Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Kedua mertua


__ADS_3

Kini tiga hari telah berlalu, akhirnya Naya dan putra kecilnya di bawah pulang ke rumah.


Naya pulang dari rumah sakit dengan Raka dan Ratih, aturan hari ini Evan dan Tania mau ikut menjemput Naya dirumah sakit tapi karena mereka ada acara mendadak jadi tidak jadi ikut.


Raka melajukan mobilnya menuju ke rumahnya, hingga beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.


Dengan hati-hati Raka memapah Naya sedangkan Ratih mengendong cucu kecilnya.


"Hati-hati sayang!" kata Raka, Naya mengangguk pelan.


Kini sesampainya di depan pintu rumahnya tiba-tiba pintu rumahnya terbuka padahal Raka ataupun Naya belum mengetuk pintu rumahnya itu.


"Selamat datang menantuku dan cucu pertamaku," sambut ibu-ibu yang sudah tidak terlalu muda lagi sambil mendorong seorang yang ada di kursi roda, beliau adalah suami nya yang tidak lain adalah papanya Raka.


Para Art juga ikut menyambut kedatangan calon Tuan muda mereka nantinya.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan kecil," sambut para Art dengan kompak.


Naya tersenyum senang, lalu matanya memandang kedua mertuanya yang ada di hadapannya saat ini, sungguh tidak menyangka kalau hari ini dirinya akan bertemu dengan mertuanya yang selama ini belum pernah dia bertemu secara langsung.


"Sayang, ini mama dan papa, oh iya mama, papa ini adalah Naya dan ini mamanya Naya," kata Raka sambil tersenyum kecil.


"Iya nak, kenalkan saya Sinta," dengan Senang hati Sinta memperkenalkan dirinya pada Naya dan Ratih.


Naya langsung menyalami satu persatu tangan kedua mertuanya, mamanya Raka juga langsung memeluk Naya bahkan air matanya sampai menetes di pipinya.


"Iya nak, maafkan papa, papa menjalani perawatan selama beberapa lama akhirnya keadaan papa sudah mulai membaik dan Dokter akhirnya memberikan izin untuk papa naik pesawat," sambung Faisal yang tidak lain adalah papanya Raka.


Raka melihat kedua orang tuanya, lalu dia bersimpuh di kaki papanya. Raka melihat keadaan papanya rasanya hancur sekali, apa yang terjadi pada papanya selama ini bahkan Raka tidak pernah tahu sama sekali.


"Papa, kenapa papa tidak bilang kalau papa mengalami kecelakaan?" tanya Raka, sungguh Raka merasa menjadi anak yang tidak berguna, Raka hanya berpikir kalau keduanya itu terlalu sibuk kerja hingga tidak datang di acara pernikahannya.

__ADS_1


"Maafkan papa nak, papa hanya tidak ingin membuat kamu kawatir," jelas Faisal air mata sedih akkhirnya menetes juga di pipinya.


Kini akhirnya Naya bertemu dengan kedua mertuanya, walaupun ternyata ada rahasia besar yang kedua orang tua Raka sembunyikan yaitu kecelakaan papanya Raka yang membuat kedua orang tuanya tidak bisa menghadiri acara pernikahan Naya dan Raka. Namun kedua orang tua Raka juga memilih berbohong dan mereka hanya bilang pada kalau mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka padahal selama beberapa lama ini Sinta yang tidak lain adalah ibunya Raka itu terus setia menemani Faisal yang tidak lain adalah papanya Raka menjalani pengobatan di luar negeri sana.


"Nak, kita masuk dulu, Ibu Ratih mari ngobrol," kata Sinta dan akhirnya mereka semuanya masuk ke dalam rumah.


Kini mereka semua duduk di ruang tengah, Sinta, Ratih dan Faisal, mereka saling berkenalan dan asik mengobrol, Sinta dan Faisal juga meminta maaf secara langsung pada Ratih karena tidak menghadiri acara pernikahan Naya dan Raka.


Kini kebahagiaan Naya semakin lengkap karena pertemuan dengan kedua mertuanya.


Bersambung


terimakasih para pembaca setia


Mohon doanya ya kakak-kakak semuanya, kakak ipar Asti sedang di rawat di rumah sakit, mudah-mudahan cepat sehat 🙏

__ADS_1


__ADS_2