begitu manis, membuat Reza dan Raka meronta-ronta ingin segera menuju halal juga.


Amel hanya tersenyum, dalam hatinya berharap Reza juga akan sehperhatian Raka.


Amel malam ini sangat cantik dengan balutan dress warna putih sehlututnya, riasan yang tipis membuat kecantikan Amel semakin terpancar.


Setelah drama tangga selesai akhirnya mereka langsung berangkat ke acara Tania.


Evan membawa mobil sendiri sedangkan Raka dan Naya satu mobil dengan Reza dan Amel, karena Raka males menyetir juga, jadi Reza yang menyetir mobilnya.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama akhirnya mereka sampai di sebuah hotel mewah yang tidak lain adalah hotel milik Raka, Tania sengaja menggelar acara ulang tahunnya di hotel milik Raka biar mendapatkan harga yang sesuai kantong.


Raka juga tidak mempermasalahkan semua itu apalagi Tania adalah salah satu sahabat dekat Raka, jadi buat Raka ya tidak apa-apa yang penting sahabatnya ini bahagia di hari ulang tahunnya.


"Apa Evan tidak datang? Bahkan seharian ini Evan tidak memberikan kabar padaku," Tania tampak gelisah dia takut Evan tidak datang.


Saat melihat ke arah pintu seketika rasa kawatir itu menjadi senyuman yang begitu bahagia. Sungguh Tania sangat bahagia sekali karena laki-laki yang dari tadi di tunggu oleh dirinya, akhirnya datang juga.


Iya Evan dan yang lainnya akhirnya datang mereka sama-sama berjalan ke arah Tania yang sudah berdiri sambil tersenyum menyambut kedatangan mereka.


"Selamat ulang tahun Dokter Tania," kata mereka dengan begitu kompak.


"Terimakasih semuanya, akhirnya kalian datang juga." Jawab Tania sambil tersenyum.


Kini Raka dan yang lainnya memberikan kado yang mereka bawa untuk Tania, setelah itu semua tamu menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Tania.


Malam ini suasana begitu indah, banyak dokter-dokter cantik dan tampan yang berdatangan di acara ulang tahun Tania.

__ADS_1


Raka dan Evan berdiri berdampingan sambil melihat Tania yang sedang mendapatkan selamat dari para teman-temannya.


"Kak, cepat lamar Tania!" Suruh Raka, Evan akhirnya memberanikan diri untuk mendekati Tania.


"Evan...." Tania menatap Evan.


"Tania di hari ulang tahun kamu, aku ingin melamar kamu menjadi calon istriku, apakah kamu mau menerimanya?" Evan berjongkok di hadapan Tania sambil memberikan kotak kecil yang berisi cincin yang begitu indah.


Tania ternganga tidak percaya, sungguh apakah ini mimpi?


"Tania, apakah kamu mau menjadi calon istriku?" tanya Evan untuk kedua kalinya.


Semua tamu yang datang bersorak dengan begitu bahagia.


"Terima......!!"


"Terima......!!"


"Ayo terima Tania!"


"Ahh so sweet sekali."


"Di lamar di hari ulang tahun."


Tania senyam-senyum, kini matanya menatap Evan dengan tatapan begitu dalam.


"Evan, aku mau, tapi....." Jawab Tania, lalu menghentikan kata-katanya membuat Evan gemetaran.


"Tapi apa, Tania?" tanya Evan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2