
"Evan, siapa gadis ini?" tanya Ratih sambil menatap Evan meminta jawaban.
"Mama dia....."
Evan menghentikan kata-katanya dia sekilas Melihat Tania sambil tersenyum, membuat pipi Tania menjadi merah karena malu.
"Aish, bujang lapuk ini sudah mulai bucin." Batin Raka dalam hatinya.
"Mas jangan menatapku seperti itu!" Lirih Tania di telinga Evan, membuat Evan semakin senyam-senyum seperti orang tidak waras.
Sungguh kali ini tingkat kewarasan Evan mungkin sudah mulai terusik, Evan yang biasanya tegas kali ini dia lebih banyak tersenyum tidak jelas.
"Evan jawab, kok malah senyam-senyum tidak jelas." Omel Ratih, sungguh Tania menjadi malu pipinya semakin merah.
"Jangan buat Evan sebucin Raka, atau aku akan gila," batin Tania dalam hatinya.
"Mama dia adalah Tania, dia kekasih Evan ma." Evan memperkenalkan Tania dengan senang hati.
Ratih tersenyum, Tania langsung menyalami tangan Ratih bahkan mencium punggung tangan Ratih sebagai tanda sopan santun kepada orang tua Evan.
"Kamu cantik sekali, nak."
__ADS_1
"Terimakasih Ibu."
Tania terlihat senang, tapi juga masih malu-malu dengan Ratih. Ratih sangat senang apalagi Evan akhirnya punya kekasih.
"Van, kalian pacaran sudah lama?" tanya Ratih ingin tahu.
"Belum ma, memangnya kenapa ma?" Evan balik bertanya, sambil bersandar di bahu Tania dengan begitu santainya.
"Menikahlah, untuk apa pacaran lama-lama?" Celetuk Ratih membuat Raka dan Naya sama-sama menertawakan Evan.
"Tuh dengerin Kakak ipar, menikahlah!" Ledek Raka dengan tawa jailnya.
"Iya kak, masa tidurnya peluk guling terus." Sambung Naya, dia tidak kalah jail dari sang suami.
Kali ini Evan benar-benar mati kutu, sungguh adik iparnya ini jail sekali, Naya juga sekarang sudah 1112 seperti Raka.
"Iya Van, menikah saja! Lagian kamu itu sudah cukup umur, apa kamu mau terus menerus menjadi bujang lapuk, mau sampai kapan? Tunggu di tinggalin lagi?" Celoteh Ratih, yang paham sekali kenapa putra satu-satunya itu belum menikah sampai sekarang.
Tentunya karena seorang wanita yang pernah hadir di masa lalu Evan dulu, yang membuat Evan susah untuk kembali jatuh cinta lagi. Tapi ketika bertemu dengan Tania semuanya terasa beda, Evan yang tadinya sulit sekali membuka hatinya kini dia sudah menetapkan hatinya pada Tania, gadis cantik yang berprofesi sebagai seorang Dokter cantik ini.
"Mama jangan bahas masa lalu, ya Evan kumpulin uang dulu biar cukup untuk nikahin Tania," jawab Evan dengan nada lembut.
__ADS_1
"Kak Evan, pinjam uang Raka saja! Tapi balikinnya berserta bunga ya," canda Raka yang membuat Tania tertawa.
"Hey, kamu ini adik macam apa? Aturan kakak iparnya mau menikah itu di bantuin, lah ini malah di suruh nyicil, sudah seperti kredit saja." Evan geleng-geleng kepala.
Raka langsung membentuk jarinya membentuk huruf V pada Evan, ya tentunya biarpun Raka suka sekali menjaili kakak iparnya pasti saat kakak iparnya menikah nanti, Raka juga akan ikut turun tangan langsung.
"Kak Evan dan Mas Raka, kalau sudah bertemu memang seperti itu ma, mama jangan salah paham ya!" tutur Naya, dia takut sang mama baper.
Ratih tersenyum, dia mengerti mana yang bercanda dan tidak? Jadi Ratih juga tidak ambil hati dengan apa yang Raka ucapkan.
"Tidak apa-apa nak, mama mengerti. Evan kamu segeralah menikah!" Ratih menatap Naya dengan tatapan lembut, lalu menatap Evan dengan tatapan tegas.
Aish ingin memperkenalkan Tania pada namanya, ini malah rasanya seperti di tangkap oleh hansip bayangan saja, langsung disuruh menikah dengan Tania.
"Mungkin benar kata Raka, kawin dulu baru halalin," kata Evan dalam hatinya sambil tertawa.
Jika Tania mendengar perkataan itu, mungkin Tania akan kesal pada Evan, untung saja Evan hanya berbicara dalam hatinya.
Obrolan demi obrolan berlalu begitu asik, candaan demi candaan membuat mereka semuanya bahagia, hingga tidak terasa tenyata malam sudah semakin larut.
Evan, Ratih dan Tania berpamitan pulang pada Raka dan Naya. Setelah mereka pulang Raka dan Naya langsung masuk ke dalam kamar untuk segera istirahat karena sudah sangat mengantuk sekali.
__ADS_1
BERSAMBUNG 😊
Terimakasih para pembaca setia 🤗